Archive August 2019

GSMS 2018 akan Dimulai

GSMS 2018 akan Dimulai

GSMS 2018 akan Dimulai

Kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) akan segera dimulai.

Direktur Kesenian, Restu Gunawan mengatakan, pendaftaran seniman untuk kegiatan GSMS dilakukan secara daring. Pendaftaran telah berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 27 Juni 2018.

“Dari 1.894 seniman yang mendaftar, diseleksi menjadi 1.320 seniman yang dibutuhkan,” kata Restu saat menyampaikan laporan dalam Lokakarya (Workshop) Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2018, di Jakarta.

Dikutip dalam kemdikbud.go.id GSMS merupakan kegiatan pembelajaran

kesenian oleh para seniman yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah atau kegiatan ekstrakurikuler di satuan pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK). Deni Hadiansyah, sastrawan asal Bandung yang tergabung dalam tim perumus GSMS, mengatakan, tim perumus bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk memilih seniman yang layak sesuai kriteria juknis.

“Tim yang terjun ke sekolah harus terbukti menguasai seni dan berasal dari maestro lokal dan internasional,” kata Deni.

Secara umum, GSMS digagas sebagai upaya pemerintah untuk melibatkan

warga sekolah dan masyarakat agar dapat menyaring budaya asing yang mengikis moral generasi muda dengan memicu dan memacu kapasitas seni budaya di Indonesia terutama bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki guru kesenian di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem budaya, melibatkan 28 provinsi, 28 kabupaten/kota dan lebih dari 1.000 seniman.

Program ini rencananya akan dimulai awal bulan Agustus 2018 yang berlangsung selama tujuh kali pertemuan dan mengacu pada metode pembelajaran yang telah disepakati antara sekolah dan dinas pendidikan. Setiap pertemuan akan diikuti oleh sekitar 20-40 siswa dengan durasi dua jam.

Di akhir proses pembelajaran, diharapkan anak-anak akan terlibat dalam kegiatan bulan pendidikan di sekolah terutama sekolah yang sudah mendapat fasilitas alat kesenian dan program dari seniman mengajar.

“Semoga tahun depan anggarannya bisa meningkat dan dinas pendidikan mulai bisa mengadopsi program ini untuk dikembangkan di daerahnya,” ucap Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengharapkan. ***

 

Baca Juga :

 

 

O2SN Tingkat Kota untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

O2SN Tingkat Kota untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

O2SN Tingkat Kota untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Kepala Sekolah SLB-B Sukapura, Anna Bhudiarti menemani para siswanya

dalam perlombaan melempar bola di tingkat gugus. Permainan ini akan menentukan perwakilan siswa untuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kota yang akan diselenggarakan Jumat, 27 Juli 2018. Ia merupakan Ketua Gusus 13 yang membimbing siswanya yang merupakan anak down syndrome (DS) di Lapangan SLB BC YPLAB Wartawan, Jalan Rajamantri Kulon Blok A No.1, Turangga, Lengkong, Kota Bandung, Rabu, 25 Juli 2018.

Anna menjelaskan bahwa anak down syndrome ini sering disebut

juga dengan anak kembar sedunia. Karakteristiknya memiliki mata seperti kacang almond atau disebut juga almond shaped eyes, jari-jari tangan pendek, dan rambut tipis. Pada perkemangan kognitifnya, mereka memiliki profil yang cukup bervariasi mulai dari ringan hingga sedang. Sedangkan pada kemampuan motorik, mereka mengalami tahapan tumbuh kembang yang lebih lambat karena keterbatasan kerja otot .

Pada perlombaan kali ini, para siswa akan bermain dengan melempar bola.

Anna menjelaskan bahwa permainan ini diberikan karena dapat melatih kemampuan membidik dan melatih  keseimbangan. Anak-anak dibimbing agar melempar bola sejauh-jauhnya, sehingga dapat diukur sejauh mana bola tersebut terjatuh. Selain itu, permainan bola ini dapat meningkatkan konsentrasi mereka.

“Permainan ini pertama kali berasal dari Inggris, khusus diberikan untuk anak-anak down  syndrome. Saat diberikan ternyata mereka juga mampu membidik sesuai arahan,” ujar Anna.

