Archive August 2019

Kadisdik Purwakarta Ingatkan Guru Agar Jaga Semangat Pengabdian

Kadisdik Purwakarta Ingatkan Guru Agar Jaga Semangat Pengabdian

Kadisdik Purwakarta Ingatkan Guru Agar Jaga Semangat Pengabdian

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta (Kadisdik) Kabupaten Purwakarta,

Purwanto, mengingatkan agar guru tetap menjaga semangat pengabdian sebagai bagian ibadah dalam proses transfer ilmu kepada anak didik.

Acara jalan sehat sendiri diikuti oleh ratusan warga dan para guru yang tergabung dalam korp PGRI Kecamatan Bungursari. Sebelum peserta dilepas, panitia menggelar acara pentas seni Sunda dan penampilan tari dari sejumlah siswa,” kata Purwanto pada acara pelepasan Gerak Santai dalam rangka HUT PGRI ke-72 yang digelar UPTD Bungursari, Selasa (26/11).

Purwanto juga menyempatkan berdialog dengan siswa SDN 3 Bungursari

, ia mengingatkan bahwa siswa tidak boleh melupakan jasa para guru yang sudah berjuang tanpa pamrih memberikan bimbingan kepada para siswa.

Dalam kesempatan yang sama memberikan doorprize dan kejutan berupa uang saku, kepada guru setempat yang menjadi favorit para siswa.

Guru yang beruntung itu adalah Asep yang mengajar mata pelajaran IPS

. Saat ditanya mengenai statusnya oleh Kadisdik, Asep mengungkapkan bahwa dirinya masih berstatus Honorer.

Hal itu langsung direspon Kadisdik, dengan mengatakan bahwa guru-guru yang sudah PNS.

“Jangan kalah dengan Pak Asep yang dipilih siswa sebagai Guru Favorit. Guru honorer seperti Pak Asep, bisa terjaring program pengangkatan PNS dari pemerintah,” pungkasnya

 

Sumber :

https://s.id/67tki

 

Kadisdik Berharap Anugerah Winaya Jadi Motivasi Tingkatkan Pendidikan

Kadisdik Berharap Anugerah Winaya Jadi Motivasi Tingkatkan Pendidikan

Kadisdik Berharap Anugerah Winaya Jadi Motivasi Tingkatkan Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Juhana.M.MPd menjelaskan, program pemberian Anugrah Winaya

merupakan sebuah ajang yang dilakukan setiap tahun Disdik Kab Bandung, untuk mengapresiasi berbagai prestasi yang diraih oleh pendidik tenaga kependidikan peserta didik dan lembaga pendidikan.

Anugerah Winaya ini adalah sebuah ajang apresiasi terhadap para GTK, Lembaga Pendidikan serta siswa yang berprestasi. ini juga bagian dari model layanan pendidikan. Jadi, ada reward dan ada punishment. Tapi kita harapkan lebih banyak reward-nya dan berprestasi. Ini merupakan sebuah kebanggaan,” ungkap Juhana, Jumat (29/12).

Kadisdik menerangkan, tujuan diberikan apresiasi kepada mereka ini diharapkan

bisa menginspirasi bagi siswa guru dan tenaga kependidikan yang menunjukkan prestasinya. Sejumlah prestasi yang diraih oleh komunitas Disdik menunjukkan adanya indikator ketercapaian terhadap visi pendidikan yang mendukung visi pembangunan Pemkab Bandung dalam koridor membangun sumber daya manusia masyarakatnya.

“Tujuan diberikannya Anugrah wilayah ini intinya untuk mengapresiasi dan menghargai, karya Karsa dan dedikasi dalam rangka meningkatkan daya saing, dengan sasaran tubuhnya karya kreatif inovatif dedikasi para pendidik dan kependidikan serta anak didik dan lembaga pendidik di lingkungan dinas pendidikan,” ungkapnya.

Juhana menguraikan penerima Anugrah Winaya tahun 2017 diantaranya 106

orang guru dan siswa penerima tingkat kabupaten, dari penerima tingkat provinsi sebanyak 57 orang, tingkat nasional 20 orang dan tingkat internasional 2 orang.

Kadisdik mengungkapkan lembaga siswa yang meraih prestasi tingkat internasional yakni Naila Zahra dari SMP Ani’mah Kecamatan Margahayu dengan prestasi sebagai juara keempat bidang fisika dengan membuat roket air, saat perhelatan tingkat internasional di India.

“Penghargaan tingkat internasional kedua diperoleh Gilang juara 1 dalam debat bahasa Inggris, dan dalam waktu dekat akan mendapatkan pendidikan ke Korea,” tandasnya.

 

Sumber :

https://www.kitabisa.com/orang-baik/2763065

Pancasila Penting di Era Perkembangan Teknologi

Pancasila Penting di Era Perkembangan Teknologi

Pancasila Penting di Era Perkembangan Teknologi

Pancasila Penting di Era Perkembangan Teknologi

BATAM

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfo, Drs. Wiryanto, MA,Ph.D membuka Forum Aksi #Pendekar (Pendidikan Karakter) Pancasila di Hotel Harmoni One Batam Center, Kamis (1/8/2019). Acara ini bertemakan Semangat Gotong Royong, Kebhinekaan, Persatuan dan Kesatuan menuju Indonesia Maju.

Dalam kata sambutannya ia menyampaikan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi budaya hidup dan karakter berkomunikasi di Indonesia.

Termasuk pula berkurangnya pemahaman akan nilai-nilai dan norma yang berlaku tentang bagaimana hubungan antar manusia dalam kehidupan sehari-hari, yang sesuai dengan ideologi negara, yaitu Pancasila.

Hal ini dilihat berdasarkan hasil Survey yang dilakukan leh LSI 2018 lalu

Publik yang peduli Pancasila telah mengalami penurunan secara signifikan sejak 10 hingga 13 tahun terakhir di 13 Provinsi di seluruh Indonesia.

“Itulah sebabnya mengapa sangat penting dalam saat ini dalam membumikan atau memunculkan Radikalisasi Pancasila yang ditujukan untuk masyarakat saat ini, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Apalagi pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang dibangun dengan rumpun budaya dan kearifan lokal yang harus diperjuangkan, demi membangun karakter bangsa.

Tentunya, semua anak bangsa tentunya tidak mengharapkan ke depannya Pancasila hanya diingat sebagai mitos saja.

“Padahal kita diketahui bersama bahwa nilai-nilai Pancasila bisa menjadi acuan dalam kehidupan kita berinteraksi sehari-hari.

Pancasila harus kita rasakan dan kita aplikasikan,” jelasnya.

Ia melanjutkan penurunan secara signifikan ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi berbagai pihak.

Khususnya mereka-mereka yang mengambil keputusan. Oleh karena itulah, kegiatan ini kita gelar,” jelasnya.

“Kita tidak ingin dan jangan sampai nilai-nilai Pancasila itu putus dari akar budayanya . Khususnya generasi muda. Kalau Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digantikan dengan Rahma dan ideologi lainnya, tentunya kita sudah tidak lagi NKRI atau Republik Indonesia itu sendiri,” tuturnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Salim. S.Sos. M Si mengatakan kegiatan pendekar (pendidikan karakter) Pancasila sangatlah penting untuk membentuk mental yang kuat dan berkarakter

Menurutnya berbahaya jika seseorang cerdas tidak memiliki karakter yang kuat, dan begitu pula sebaliknya.