Walaupun terkadang Anna mendapatkan cibiran dari orang-orang akan usahanya dalam membimbing anak-anak berkebutuhan khusus, ia tidak pernah patah semangat. Ia mengembangkan sekolahnya dengan apa yang ia cita-citakan, yaitu memberikan harapan bagi para siswanya.***

 

Sumber :

https://cloudsoftwareprogram.org/doa-selamat-dunia-akhirat/

Festival Literasi Budaya, Berbudaya Literasi, Berliterasi Budaya.

Festival Literasi Budaya, Berbudaya Literasi, Berliterasi Budaya.

Festival Literasi Budaya, Berbudaya Literasi, Berliterasi Budaya.

Ikatan Duta Bahasa Jawa Barat bekerjasama dengan Sekolah Kuntum Cemerlang

mengadakan acara Festival Literasi Budaya, Berbudaya Literasi, Berliterasi Budaya. Acara ini menampilkan beberapa budaya sunda, mural bahasa, MELINDA (Meedia Literasi Sunda), papan petunjuk dwibahasa, aksara sunda, dan menulis cerita rakyat. Diikuti oleh seluruh siswa Sekolah Kuntum Cemerlang, mulai dari playgroup sampai SMA berkumpul di Aula Sekolah Kuntum Cemerlang, Jalan Cipaku Indah XI No. 2, Ledeng, Cidadap, Kota Bandung, Senin, 23 Juli 2018.

Kepala Sekolah Kuntum Cemerlang, Jerimias Risjoko membuka acara tersebut dengan memotong tumpeng sebagai dukungan kuliner tradisional. Ia menyampaikan acara festival ini mengarahkan anak-anak dalam mengenal berbagai budaya, terutama budaya Sunda. Kami coba gali sedikit demi sedikit mengenai muatan lokal. Anak-anak diarahkan untuk mengenal budaya sunda, karena dengan upaya tersebut dapat lebih mudah mengenal bahasa, makanan tradisional, dan lain sebagainya.

“Harapannya anak-anak dapat lebih mengenal budaya Sunda, bukan hanya makanannya,

bukan hanya bahasanya saja, tetapi lebih menyeluruh pada budayanya,” ujar Jerimias.

Duta Bahasa Jawa Barat sekaligus Kesiswaan SMP Kuntum Cemerlang, Vicky Taniady menjelaskan bahwa bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Duta Bahasa menyelenggarakan acara mengenai melestarikan bahasa melalui budaya.  Bekerjasama dengan pihak sekolah, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak tentang bahasa melalui budayanya. Pada saat ini ternyata banyak kosakata Bahasa Sunda yang mulai dilupakan oleh remaja. Seperti, anak-anak memilih kata ‘ricecooker’ dibandingkan dengan istilah-istilah bahasa daerah seperti nyangu, nyesepan, hihid dan lain sebagainya.

“Literasi merupakan hal yang wajb karena menjadi kecakapan abad 21.

Oleh karena itu kita mengajak anak-anak untuk melestarikan bahasa tersebut melalui budaya,” ujar Vicky.

Vicky menambahkan bahwa antusias anak-anak pada Festival Literasi Budaya ini sangat luar biasa. Khususnya pada bidang kuliner, mereka akhirnya bekerjasama dengan orang tua untuk membuat makanan tradisional. Hal tersebut menjadi menarik karena mereka dapat bekerjasama untuk menentukan komposisi sampai memasaknya. Akhirnya dari sana dapat terjalin literasi yang kita harapkan, bagaimana sekolah dan orang tua dapat berkoordinasi untuk mendukung literasi tersebut.

Kelanjutan dari acara ini, Vicky mengatakan bahwa Ikatan Duta Bahasa akan mengajukan program ini untuk acara pemilihan Duta Bahasa Nasional di Jakarta. Program tersebut akan di promosikan disana, sekaligus bertemu dengan teman-teman duta bahasa dari berbagai provinsi lainnya. Mereka akan melaporkan bagaimana literasi dan perkembangan bahasa daerah di Jawa Barat.***

 

Sumber :

https://earlraytomblin.com/doa-sebelum-tidur/

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 jalur perpindahan sekolah menengah kejuruan

(SMK) membuka kuota calon peserta didik sebanyak 5%. Proses seleksi pada jalur perpindahan melalui tahapan verifikasi dengan memenuhi berkas persyaratan PPDB dan mengikuti uji kompetensi (tes minat dan bakat).