“Pancasila harus diamalkan dan diperjuangkan,” katanya.

Ia menambahkan apalagi Kota Batam yang dikenal sebagai daerah Industri dan menjadi incaran dari berbagai pihak. Penyegaran ini penting menjadi sebuah benteng generasi muda dalam berbangsa dan bernegara.

Artikel terkait :

Karya Terbaik Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi

Karya Terbaik Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi

Karya Terbaik Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi

Karya Terbaik Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi

Peserta Produk TIK

Panitia Seleksi Nasional telah menentukan 18 Peserta Produk TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau Indonesia Entrepreneur TIK (idenTIK 2019). Mereka bakal mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN ICT Awards (AICTA) 2019 di Laos pada November mendatang.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, Program idenTIK 2019 dari Ditjen Aptika ini merupakan rangkaian dari program besar yakni, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

“Ini (idenTIK 2019) adalah rangkaian program yang kita lakukan di Kominfo. Ini sebenarnya nanti akan menjadi program besarnya diadopsi oleh 1000 Startup,” ungkap Dirjen Semuel dalam acara Apresiasi Karya Terpilih idenTIK 2019 di Ruang Serbaguna, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Selasa (23/7/2019).

Berbicara soal peluang Startup di Indonesia, Semuel memaparkan perkembangan Startup saat ini semakin banyak diminati masyarakat. Belum lagi melihat dari sisi kualitas produk yang tidak kalah saing dengan negara lain.

Dirjen Aptika mengajak para pelaku startup untuk melihat hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat dan memberikan solusinya melalui pemanfaatan teknologi. “Coba kita lihat sekeliling kita, apa yang harus kita perbaiki dengan teknologi, ” kata Semuel

Menurutnya startup yang mampu menghasilkan karya yang dibutuhkan oleh banyak masyarakat dapat meraih kesuksesan di masa mendatang. “Cari masalah-masalah yang dihadapi banyak orang, cari solusinya, buat karyanya, itu akan menjadi produk yang sangat bisa diterima,” katanya.

Dirjen Aptika juga mengajak pegiat Startup digital agar terus berinovasi, mencari berbagai macam solusi yang dihadapi masyarakat. Dengan begitu, proses panjang rintisan Startup diyakini akan menjadi perusahaan besar.

“Apabila produk kita itu membuat satu solusi yang dihadapi banyak orang, makin besar peluang kita menjadi perusahaan besar. Jadi cari masalah-masalah yang dihadapi banyak orang, cari sousinya, buat karyanya,” tandasnya.

Menurut Dirjen Semuel, peserta idenTIK 2019 sama-sama punya visi mempunyai mengembangkan Startup di Indonesia.  Semuel juga menuturkan bahwa komitmen pemerintah untuk menambah Unicorn baru karya anak bangsa harus terus didorong. Salah satu caranya melalui idenTIK 2019 ini.

“Di era digital ini tidak terbatas, semua itu harus dimulai dari mimpi. Mimpi itu harus punya solusinya, solusi itu menjadikan karya. Ini yang harus ditanamkan,” ungkapnya.

Menurut Dirjen Aptika, Kementerian Kominfo memiliki program 1000 startup yang nantinya akan memberikan bimbingan kepada para startup yang karyanya menjadi pemenang dalam idenTIK 2019. Bahkan, Kementerian Kominfo tengah berusaha agar pemerintah dapat memberikan bantuan pendanaan dan fasilitas bagi startup-startup yang baru muncul agar bisa terus berkembang. “Ide itu harus tetap jalan dan tidak boleh terhenti karena pendanaan,” katanya.

Seleksi Nasional Produk TIK idenTIK 2019 yang diluncurkan pada April 2019 lalu itu diikuti oleh 196 produk dalam 6 kategori yang mengikuti lomba. Acara seleksi berlangsung di sejumlah kota antara lain Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya dan Denpasar. Dirjen Semuel mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi seluruh peserta.  “Terima kasih sudah berpartisipasi mewujudkan impian Indonesia. Dengan seribu mimpi, seribu solusi, seribu karya untuk satu Indonesia Raya,” kata Semuel.

Ini Pemenang Tiap Kategori

Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika, Slamet Santoso menjelaskan bahwa kompetisi idenTIK 2019 telah berlangsung sejak April 2019 dan diikuti oleh 196 karya. Karya-karya tersebut berasal dari beberapa kategori yaitu Private Sector, Digital Content, Research and Development, Public Sector, Startup Company, dan Corporate Social Responsibility.

Menurut Slamet, ada tiga pemenang teratas dalam setiap kategori akan diikutkan dalam kompetisi tingkat Asean yaitu Asean ACT Awards (AICTA) di Laos pada bulan November 2019. “Di kategorinya masing-masing 3 yang akan nanti kita ikutkan ikut kita daftarkan di program AICTA,” kata Slamet.

Selain itu 5 pemenang teratas dalam setiap kategori juga akan dimasukkan dalam repository HubDigital.id agar dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. “Setiap kategori kita pilih 5 itu kita masukkan dalam repository,” katanya.

Plt. Direktur Slamet, mengharapkan dalam 5-10 tahun ke depan para pemenang dalam kompetisi ini dapat menjadi pendukung tumbuhnya ekosistem digital di Indonesia. Adapun 18 kandidat yang akan diikutkan dalam AICTA 2019, antara lain:

Private Sector : Wakuliner, Nusatracking, W House Indaonesia;

Digital Content : Tanah Airku, SlabGames, Desainco;

Research and Development : AgriTronz, ATM Sehat, AIS Digital Scoring;

Public Sector : Go-PLOONG, Siskia Pro Cantik, Sidekem;

Startup Company : Sayurbox, GoPrint, Lyfe;

Corporate Social Responsibilty : Tulibot, Darah Kita, Gestur Linguistik.

Dalam acara ini diberikan hadiah dan penghargaan kepada 3 pemenang teratas dalam setiap kategori. Para pemenang idenTIK 2019 dalam setiap kategori adalah Wakuliner (Private Sector), Tanah Airku (Digital Content), AgriTronz (Research and Development), Go-PLOONG (Public Sector), Sayurbox (Startup Company), dan Tulibot (Corporate Social Responsibility).

Sumber : https://filehippo.co.id/

Rudiantara Minta TV Tayangkan Peringatan Dini

Rudiantara Minta TV Tayangkan Peringatan Dini

Rudiantara Minta TV Tayangkan Peringatan Dini

 Rudiantara Minta TV Tayangkan Peringatan Dini

JawaPos

Perkembangan teknologi yang begitu masif bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi bisa membawa manfaat besar, namun sisi lainnya mampu mebimbulkan hal-hal negatif, seperti kejahatan seksual kepada anak atau child grooming.

Pelaksana Tugas Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Riki Arif Gunawan mengatakan, internet di masa kini tergolong tidak ramah bagi anak. Karena banyak peristiwa anak kelewat batas dalam penggunaan teknologi. Sehingga perlu pengawasan dan pendampingan dari orang tua untuk.