Sekretaris PPDB Jawa Barat, Edi Purwanto mengatakan, persyaratan umum yang harus diikuti calon peserta didik wajib dilengkapi seperti pada jalur zonasi dan prestasi. Setelah melewati tahap verifikasi persyaratan, siswa akan meneruskan ke tahap selanjutnya, yaitu uji kompetensi sesuai program atau kompetensi keahlian yang dipilih bagi sekolah yang menerapkan tes bakat minat.

“Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB 2019, apabila calon peserta didik yang dinyatakan

lolos tes bakat minat, bisa mengikuti proses seleksi setelahnya. Sedangkan bagi siswa yang tak lolos, dapat mengubah keahlian lain yang tidak mempersyaratkan tes minat bakat khusus di SMK tersebut,” ujar Edi saat dihubungi, Senin (13/5/2019).

Edi menambahkan, pemeringkatan dilakukan berdasarkan jarak domisili siswa dengan sekolah hingga batas kuota yang ditetapkan. Calon peserta didik dinyatakan lolos seleksi apabila hasil pemeringkatan berdasarkan lolos uji kompetesi atau tes minat dan bakat.

Kemudian, lanjutnya, apabila calon peserta didik tidak lolos karena melampaui daya tampung

, akan dilimpahkan dan diikutsertakan dalam seleksi tahap berikutnya di pilihan ke-2 dan 3  untuk peringkat program keahlian.

“Apabila penyeleksian melalui perpindahan masih belum memenuhi daya tampung, kekurangan daya tampung akan diisi dengan urutan jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), prestasi UN, dan jalur prestasi non-UN,” jelasnya.

Adapun jumlah pendaftar yang melebihi daya tampung, tambahnya, akan diseleksi berdasarkan urutan prioritas. Yaitu, calon peserta didik yang berdomisili pada wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang sama dengan SMK yang bersangkutan, calon peserta didik yang mendaftar lebih awal, dan usia yang paling tua calon peserta didik.***

 

Baca Juga :

 

 

Disdukcapil Jabar Kawal Pendaftaran Jalur Zonasi PPDB 2019

Disdukcapil Jabar Kawal Pendaftaran Jalur Zonasi PPDB 2019

Disdukcapil Jabar Kawal Pendaftaran Jalur Zonasi PPDB 2019

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jawa Barat,

Heri Suherman menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, khususnya mengenai penggunaan Kartu Keluarga (KK) atau keterangan domisili sebagai salah satu syarat PPDB jalur zonasi. Ia menegaskan, sesuai petunjuk teknis (juknis) PPDB tahun ini, KK atau keterangan domisili yang berlaku adalah yang diterbitkan minimal 6 bulan sebelum pendaftaran PPDB.

“Jika belum enam bulan atau pindah baru-baru ini, tidak bisa diterima. Sistem akan menolak,” ucapnya pada acara “Jabar Punya Informasi” (JAPRI) di Gedung Sate, Jln. Diponegoro No. 27 Kota Bandung, Rabu (8/5/2019).

Heri menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk memeriksa kejanggalan

di lapangan terkait perpindahan KK. Dari beberapa kasus yang ditemukan, di antaranya ada satu alamat rumah dihuni beberapa KK di Jalan Belitung, Kota Bandung. Kemudian, ada juga kasus pemilik rumah tidak mengetahui ada KK lain yang menggunakan alamatnya.

“Secara normatif boleh, selama pemilik rumah mengizinkan. Namun, khusus untuk PPDB kita akan tertibkan dengan melibatkan RW setempat guna memeriksa kebenarannya di lapangan,” ujarnya.

Heri mengimbau orang tua calon peserta didik agar tidak memperkenankan anak pindah

tempat tinggal sendiri untuk menyiasati jarak ke sekolah. “Jika pindah, anak harus bersama orang tuanya,” imbaunya.