“Internet ini tidak ramah untuk anak. Jadi anak harus didampingi oleh orang tua ketika mengakses internet,” kata Riki dalam sebuah diskusi bertajuk ‘Child Grooming & Darurat LGBT’ di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8).

Riki mengatakan, anak harus diinformasikan batasan-batasan menggunakan gadget. Serta diawasi langsung saat mengakses internet. Orang tua juga tak perlu sungkan mengecek terlebih dahulu situs yang dibuka anaknya. Serta meminta anak memberitahu apabila ingin membuka situs lainnya sehingga terkontrol dengan baik.

Selain itu, batas penggunaan gadget juga harus dibatasi

Anak tidak boleh dibiarkan kecanduan gadget. Karena akan membuat anak kurang bersosialisasi ddngan lingkungan. Akibatnya hal itu bisa menjadi pintu masuk kejahatan child grooming.

“Di internet itu kita tak pernah tahu dengan siapa anak berhubungan. Jadi meskipun sudah biasa chatting dengan temannya kita harus tetap antisipasi siap teman chattingnya itu,” tambah Riki.

Masalah lain yang menggandrungi masyarakat yakni terlalu mudah percaya kepada seseorang di dunia maya. Budaya lama seperti ini yang membuat anak riskan terserang kejahatanan seksual di dunia maya.

Riki kemudian menyarankan agar para orang tua tidak terlaku mudah membuka data diri, terutama di media sosial. Baik itu melalui konten unggahan, maupun biodata di sebuah akun media sosial. Selain itu, anak juga harus diberi pemahaman terkait hal ini.

“Kita jangan terlalu terbuka. Misalnya nama anak kita, kita sedang di mana. Itu suatu informasi yang berbahaya,” pungkas Riki.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Aceh yang Menunggu Tumpahan Turis dari Phuket & Langkawi

Aceh yang Menunggu Tumpahan Turis dari Phuket & Langkawi

Aceh yang Menunggu Tumpahan Turis dari Phuket & Langkawi

Aceh yang Menunggu Tumpahan Turis dari Phuket & Langkawi

Kunjungan wisman ke Aceh menurun drastis pada Mei lalu

Tanah Rencong kini berharap adanya tumpahan wisatawan dari Phuket dan Langkawi.

Berdasarkan data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei berjumlah 1.396 orang atau mengalami penurunan sebesar 54,21 persen. Penurunan drastis ini terjadi jika dibandingkan April lalu.

Kunjungan turis ke Tanah Rencong masih didominasi dari

Malaysia (877 orang), disusul India (49 orang), Australia (32 orang), Jerman (28 orang), Amerika Serikat (28 orang), dan Perancis (28 orang). Sepanjang 2019, kunjungan pelancong terlihat naik turun.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengatakan, Aceh selama ini sudah terlibat dalam kerja sama tiga negara atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Dalam pertemuan tahunan, Pemerintah Aceh kerap membicarakan persoalan kunjungan wisman dengan kedua negara tetangga.

“Itu juga bagian yang kita bicarakan dalam IMT-GT karena memang kita belum terlalu sinergis dengan Phuket dan Langkawi. Ke depan harus ada skema teknis yang konkret supaya tumpahan (wisman dari) Phuket-Langkawi itu bisa benar-benar jatuhnya ke Aceh dalam kerangka IMT-GT,” kata Nova kepada wartawan, Rabu (3/7/2019).

Menurutnya, wisman dari Phuket dan Langkawi selama ini

memilih berlibur ke Danah Toba di Sumatera Utara dan Bali. Pemprov Aceh akan membahas persoalan tersebut lebih serius lagi dalam pertemuan kerjasama pertumbuhan ekonomi tiga negara tersebut.

Selama ini, sebut Nova, tren kunjungan wisman ke Aceh menunjukkan angka naik-turun. Dalam setahun, jumlah turis asing yang melancong ke Aceh berjumlah 200 ribu orang.

“Secara umum (jumlahnya) naik tapi tidak secara signifikan. Oeh karenanya Phuket dengan 15 juta (kunjungan) setahun itu ya sepertiganya saja kita harapkan bisa tumpah ke Aceh, ke Sabang itu sangat baik,” jelas Nova.

“Selama ini kita kunjungan wisman baru sekitar 200 ribu orang. Jadi 500 ribu saja tumpah dari Phuket dan Langkawi kita pikir sudah cukup,” ungkap politisi Partai Demokrat tersebut.

Nova mengungkapkan, kondisi Aceh sekarang sudah sangat kondusif. Pasca Pilpres, rekonsiliasi antar pemerintah juga sudah dilakukan.

“Rekonsiliasi kita lebih duluan ketimbang nasional. Kita pikir itu bisa meningkatkan kembali tren kunjungan wisatawan,” ungkapnya.


Baca Artikel Lainnya:

Pemikiran Politik Menurut Karl Marx

Pemikiran Politik Menurut Karl Marx

Pemikiran Politik Menurut Karl Marx

Pemikiran Politik Menurut Karl Marx

Karl Marx merupakan seorang keturunan Yahudi dimana ayahnya adalah seorang pengacara. Pada usia enam tahun, Marx dibaptis masuk agama Kristen Protestan. Marx mengenyam pendidikan perguruan tinggi di Universitas Bonn dan pjndah ke Universitas Berlin. Pada awalnya, Marx lebih berminat dalam ilmu hukum, meskipun dalam perkembangannya Marx lebih memilih filsafat. Marx lebih dikenal sebagai seorang ahli ekonomi yang membuat analisa-analisa objektivitas antara sejarah dan ekonomi. Kondisi tersebut dapat dilihat dari karya awal Marx yang lebih kental dengan ilmu ekonomi. Namun pada tulisan Das Kapital, Marx lebih tampil sebagai seorang filsuf yang humanis. Mulai saat itulah pemikiran Karl Marx dibedakan menjadi dua yaitu Marx muda dan Marx tua, dimana karya-karya Marx muda merupakan motif yang menjiwai karya-karya Marx tua.

Perpisahan dengan Idealisme Hegel

Karl Marx pernah bergabung dalam sebuah kelompok Hegelian Sayap Kiri di Berlin. Ada beberapa warisan Hegelian yang terdapat dalam filsafat Marx. Pertama, Marx menggunakan metode dialektika Hegel untuk menjelaskan sejarah dan proses-proses kemasyarakatan. Kedua, Marx menganut asumsi-asumsi filsafat sejarah Hegel. Dimana melalui sejarah, umat manusia berusaha untuk mewujdukan dirinya kearah sebuah tujuan tertentu. Ketida, Marx seperti halnya Hegel, juga berusaha merefleksikan kenyataan negative yaitu alienasi. Marx juga sejalan dengan filsuf sebelumnya yaitu Feurbach yang ingin mentransformasikan idelaisme menjadi materialism. Materilaisme sendiri dalam pandangan Marx merupakan bukan dipahami sebagai ajaran metafisis tentang materi sebagai kenyataan akhir. Marx lebih mengartikan materi bukan hanya sekedar pikiran, melainkan kerja sosiallah yang menjadi dasar manusia. Marx sendiri banyak mengkritik materialism yang ada pada abad pertengahan dan abad pencerahan yang hanya menafsirkan dunia secara mekanik.

Sebagaimana materialism saat itu hanya dipahami sebagai kenyataan akhir dari objek indrawi. Alasannya adalah, materialism yang ada hingga masa feuerbach merupakan materialism yang bersifat kontemplatif dan tidak mendorong kegiatan revolusioner. Semua ajaran filosofis tersebut hanya merupakan sebuah tafsiran atas kenyataan yang tidak menghasilkan perubahan apa-apa, hingga disebut kontemplasi. Hingga muncul sebuah pernyataan Marx yang mengatakan,’para filsuf tidak lebih dari pada sekedar menafsirkan dunia dengan berbagai cara, padahal yang terpenting adalah mengubahnya’. Dalam rumusan positifnya, Marx memandang filsafat seharusnya dapat mendorong praksis perubahan sosial, dan hal itu hanya dapat terjadi jikalau filsafat menggunakan metode dialektis. Selain itu, Marx juga mengkritik dialektika Hegel yaitu pada tahapan sintesis.

Sintesis Hegel, menurut Marx hanyalah sebuah sintesis yang mengandung arti ‘memperdamiakan’ kontradiksi antara tesis dan antithesis. Bahkan sintesis menjadi sesuatu yang final dalam roh absolute. Bagi Marx, sintesis seperti yang diungkapkan Hegel, hanya dapat terjadi dalam alam pikiran Hegel. Menurut Marx, dalam kenyataan indrawi yang konkrit, konflik akan terus berlangsung, kalaupun dengan menggunakan sintesis Hegel, itu sama artinya penindasan yang berlangsung dalam masyarakat adalah sebuah kebenaran. Oleh karena itu, Marx tidak percaya dengan sintesis final. Oleh Karl Marx, dialektika ide ditransformasikan menjadi dialektika yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

Masalah Alienasi

Marx setuju dengan pendapat Feuerbach yang mengatakan bahwa manusia mengasingkan diri dalam agama. Namun, disini Marx akan lebih jauh mempermasalahkan alasan, mengapa manusia mengasingkan diri dalam agama. Menurut Marx, alasan manusia mengasingkan diri dalam agama tidak lain diakibatkan oleh kondisi-kondisi material tertentu. Adapun yang dimaksud dengan kondisi-kondisi material disini adalah proses-proses produksi atau kerja sosial dalam masyarakat. Hegel dalam tulisanya yang berjudul Phaenomenologie des Geistes telah mejelaskan, bahwa manusia memahami kenyataan dirinya melalui kerja yaitu dalam dialektika tuan dan budak. Marx juga berpendapat bahwa kerja juga menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial, hal tersebut dikarenakan hasil kerjanya adalah hasil objektivitas dirinya yang dapat diakui atau dimanfaatkan oleh orang lain. Dalam perkembangannya, ciri kerja inilah yang kemudian telah lenyap dalam masyarakat industri.

Corak yang terdapat dalam masyarakat industri adalah, para pekerja menjual tenaganya menjadi kerja upahan. Hasil kerja tersebut kemudian menjadi milik perusahaan sehingga pekerja tersebut menjadi teralienasi dengan produknya sendiri. Selain itu, dalam kondisi tersebut, para pekerja upahan juga teralienasi dari aktivitas kerjanya sendiri, oleh karena jenis kerjanya juga ditentukan oleh majikan. Kemudian, untuk tetap dapat bertahan hidup, pekerja tersebut dengan terpaksa memperalat dirinya sendiri untuk mendapatkan nafkah. Hal itu berarti, pekerja tersebut juga sudah teralienasi dari dirinya sendiri dengan hilangya kebebasannya. Sehingga yang terjadi pada akhirnya adalah sebuah persaingan diantara pekerja dan permusuhan antar pekerja dan majikan, sehingga kerja upahan juga mengasingkan manusia dari sesamanya. Kemudian Marx menemukan penyebab dari masalah alienasi tersebut, yaitu keberadaan institusi hak milik pribadi, yaitu hak milik atas alat-alat produksi. Dengan demikian, Marx menemukan sebuah dimensi baru dalam dunia alienasi Hegel, yang mana Marx memperlihatkan sebuah kenyataan material dari alienasi Hegelian.

Bukan roh yang teralienasi, melainkan buruh dan pekerja yang teralienasi. Lebih lanjut Marx juga menjelaskan bahwa alienasi tidak disebabkan oleh individu-individu melainkan oleh proses objektif yang terhadap individu-individu tersebut. Yaitu sebuah mekanisme hak milik dalam masyarakat yang menyebabkan munculnya kelas yang berkontradiksi yaitu antara kelas pemilik alat produksi dengan kelas pekerja. Jika Hegel memandang alienasi akan diakhiri dengan jalan memahamu dan refleksi, maka Marx menganggap bahwa alienasi hanya dapat diakhiri melalui penghapusan institusi hak milik tersebut, sehingga masyarakat tidak lagi terbagi ke dalam kelas-kelas yang saling bertentangan.

Teori Alienasi (keterasingan) pertama kali ditemukan pada Economic and Philosophical Manuscripts (1843). Merujuk pada pandangan Hegel terkait dengan ide dan sejarah, pada dasarnya ide bergerak menuju kesempurnaan, pemahaman diri – kesempurnaan menjauhi ketidak sempurnaan. Keterasingan dalam pandangan filsuf lainnya seperti Feuerbach, jgua memiliki definisi tersendiri terkait dengan keterasingan manusia, menurut Feurbach, ‘manusia tidak terasing dari Tuhan, Tuhan ada pada manusia’. Dalam konteks keterasingannya, Marx membedakan antara objektifikasi dan keterasingan. Objektifikasi berdasarkan pada premis eksistensi material dari objek; sementara keterasingan adalah keadaan kesadaran yang dihasilkan dari hubungan spesifik antara manusia dan objek. Keterasingan dalam masyarakat kapitalis, adalah sebuah proses penciptaan objek (produksi) yang justru penciptaan objek (produksi) tersebut tidak dapat membantu manusia untuk mewujudkan/ menemukan keberadaan dirinya sendiri, yaitu untuk mewujudkan potensi yang ada dan dimiliki dalam diri manusia tersebut.

Tercipta sebuah ketidak mampuan manusia dalam menyadari potensi mereka dalam memproduksi barang (untuk siapa barang tersebut).  Meskipun demikian, keterasingan akan dapat diatasi ketika proses kegiatan produksi tersebut dapat menyebabkan terungkapnya potensi-potensi yang ada dalam diri manusia tersebut. Dalam perjalanannya, kapitalisme produksi menyebabkan apa yang disebut oleh Karl Marx sebagai kondisi keterasingan, dan keterasingan memilik dampak bagi manusia pada umumnya karena menciptakan dehumanisasi antar individu. Keteraasingan dalam pandangan Marx, adalah kondisi dimana buruh (tenaga kerja) dan barang (hasil produksi) merupakan objek yang menjadi bukan bagian dari kepemilikan buruh, namun dimiliki oleh orang lain (baik tenaga maupun barang), dalam konteks ini adalah kaum kapitalis.