Heri menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh Disdkucpail kabupaten/kota untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan KK atau keterangan domisili.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Pemprov Jabar Tetapkan 91 Zona PPDB 2019

Pemprov Jabar Tetapkan 91 Zona PPDB 2019

Pemprov Jabar Tetapkan 91 Zona PPDB 2019

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menetapkan 91 zona pada Penerimaan

Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat sekolah menengah atas (SMA). Pembagian zona tersebut tercantum dalam Lampiran Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 16 Tahun 2019 tentang PPDB SMA, SMK, dan SLB.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika menjelaskan, pembagian zonasi itu adalah hasil musyawarah dan koordinasi yang dilakukan Disdik Jabar dengan Disdik kabupaten/kota. “Selain itu, pemetaan tersebut merupakan masukan dari penyelenggara pendidikan, seperti dari musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMK, SMA, dan pengawas di lapangan. Jadi, benar-benar direncanakan dengan matang,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (8/5/2019).

Kadisdik memaparkan, meski berdasar kewilayahan, namun domisili calon peserta didik

yang berada di kecamatan suatu zona yang berbatasan dengan zona lainnya dapat ditetapkan menjadi satu zona, seperti diatur dalam Pasal 17 Pergub Nomor 16 Tahun 2019. “Lalu, bagi sekolah yang berada di daerah perbatasan daerah provinsi, ketentuannya dilaksanakan melalui kesepakatan antara Pemprov Jabar dengan pemprov yang berbatasan,” tambahnya.

Dari 27 kota dan kabupaten di Jabar, terdapat 15 daerah yang hanya terdiri dari satu zona. Yaitu, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar.

Pembagian zona terbanyak di Kabupaten Garut, yakni 10 zona. Disusul Kabupaten Bogor

dan Kabupaten Bandung sebanyak 8 zona.

Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cirebon terbagi menjadi 6 zona. Sedangkan Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Tasikmalaya masing-masing terbagi menjadi 7 zona.

Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Pangandaran terbagi menjadi 4 zona. Sedangkan Kabupaten Cianjur, Kota Cirebon, dan Kabupaten Ciamis terbagi menjadi 3 zona.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Pencegahan & Pendeteksian Fraud

Pencegahan & Pendeteksian Fraud

Pencegahan & Pendeteksian Fraud

Fraudulent financial reporting di suatu perusahaan merupakan hal yang akan berpengaruh besar terhadap semua pihak yang mendasarkan keputusannya atas informasi dalam laporan keuangan (financial statement) tersebut. Oleh karena itu akuntan publik harus bisa menccegah dan mendeteksi lebih dini agar tidak terjadi fraud. Untuk mengetahui adanya fraud, biasanya ditunjukkan oleh timbulnya gejala-gejala (symptoms) berupa red flag (fraud indicators), misalnya perilaku tidak etis manajemen. Red flag ini biasanya selalu muncul di setiap kasus kecurangan (fraud) yang terjadi.
Hasil penelitian Wilopo (2006) membuktikan serta mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi dapat diturunkan dengan meningkatkan kefektifan pengendalian internal, ketaatan aturan akuntansi, moralitas manajemen, serta menghilangkan asimetri informasi. Hasil penelitian Wilopo tersebut juga menunjukkan bahwa dalam upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi memerlukan usaha yang menyeluruh, tidak secara partial.
Menurut Wilopo, upaya menghilangkan perilaku tidak etis manajemen dan kecenderungan kecurangan akuntansi, antara lain :
•Mengefektifkan pengendalian internal, termasuk penegakan hukum.
•Perbaikan sistem pengawasan dan pengendalian.
•Pelaksanaan good governance
•.Memperbaiki moral dari pengelola perusahaan, yang diwujudkan dengan mengembangkan sikap komitmen terhadap perusahaan, negara dan masyarakat.
The National Commission On Fraudulent Financial Reporting (The Treadway Commission) merekomendasikan 4 (empat) tindakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya fraudulent financial reporting, yaitu :
1.Membentuk lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan(financial reporting).
2.Mengidentifikasi dan memahami faktor- faktor yang mengarah ke fraudulent financial reporting.
3.Menilai resiko fraudulent financial reporting di dalam perusahaan.
4.Mendisain dan mengimplementasikan internal control yang memadai untuk financial reporting.
Mulfrod & Comiskey (2002) menulis buku terkait dengan creative accounting yang berjudul “The Financial Numbers Game : Detecting Creative Accounting Practices”. Buku tersebut meskipun lebih difokuskan bagi para investor sebagai pembelajaran untuk mengetahui secara cepat adanya kecurangan akuntansi (fraudulent accounting), namun perlu diketahui juga oleh auditor.
Beberapa atribut yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya risiko terdapat fraudulent financial reporting di perusahaan, antara lain :
•Terdapat kelemahan dalam pengendalian intern (internal control).
•Perusahaan tidak memiliki komite audit.
•Terdapat hubungan kekeluargaan (family relationship) antara manajemen (Director) dengan karyawan perusahaan.