Oleh karena itu, semakin banyak dan semakin besar produksi yang dilakukan oleh sebuah pabrik, maka akan sejalan dengan semakin besarnya dehumanisasi yang dilakukan oleh pabrik tersebut (koersif). Marx memandang, dalam kondisi alaminya, manusia adalah makhluk yang bebas, manusia bebas sama seperti halnya hewan, yaitu kebebasan yang hanya didapatkan pada fungsi makan, minum dan memiliki keturunan. Sementara dalam fungsi kerjanya, oleh kondisi kapitalisme manusia direduksi menjadi binatang, manusia akan dipaksa dan diambil tenaganya untuk terus bekerja dengan upah minimum yang didapatkannya. Oleh karena kondisi tersebut, Marx melihat binatang dalam dirinya (manusia) menjadi manusia dan manusia di dalam dirinya menjadi hewan. Terdapat tiga dimensi keterasingan menurut Karl Marx, Pertama, Keterasingan manusia dari alam; yaitu kondisi dimana manusia mengalami keterasingan dari alam sosialnya. Kedua, Keterasingan dari manusia atau sesama pekerja; dimana manusia mengalami keterasingan dari produk karyanya yang dihasilkan dalam prose spengerjaannya dimana hasil produksi tersebut dijual ke orang lain. Ketiga, Keterasingan dari dirinya sendiri; ia harus melakukan bukan untuk kepuasan kebutuhan, tapi untuk kepuasan kebutuhan orang lain. Meskipun demikian, Karl Marx juga mengemukakan pikirannya mengenai cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan keterasingan tersebut, alienasi (keterasingan) dapat dihilangkan salah satu caranya dengan menghapuskan semua hubungan property kepemilikan pribadi. Penghapusan tersebut juga dapat menghilangkan hubungan antara kaum proletar dengan kaum borjuis. Dalam kondisi tersebut, manusia diharapkan mampu untuk kembali kepada hakikat dirinya masing-masing sebagai makhluk sosial (manusia yang sesungguhnya).

Dialektika Marxisme

Marx menerapkan dialektika melalui teori alienasi untuk menjelaskan kondisi material kehidupan. Perbedaan antara Marx dengan Hegel dalam memandang dan menerapkan metode dialektika adalah, dimana Hegel telah menerapkan metode dialektis dalam domain ide, sedangkan Marx menerapkan dialektika menjelaskan kondisi material kehidupan. Oleh karena itu, Teori Marxian lebih menekankan pada aspek yang berkenaan mengenai masyarakat dan sejarah yang sering disebut dengan Dialektis Materialisme. Dialektika materialism Marxisme yang dikembangkan oleh Engels memiliki tiga dimensi, Pertama, Hukum transformasi dari kuantitas menjadi kualitas (situasi revolusioner). Kedua, Hukum kesatuan yang bertentangan (kontradiksi). Ketiga, Hukum negasi dari negasi (tesis-antitesis dan sintesis). Keempat, Marx menyatakan bahwa material dan ideal tidak hanya berbeda tetapi berlawanan dan material adalah yang utama dan pikiran (ide) adalah sekunder.

Teori Materialisme Sejarah Karl Marx

       Pandangan analisa perubahan sejarah Marx adalah faktor materi atau ekonomi, bahwa produksi barang dan jasa yang meniang kehidupan manusia serta pertukaran barang dan jasa merupakan dasar dari segara proses dan lembaga sosial dan faktor ini yang terpenting sebagai dasar atau landasan untuk membangun suprastruktur kebudayaan, perundanga-undangan, dan pemerintahan yang diperkuat dengan berbagai aspek lainnya seperti ideology politik, agama, dan lain sebagainya. Harapan Marx terbesar adalah masyarakat yang menuju pada keadilan dan mencapai kebebasan bagi manusia seluruhnya. Akan tetapi disisi lain, Marx sendiri menentang paham kebebasan yang diahami oleh liberalism dan individualism yang didukung oleh para filsuf Inggris dan Prancis. Selama masyarakat masih terkotak-kotak, maka paham kebebasan dan individualism yang adala adalah sebuah dalih untuk menutupi sistem yang menindas.

      Kebebasan yang sesungguhnya hanya dimiiki dan dirasakan oleh kelompok kelas masyarakat yang memiliki alat produksi, sedangkan pada golongan kelas masyarakat pekerja yang mereka rasakan hanyalah sebuah kebebasan semu. Keprihatinan Marx sebagai filsuf humanis adalah dalam menemukan cara untuk menghapus alienasi dan mengemansipasi asyarakat seluruhnya. Yaitu sebuah istilah yang meminjam istilah dari Immanuel Kant mengenai Katagorikal Imperatif. Hal inilah yang kemudian mendasari seluruh sistem filsafat Karl Marx yang disebut sebagai materialism sejarah. Materialisme sejarah sendiri lebih merujuuk pada sebuah paham dari materialism itu sendiri. Sebagaimana Marx mendefinisikan materialism sebagai kegiatan dasar manusia yaitu kerja sosial bukan pikirannya, yang mana objek indrawi harus dipahami sebagai kerja atau produksi. Sedangkan sejarah mengacu pada proses dialektis dari proses, yang mana bagi Marx sendiri sejarah bukanlah proses perwujudan diri roh, melainkan sebuah bentuk perjuangan kelas untuk mewujudkan dirinya mencapai kebebasan. Materialisme dapat diartikan sebagai pekerjaan jasmaniah atau produksi kebutuhan material manusia mendasari perkembangan kehidupan masyarakat. Tesis dan antitesisnya menyangkut kontradiksi-kontradiksi di dalam hidup bermasyarakat khususnya dalam kegiatan ekonomi dan produksi. Sintesis akan dicapai dalam bentuk penghapusan alienasi, yaitu manakala hak milik dihapus dan masyarakat tanpa kelas diwujudkan.

       Pandangan tersebut dapat dijelaskan melalu sbuah penjelasan berdasarkan pada asas materialism Marx yang mengandaikan bahwa kesadaran tidak menetukan realistas, melainkan sebaliknya yaitu realitaslah materialism yang menetukan kesadaran. Dengan kata lain, bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaannya, melainkan keberadaan sosial manusia itulah yang menentukan keberadaannya. Realistas materialism adalah sebuah cara dimana produksi barang material dalam kegiatan kerja. Perbedaan cara produksi akan menghasilkan perbedaan kesadaran, degan demikian, jika masyarakat diibaratkan sebagai sebuah bangunan, maka kegiatan ekonomi tersebut menjadi pondasi dasarnya dan pikiran atau kesadaran manusia di dalamnya hanyalah sebuah bangunan di atasnya.