Sumber : https://merkbagus.id/

AKUNTAN PUBLIK DALAM PENCEGAHAN

AKUNTAN PUBLIK DALAM PENCEGAHAN

AKUNTAN PUBLIK DALAM PENCEGAHAN

AKUNTAN PUBLIK DALAM PENCEGAHAN

AKUNTAN PUBLIK DALAM PENCEGAHAN

Penyebab Fraudulent Financial Reporting

Menurut Ferdian & Na’im (2006), kecurangan dalam laporan keuangan dapat menyangkut tindakan yang disajikan berikut ini :
1.Manipulasi, pemalsuan, atau perubahan catatan akuntansi atau dokumen pendukungnya yang menjadi sumber data bagi penyajian laporan keuangan.
2.Representasi yang dalam atau penghilangan dari laporan keuangan, peristiwa, transaksi, atau informasi signifikan.
3.Salah penerapan secara senngaja prinsip akuntansi yang berkaitan dengan jumlah, klasifikasi, cara penyajian atau pengungkapan.
Fraudulent financial reporting juga dapat disebabkan adanya kolusi antara manajemen perusahaan dengan akuntan publik. Salah satu upaya untuk mencegah timbulnya kolusi tersebut, yaitu perlunya perputaran (rotasi) akuntan publik dalam melakukan general audit suatu perusahaan.

C. Tanggung Jawab Manajemen

Mengingat fraud merupakan problem yang sangat serius, maka manajemen perusahaan harus mengambil langkah-langkah komprehensif untuk memproteksi sistem informasinya. Metode yang paling efektif untuk memperoleh security system yang mencukupi adalah terletak pada integritas (integrity) karyawan perusahaan. Perusahaan dapat mengambil langkah untuk meningkatkan integritas karyawan dan mengurangi kemungkinan karyawan melakukan fraud dengan memperhatikan , Pertama, Hiring & firing practices. Dalam melakukan penerimaan dan pemecatan karyawan harus dilakukan dengan hati-hati dan selektif. Kedua, Managing disgruntled employees. Banyak karyawan yang melakukan fraud adalah dalam rangka mencari pembalasan atau justice terhadap kesalahan-kesalahan yang pernah ditimpakan kepada mereka. Ketiga, Employee training. Fraud jauh lebih sedikit akan terjadi dalam lingkungan dimana para karyawan percaya bahwa keamanan (security) merupakan tanggung jawab bersama, baik karyawan maupun manajemen.
Salah satu cara untuk mencegah timbulnya fraud adalah dengan merancang sebuah sistem yang dilengkapi dengan internal control yang cukup memadai sehingga fraud sukar dilakukan oleh pihak luar maupun orang dalam perusahaan.The National Commission On Fraudulent Financial Reporting (The Treadway Commission) merekomendasikan 4 (empat) tindakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya fraudulent financial reporting, yaitu : Pertama, Membentuk lingkungan organisasi yang memberikan kontribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan(financial reporting). Kedua, Mengidentifikasi dan memahami faktor- faktor yang mengarah ke fraudulent financial reporting. Ketiga, Menilai resiko fraudulent financial reporting di dalam perusahaan. Keempat, Mendisain dan mengimplementasikan internal control yang memadai untuk financial reporting.