       Jikalau sistem ekonomi berubah, maka kesadaran manusia jug aakan berubah. Yang mana masuk dalam cakupan basis tersebut adalah kekuatan-kekuatan produktif  seperti alat-alat kerja, pekerja, pengalaman atau teknologi dan dengan hubungan-hubungan produksi (antar pekerja atau dengan pemilik modal). Karena bagi Karl Marx, sebuah cita (the idea) merupakan tidaklah lain dari dunia nyata (material world) yang direfleksikan oleh pikiran manusia dan dipindahkan menjadi buah pikiran. Bagi Marx, materi adalah hal yang utama, karena manusia berfikir karena mereka hidup atau manusia harus hidup agar manusia tersebut dapat berpikir. Dan hidup adalah masalah perut, yang menurut Jacob Moleschott (1822-1893 yang mengatakan bahwa tanpa fosfor, pikiran tidak ada. Oleh keran itu, meurut Marx yang mengubah sejarah itu bukanlah pikiran, melainkan cara produksi.

       Hubungan produksi tidaklah lain adalah sebuah hubungan antara hak milik dengan kekuasaan yang cenderung konservatif. Kontradiksi tersebu secara berlahan akan sulit di atasi sehingga terjadilah apa yang disebut sebagai revolusi. Mar menjelaskan, bahwa sejarah akan terus berlangsung melalui loncaan-loncatan dialektis. Yang mana sejarah semua masyarakat, sampai hari ini adalah sejarah perjuangan kelas. Perjuangan kelas menjadi sebuah sifat yang permanen dan merupakan bagian dari inheren dalam kehidupan sosial. Perjaungan tersebut sudah terjadi sejak awal munculnya kelas sosial dalam masyarakat kuno. Proposisi Marx lainny ajug amemandang bahwa dalam sejarah perkembangan masyarakat akan terus terjadi polarisasi suatu kelas hanya ada dalam posisi bertentangan dengan kelas lainnya, yaitu antara kelas penindas dan kelas yang ditindas. Masyarakat akan mengalami perpecahan dan kemudian membentuk dua blok kelas yang saling bertentangan yaitu kelas borjuis dengan kelas proletar. Kelas borjusi lebih diartiken sebagai kelas yang menguasai alat dan faktor produksi sedangkan kelas proletar adalah kelas yang mengadaikan tenaganya untuk bekerja pada kelas borjuis. Kepemilikan alat-alat produksi industri telah memegang peranan penting atau menjadi kunci utama. Masyarakt kelas borjuis tidak hanya menentukan tujuan ekonomi dari masyarakat, namun secar apolitik juga menguasai dan mempertahankan ideologi tersebut.

       Dalam Sosialisme terdapat dua pandnagan berbeda terkait dengan materialism historis, dua perbedan tersebut adalah antara Utopis dan Ilmiah, materialisme historis sebagai teori menyatakan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat sebagai penyebab utama yang menentukan seluruh perjalanan sejarah manusiaDalam hal ini, materialism sejarah memandang bahwa seluruh perjalanan sejarah manusia dijelaskan dalam hal perubahan yang terjadi pada mode produksi dan pertukaran. Komunisme primitif dijelaskan sebagai sebuah modus produksi yang telah melewati tiga tahap produksi: perbudakan, feodalisme dan kapitalisme dan pembagian konsekuen masyarakat ke dalam kelas yang berbeda (budak-tuanr, budak-baron dan proletariat-kapitalis) dan perjuangan kelas-kelas ini terhadap satu sama lain. Teori materialisme historis yang terkandung dalam Preface to a Contribution to the Critique of Political Economy mengambbarkan sebuah struktur ekonomi masyarakat, didasari oleh hubungan produksinya adalah dasar yang nyata dari masyarakat. Sebuah dasar yang naik menjadi sebuah super-struktur hukum dan politik . Seiring dengan itu, hubungan masyarakat dari produksi sendiri sesuai dengan tahap perkembangan kekuatan produktif materialnya. Dengan demikian, cara produksi dan sumber material menentukan proses kehidupan sosial, politik dan intelektual masyarakat pada umumnya. Terdapat kontradiksi antara kekuatan produksi dan hubungan produksi membagi masyarakat ke dalam kelas. Interpretasi materialis Marx tentang sejarah menjelaskan jalan umum sejarah manusia dalam hal pertumbuhan kekuatan produktif. Kekuatan produktif, terdiri dari alat-alat produksi (mesin, peralatan, dan pabrik) dan tenaga kerja. Asiatic Mode of Production, Bukan hanya sebagai tujuan ekonomi, namun juga dibutuhkan sebagai kekuatan mediasi untuk memunculkan kesadaran manusia tentang keberadaannya sebagai manusia seutuhnya (tidak dipengaruhi faktor produksi).

      Bagi Marx yang ideal adalah dunia material yang tercermin pada pikiran manusia dan diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk pikiran, yang mana dalam hal ini struktur politik mencerminkan kondisi sosial-ekonomi. Marx melihat manusia ada sebagai pembentuk alam  dan keberadaannya. Sedangkan menurut Feuerbach manusia adalah naturalises, Marx humanises nature. Dialektis penciptaan kepuasan manusia merupakan  hidangan utama yang diproduksi dari perkembangan sejarah perjalanan manusia.  Terdapat dua bentuk nteraksi yang membentuk manusia dari dua arah: manusia membentuk sifat dan juga dibentuk oleh alam.

Teori Pertentangan Kelas Marx

      Pemahaman konsep “kelas” adalah pusat pemahaman dari filsafat Marxis. Kriteria kelas seseorang adalah dinilai melalui kepemilikan (atau kontrol) dari alat-alat produksi (tanah, modal, mesin & teknologi). Mereka yang memiliki atau mengontrol alat-alat produksi merupakan kaum borjuis (penghisap), dan mereka yang memiliki hanya tenaga untuk kerja merupakan kaum proletar (dieksploitasi). Hilangnya perbedaan kelas tergantung pada hilangnya properti sebagai faktor yang menentukan status. Dalam Manifesto Komunis Marx- Engels mengatakan: “Sejarah semua masyarakat yang ada, sampai sekarang adalah sejarah perjuangan kelas”. Pembagian kerja adalah sumber utama dari sejarah munculnya kelas dan antagonisme kelas. Menurut Marx, alasan eksistensi negara adalah untuk membela kepentingan kaum borjuis

Teori Nilai Lebih

       Teori nilai lebih berbicara mengenai bagaimana pengambilalihan nilai lebih yang dilakukan oleh kaum borjuis dari tenaga kerja kaum proletariat. Teori nilai lebih berakar pada teori nilai kerja dikemukakan oleh Ricardo dan ekonom klasik. Teori nilai kerja menyatakan bahwa tenaga kerja yang dikeluarkan oleh buruh dalam produksi komoditas adalah satu-satunya kriteria untuk menentukan nilainya. Mislakan untuk memproduksi sebuah rokok dalam satu jam normalnya memproduksi 100 batang, namun dengan tenaga yang dimiliki buruh, kaum borjuis dapat memproduksi lebih hingga 1000 batang, selisih sari jumlah produksi inilah yang kemudian menjadi nilia lebih. Atau seperti halnya, upah seorang buruh pabrik rokok, yang hanya mendapatkan sekitar 25 rupiah, dari harga rokok perbatang. Misalkan harga satu rokok adalah 1500 rupiah, maka buruh hanya mendapatkan 25 rupiah dari 1500 rupiah tersebut. Jika dalam satu bungkus rokok terdapat 12 batang, maka 25 rupiah dikali 12 batang, atau hanya mendapatkan sekitar 300 rupiah dari satu bungkus rokok isi 12 batang. Selisihnya adalah nilai yang didapatkan oleh pemilik faktor produksi.