Tanggung Jawab Akuntan Publik (Auditor Independen)

1. Statement Auditing Standards
Beberapa Statements on Auditing Standards (SAS) yang dikeluarkan oleh Auditing Standards Board (ASB) di Amerika Serikat yang cukup penting adalah :
a.SAS No. 53 tentang “The Auditor’s Responsibility to Detect and Report Errors and Irregularities,” yaitu mengatur tanggung jawab auditor untuk mendeteksi dan melaporkan adanya kesalahan (error) dan ketidakberesan (irregularities).
b.SAS No. 55 tentang “Consideration of Internal Control in a Financial Statement Audit,” yang merubah tanggung jawab auditor mengenai internal control. Statement yang baru ini meminta agar auditor untuk merancang pemahaman tentang pengendalian intern yang memadai (internal control sufficient) dalam merencanakan audit. SAS No. 55 kemudian diperbaharui dengan diterbitkan SAS No. 78 pada tahun 1997, dengan mencantumkan definisi ulang pengendalian intern (redefined internal control) dengan memasukkan dua komponen yaitu lingkungan pengendalian (control environment) dan penilaian risiko (risk assessment) yang merupakan usulan dari the Treadway Commission.
c.SAS No. 61 mengatur tentang komunikasi antara auditor dengan komite audit perusahaan (Communication with Audit Committees). Auditor harus mengkomunikasikan dengan komite audit atas beberapa temuan audit yang penting, misalnya kebijakan akuntansi (accounting policy) perusahaan yang signifikan, judgments, estimasi akuntansi (accounting estimates), dan ketidaksepakatan manajemen dengan auditor.
d.SAS No. 82 “Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit” dikeluarkan ASB pada Februari 1997. SAS no. 82 menyatakan bahwa auditor harus bertanggung jawab untuk mendeteksi dan melaporkan adanya kecurangan (fraud) yang terjadi dalam laporan keuangan yang disusun oleh manajemen. Selaij itu, SAS no. 82 juga menyatakan bahwa setiap melakukan audit auditor harus menilai risiko (assessment of risk) kemungkinan terdapat salah saji material (material misstatement) pada laporan keuangan yang disebabkan oleh fraud.
e. SAS No. 99 “Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit” merupakan revisi dari SAS No. 82 dan mulai diberlakukan efektif untuk audit laporan keuangan setelah tanggal 15 Desember 2002, penerapan lebih awal sangat dianjurkan. Auditor bertanggungjawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna mendapatkan keyakinan memadai (reasonable assurance) bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan (error) maupun kecurangan (fraud).
Pengaruh SAS No. 99 terhadap tanggung jawab auditor antara lain :
•Tidak ada perubahan atas tanggung jawab auditor untuk mendeteksi fraud atas audit laporan keuangan.
•Tidak ada perubahan atas kewajiban auditor untuk mengkomunikasikan temuan atas fraud.
•Terdapat perubahan penting terhadap prosedur audit (audit procedure) serta dokumentasi yang harus dilakukan oleh auditor atas audit laporan keuangan.
Dua tipe salah saji (misstatements) yang relevan dengan tanggung jawab auditor, yaitu salah saji yang diakibatkan oleh fraudulent financial reporting dan salah saji yang diakibatkan oleh penyalahgunaan asset (misappropriation of assets).SAS No. 99 juga menegaskan agar auditor independen memiliki integritas (integrity) serta menggunakan kemahiran professional (professional skepticism) melalui penilaian secara kritis (critical assessment) terhadap bukti audit (audit evidence) yang dikumpulkan.
f.SAS No. 110 “Fraud & Error” dinyatakan bahwa auditor harus dapat mendeteksi terhadap kesalahan material (material mistatement) dalam laporan keuangan yang ditimbulkan oleh kecurangan atau kesalahan (fraud or error). SAS 110 , paragraf 14 & 18 berbunyi sbb. :
“Auditors plan, perform and evaluate their audit work in order to have a reasonable expectation of detecting material misstatements in the financial statements arising from error or fraud. However, an audit cannot be expected to detect all errors or instances of fraudulent or dishonest conduct. The likelihood of detecting errors is higher than that of detecting fraud, since fraud is usually accompanied by acts specifically designed to conceal its existence…”
2. Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
Profesi akuntan publik (auditor independen) memiliki tangggung jawab yang sangat besar dalam mengemban kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh masyarakat (publik). Terdapat 3 (tiga) tanggung jawab akuntan publik dalam melaksanakan pekerjaannya yaitu:
a.Tanggung jawab moral (moral responsibility).
Akuntan publik harus memiliki tanggung jawab moral untuk :
1)Memberi informasi secara lengkap dan jujur mengenai perusahaan yang diaudit kepada pihak yng berwenang atas informasi tersebut, walaupun tidak ada sanksi terhadap tindakannya.
2)Mengambil keputusan yang bijaksana dan obyektif (objective) dengan kemahiran profesional (due professional care).
b.Tanggung jawab profesional (professional responsibility).
Akuntan publik harus memiliki tanggung jawab profesional terhadap asosiasi profesi yang mewadahinya (rule professional conduct).
c. Tanggung jawab hukum (legal responsibility).
Akuntan publik harus memiliki tanggung jawab diluar batas standar profesinya yaitu tanggung jawab terkait dengan hukum yang berlaku.Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam Standar Auditing Seksi 110, mengatur tentang “Tanggung Jawab dan Fungsi Auditor Independen”. Pada paragraf 2, standar tersebut antara lain dinyatakan bahwa auditor bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan. Oleh karena sifat bukti audit dan karakteristik kecurangan, auditor dapat memperoleh keyakinan memadai, namun bukan mutlak. Bahwa salah saji material terdeteksi. Auditor tidak bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh keyakinan bahwa salah saji terdeteksi, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan, yang tidak material terhadap laporan keuangan.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Peringati Dies Natalis, SMK Mandala Bhakti Jadi Sekolah Pelopor Pendidikan Karakter Ketarunaan di Surakarta

Peringati Dies Natalis, SMK Mandala Bhakti Jadi Sekolah Pelopor Pendidikan Karakter Ketarunaan di Surakarta

Peringati Dies Natalis, SMK Mandala Bhakti Jadi Sekolah Pelopor Pendidikan Karakter Ketarunaan di Surakarta

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Mandala Bhakti Surakarta

punya prestasi tersediri dalam menjalankan program belajar mengajar di sekolah tersebut. Sekolah ini menjadi pelopor pendidikan karakter ketarunaan di Surakarta.

Pasalnya, baru SMK Kesehatan Mandala Bhakti inilah yang memiliki program pendidikan yang khusus membentuk karakter siswa melalui pelajaran ketarunaan. Sekolah ini menjadi satu-satunya SMK dan mungkin juga SMA yang memiliki kurikulum pembangunan karakter siswa melalui pengajaran ketarunaan.

“Para siswa selama setahun digembleng tentang pendidikan karakter. Mereka mendapatkan gemblengan fisik, karakter serta kepribadian. Kalau sekolah lain mungkin sifatnya hanya temporer saat awal masuk sekolah. Tapi di sini pembangunan karakter lewat ketarunaan itu dilakukan selama setahun penuh,” papar Ifwa Mas’udah, Kepala Sekolah SMK Mandala Bhakti Surakarta kepada wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Baca Juga : Mahasiswa Unisri Gelar Sekolah Gencar Karakter

Ifwa menyampaikan hal itu dalam rangka peringatan Dies Natalis sekolah tersebut yang digelar Minggu (28/4/2019). Sejumlah kegiatan digelar untuk memperingati Dies Natalis, di antaranya pelantikan pendidikan karakter ketarunaan, pentas musik, pembagian susu segar untuk masyarakat, donor darah dan pelatihan jurnalistik untuk tingkat SMP.

Ditambahkan Ifwa, materi ketarunaan diberikan kepada para siswa Kelas X. “Poin-poin yang diajarkan adalah membangun fisik, membangun mental siswa, tentang kejujuran, kedisiplinan. Tentang karakter yang baik. Alhamdulillah outputnya sangat positif. Lulusan SMK Mandala Bhakti jadi percaya diri, dinilai disiplin dan jujur dalam bekerja,” tambah Ifwa.
Baca Juga : Siswa SMK Mandala Bhakti Meriahkan HUT RI dengan Permainan Tradisional
Kepala Sekolah dan jajaran guru saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (27/4/2019). Foto : JSNEWS

Pendidikan karakter yang dimasukkan dalam bentuk kurikulum ini

sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Dalam mendidik ketarunaan kepada siswa, pihak sekolah melibatkan pendidik dari internal maupun eksternal.

“Untuk pendidik selain dari para guru sendiri, juga melibatkan dari luar yakni TNI, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), pemadam kebakaran hingga wirausahawan,” tambah Dwi Heri Saputra, Wakil Kepala Sekolah.

 

Baca Juga :