Teori Revolusi

        Menurut marx, penyebab dasar revolusi adalah pemisahan yang timbul antara hubungan produksi dan alat-alat produksi. Mereka (buruh) secara terbuka menyatakan bahwa tujuan mereka (revolusi) hanya dapat dicapai dengan penggulingan paksa dari tatanan kapitalis secara keseluruhan. Keberadaan kelas hanya terikat dengan fase tertentu dalam pengembangan produksi; Perjuangan kelas tentu mengarah pada kediktatoran proletariat; Kediktatoran ini (proletariat) sendiri hanya merupakan transisi ke penghapusan semua kelas yang mengarah ke pembentukan masyarakat tanpa kelas. Langkah pertama dalam revolusi kelas buruh yang akan mengangkat proletariat menjadi posisi kelas penguasa. Fase transisi dari kapitalisme ke sosialisme dan komunisme. Komunisme dijelaskan oleh Marx sebagai bentuk masyarakat kaum proletar yang akan membawa perjuangan revolusioner. Dalam Manifesto Komunis Marx dan Engels berpendapat bahwa komunis tidak memiliki kepentingan terpisah dan terlepas dari kepentingan semua proletariat. Economic dan Philosophical Manuscripts didefinisikan sebagai penghapusan positif dari milik pribadi. Hal ini juga mensyaratkan penghapusan kelas dan penghapusan pembagian kerja. Dalam hal politik komunisme akan menjadi negara pertama dalam sejarah umat manusia untuk menggunakan kekuasaan politik untuk kepentingan umum bukan kepentingan partisan, 1) Faktor produksi dikuasai masyarakat keseluruhan, 2) Mendapat upah sesuai dengan pekerjaannya, 3) Bekerja sesuai dengan kemampuannya, 4) Hilangnya pembagian kerja dan struktur kelas. Ranah kebebasan akan dimulai hanya dalam waktu luang. Dengan demikian, pekerjaan akan terus menjadi kewajiban bahkan dalam masyarakat komunis.


Sumber:

https://kelasips.co.id/

Mengenal Kucing Ras Sphynx

Mengenal Kucing Ras Sphynx

Mengenal Kucing Ras Sphynx

Mengenal Kucing Ras Sphynx

Kucing Ras Sphynx (dahulu bernama Canadian hairless) adalah ras dengan kucing yang mempunyai bulu pendek atau sedikit sekali. Bulu kucing tersebut sangat halus seperti lapisan tipis pada kulit. Ras ini dihasilkan dari kucing-kucing yang mengalami mutasi genetik. Jumlah kucing ras ini juga  masih sangat terbatas.

Sejarah

Selama beberapa ratus tahun terakhir, kucing tanpa bulu secara spontan terlahir dari kucing-kucing domestik berbulu pendek. Mutasi alamiah  ini terjadi secara spontan. Kucing-kucing yang mengalami mutasi ini ditemukan di beberapa tempat seperti Kanada, Perancis, Maroko, Meksiko, Rusia, Australia dan Amerika. Tetapi kucing-kucing tersebut tidak pernah dikembangkan menjadi satu ras khusus dan sebagian besar mati akibat kurangnya perawatan atau karena berbagai masalah pengembangbiakan.

Pada tahun 1960 sepasang kucing lokal Kanada yang berbulu pendek melahirkan anak-anak tanpa bulu. Sejak saat itulah program pengembangbiakan kucing-kucing tanpa bulu tersebut dimulai. Pada tahun 1970 Cat Fanciers Association (CFA) memberikan status kucing tersebut sebagai  Ras “Canadian hairless”. Tetapi setahun kemudian CFA menarik kembali keputusannya karena ada masalah kesehatan dan perkembangbiakan ras tersebut. Pada saat itu gen yang berhubungan dengan ketiadaan bulu dianggap mematikan (letal). Akhirnya kucing-kucing dan keturunannya tersebut menjadi punah.

Pada tahun 1975, pemilik sebuah pertanian di Minnesota bernama Milt dan Ethelyn, mempunyai seekor anak kucing tanpa bulu yang lahir dari kucing normal di pertanian mereka yang bernama Jezabelle. Tahun berikutnya kembali lahir kucing tanpa bulu dari Jezabelle. Kedua anak kucing ini diberi nama Epidermis dan Dermis. Dermis dan Epidermis dibeli olah seorang breeder kucing dari Oregon bernama Kim Mueske. Keturunan Dermis dan Epidermis disebut sebagai garis keturunan Pearson

Sementara itu seorang breeder lain dari Minnesota yang bernama Georgiana Gattenby juga mencoba mengembangkan ras kucing tanpa bulu dari induk lain bernama Pearson yang juga menghasilkan anak tanpa bulu. Ia mengawinkan kucing-kucing tersebut dengan ras Devon Rex untuk memperkuat sifat-sifat genetiknya. Keturunan kucing-kucing ini terbukti sehat dan diberi nama Sphynx. Nama tersebut diambil dari Sphinx besar yang ada di Giza, Mesir.

Tahun 1978, seorang breeder kucing di Kanada bernama Shirley Smith menyelamatkan seekor kucing jantan, tanpa bulu yang diberi nama Bambi. Bambi kemudian dikebiri (steril) dan dipelihara sebagai kucing kesayangan. Setahun kemudian induk Bambi melahirkan dua ekor kucing tanpa bulu yang diberi nama Punkie dan Paloma. Pada tahun 1983, Smith mengirimkan Punkie dan Paloma kepada Dr. Hernandez di Belanda untuk dikembangbiakkan. Dr. Hernandez juga mengawinkan  kedua kucing tersebut dengan kucing Ras Devon Rex. Ia juga menemukan fakta bahwa gen tanpa bulu lebih dominan dari pada gen bulu keriting seperti pada ras Devon Rex, tetapi resesif terhadap gen berbulu pada kucing normal.

Kucing-kucing keturunan  Punkie, Paloma dan Pearson (Dermis dan Epidermis) inilah  yang kemudian menjadi dasar pengembangan Ras Sphynx. Keempat kucing itulah yang menjadi nenek moyang  sebagian besar Kucing Sphynx yang ada saat ini.

CFA mulai menerima registrasi Ras sphynx pada tahun 1998 dan pada tahun 2000 telah terdaftar 120 ekor kucing ras Sphynx di CFA.

Bentuk dan Ciri Kucing Sphynx

Panjang badan sedang, tegap dan membulat didaerah perut seperti tabung serta dada lebar. Kepalanya lebih panjang dibanding lebarnya dan berbentuk segitiga. Dahinya rata dan tulang pipi menonjol, hidung pendek dengan lekukan yang jelas atau hanya sedikit lekukan. Dagu tegas dan sedikit kumis, pendek atau sama sekali tanpa kumis.
Telinganya besar, lebar pada bagian bawah dan berdiri tegak, bagian dalam telinga tidak berbulu. Mata berbentuk bulat lemon dengan ujung bagian luar mengarah ketelinga dan terbuka lebar, semua warna mata diakui dan tidak perlu sesuai dengan warna bulu. Leher panjang, bulat dan berotot.
Kaki panjang dan proposional dengan ukuran tubuh, kaki depan lebih ramping dan lebih pendek dari kaki belakang, jari kaki panjang dengan telapak kaki tebal. Ekor panjang dan berbentuk cambuk, diujung ekor ditemui sedikit bulu menyerupai ekor singa. Kulit seluruh tubuh dengan sedikit bulu bertekstur sangat halus, berkerut dibagian kepala, badan dan kaki. Pada anak kucing jumlah kerutan pada kepala dan kulit lebih banyak.

Asyiknya Berkeliling Chiang Mai dengan Songthaew

Asyiknya Berkeliling Chiang Mai dengan Songthaew

Asyiknya Berkeliling Chiang Mai dengan Songthaew

Asyiknya Berkeliling Chiang Mai dengan Songthaew

Ke Chiang Mai, Thailand

asyiknya berkeliling kota dengan transportasi khas daerah. Inilah Songthaew, dijamin seru!

Hari pertama di Chiang Mai diisi dengan kunjungan ke beberapa ikon Chiang Mai. Karena lokasinya yang berjauhan dan untuk menghemat waktu saya menyewa mobil dengan menggunakan aplikasi. Ternyata mobil yang saya sewa berbentuk songthaew, kendaraaan umum berpenumpang 8 orang. Karena saya menyewa jadi songthaew ini tidak akan berhenti untuk mengambil penumpang lain. Tujuan awal hanya untuk mengantar saya ke istana Bhubing namun setelah bernegosiasi dengan penambahan biaya sewa akhirnya disepakati saya akan diantar ke beberapa tempat yang searah dan akan diantar kembali ke tempat saya menginap.

Tujuan pertama adalah Bhubing Palace

yamg merupakan istana musim dingin yang masih digunakan oleh keluarga kerajaan sampai saat ini. Untuk masuk ke kawasan istana ini dikenakan tiket masuk. Sayang, pengunjung tidak dapat masuk ke istana ini. Selain istana, di tempat ini juga terdapat perkebunan bunga anggrek. Aneka macam bunga anggrek dapat dijumpai disini. Cuaca sangat cerah sehingga indahnya bunga dengan aneka jenis dan warna dapat terlihat jelas. Berjalan lebih jauh akan ditemui kolam air mancur. Kawasan istana ini semakin asri dengan dilengkapi hutan dalam skala kecil  Di luar gerbang masuk istana terdapat kios-kios yang menjajakan aneka macam suvenir termasuk pakaian wanita khas suku Hmong. Saran saya, jika tertarik membeli sesuatu disini, langsung ditawar saja karena belum tentu di tempat lain ada barang yang sama seperti yang diinginkan disini.

Puas berkeliling istana Bhubing

perjalanan dilanjutkan ke Wat Phra That Doi Suthep, kuil yang dibangun pada sekitar akhir tahun 1300an. Orang bilang belum sah mengunjungi Chiang Mai jika belum menginjakkan kaki di Wat Phra That Doi Suthep. Jika hanya sampai anak tanggak terakhir, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Namun untuk masuk ke kuil utama dimana terdapat pagoda berwarna emas, pengunjung diharuskan untuk membeli tiket masuk. Untuk mencapai pagoda berwarna emas yang berada di puncak kuil, pengunjung harus menaiki 309 anak tangga dan untuk masuk ke area pagoda diharuskan berpakaian sopan dan melepas alas kaki. Dari atas kuil ini jika cuaca cerah dapat terlihat kota Chiang Mai. Saat saya datang, terlihat beberapa pengunjung dan bhiksu sedang beribadah. Jika saat berkunjung ke istana Bhubing cuaca sangat cerah, maka di kuil ini tidak lama setelah saya sampai hujan turun cukup deras.

Tujuan terakhir di hari ini adalah mengunjungi Wat Umong yang merupakan kuil yang berada dibawah tanah. Jika untuk menuju istana Bhubing dan Wat Phra That Doi Suthep ada kendaraan umum berupa songthaew dari pusat kota Chiang Mai ke tempat-tempat tersebut, maka untuk ke Wat Umong saya tidak melihat kendaraan umum lalu lalang di sekitar kuil.

Kuil ini terletak di dalam kompleks universitas Chiang Mai. Tidak dikenakan biaya untuk masuk ke kuil ini. Suasana disekitar kuil sangat sepi. Pun sangat sedikit pengunjung yang datang. Setelah berkeliling di dalam Wat Umong, saya pun mengakhiri perjalanan dan diantar menuju penginapan. Sesampainya di Wat Umong hujan masih turun walaupun sudah reda dan benar-benar berhenti saat perjalanan pulang.

Dengan jadwal yang padat dan cuaca yang berubah secara drastis dari panas ke hujan, pastinya badan akan tentan masuk angin. Untuk mengatasi masuk angin terlebih saat jalan-jalan atau berlibur saya selalu mengkonsumsi Tolak Angin. Terkadang saya mengkonsumsi lebih dari 1 sachet dalam satu hari jika diperlukan.

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Desinfeksi dan Dekontaminasi

Pengertian Desinfeksi dan Dekontaminasi

Pengertian Desinfeksi dan Dekontaminasi

Pengertian Desinfeksi dan Dekontaminasi

Desinfeksi

adalah menghancurkan atau membunuh kebanyakan organisme patogen pada benda atau instrumen dengan menggunakan campuran zat kimia cair. Hasil proses desinfeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor:
  1. Beban organik (beban biologis) yang dijumpai pada benda.
  2. Tipe dan tingkat kontaminasi mikroba.
  3. Pembersihan/dekontaminasi benda sbelumnya.
  4. Konsentrasi desinfektan dan waktu pajanan
  5. Struktur fisik benda
  6. Suhu dan PH dari proses desinfeksi
Dekontaminasi aritnya adalah membuang semua material yang tampak (debu, kotoran) pada benda, lingkungan, permukaan kulit dengan menggunakan sabun, air dan gesekan.

Tujuan prosedur dekontaminasi: 

  1. Untuk mencegah penyebaran infeksi melalui peralatan pasien atau permukaan lingkungan.
  2. Untuk membuang kotoran yang tampak.
  3. Untuk membuang kotoran yang tidak terlihat (Mikroorganisme).
  4. Untuk menyiapkan semua permukaan untuk kontak langsung dengan alat pensteril atau desinfektan.
  5. Untuk melindungi personal dan pasien. 

Terdapat 3 tingkat desinfeksi:

Desinfeksi tingkat tinggi yaitu membunuh semua organisme dengan perkecualian spora bakteri. Desinfeksi tingkat sedang yakni membunuh bakteri kebanyakan jamur kecuali spora bakteri. Desinfeksi tingkat rendah yaitu membunuh kebanyakan bakteri beberapa virus dan beberapa jamur tetapi tidak dapat membunuh mikroorganisme yang resisten seperti basil tuberkel dan spora bakteri.