Archive January 2020

ETIKA DALAM PRAKTIK AUDITING

ETIKA DALAM PRAKTIK AUDITING

ETIKA DALAM PRAKTIK AUDITING

Auditing adalah suatu proses sistematis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti-bukti secara obyektif mengenai asersi-asersi tentang berbagai tindakan dan kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan dan menyampaikan hasilnya kepada para pemakai yang berkepentingan.  Dilihat dari sisi untuk siapa audit dilaksanakan, auditing dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
  1. Auditing ekternal, adalah pemberian jasa audit untuk memenuhi kebutuhan informasi untuk pihak luar perusahaan yang diaudit dengan independen.
  2. Auditing internal adalah pengukuran dan pengevaluasian efektivitas organisasi. Auditor yang melakukan audit internal disebut dengan auditor internal dan merupakan karyawan organisasi tersebut.
  3. Auditing sektor publik, merupakan kontrol atas organisasi pemerintah yang memberikan jasanya kepada masyarakat, seperti pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi Standar Profesional Akuntan Publik merupakan standar auditing yang menjadi kriteria atau pedoman kerja minimum yang memiliki kekuatan hukum bagi para auditor dalam menjalankan tanggung jawab profesionalnya. Dalam SPAP ada enam tipe standar yang dikodifikasikan, yaitu:

1. Standar Auditing, merupakan panduan audit atas laporan keuangan historis dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). PSA berisi ketentuan-ketentuan dan panduan utama yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam melaksanakan perikatan audit. Standar auditing terdiri dari tiga bagian, yaitu:
a. Standar Umum, yaitu bagian yang mengatur tentang mutu profesional auditor independen atau persyaratan pribadi auditor.
b. Standar Pekerjaan Lapangan, yaitu bagian yang mengatur mengenai pertimbangan-pertimbangan yang harus digunakan dalam pelaksanaan audit.
c. Standar Pelaporan, yaitu bagian yang mengatur tentang pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam penyusunan laporan audit.
2. Standar Atestasi, memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup tingkat keyakinan tertinggi yang diberikan dalam jasa audit atas laporan keuangan historis, pemeriksaan atas laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan atestasi lain yang memberikan keyakinan yang lebih rendah (review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati).
3. Standar Jasa Akuntansi dan Review, memberikan rerangka untuk fungsi nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review).
4. Standar Jasa Konsultasi, memberikan panduan bagi praktisi yang memberikan jasa konsultasi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik. Jasa konsultasi pada hakikatnya berbeda dari jasa atestasi akuntan publik terhadap asersi pihak ketiga. Dalam jasa atestasi, para praktisi menyajikan suatu kesimpulan mengenai keandalan suatu asersi tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain, yaitu pembuat asersi.
5. Standar Pengendalian Mutu, memberikan panduan bagi kantor akuntan publik didalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh Dewan.
Kualitas audit diimplementasikan dengan ketaatan auditor terhadap kode etik, yang terefleksikan oleh sikap independensi, objektivitas, integritas. Independensi dalam audit berarti cara pandang yang tidak memihak di dalam pelaksanaan pengujian, evaluasi hasil pemeriksaan, dan penyusunan laporan audit. Selain itu auditor di dalam menjalankan tugasnya harus dapat mempertahankan integritas dan objektivitas. Harus bebas dari masalah benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor salah saji material (material misstatement) yang diketahuinya atau mengalihkan pertimbangannya kepada pihak lain.
Profesi akuntan publik mewujudkan perilaku profesionalnya dengan melaksanakan etika profesi yang talah ditetapkan oleh IAI dan IAPI. Kode etik profesi diperlukan karena alasan-alasan berikut :
  1. Kebutuhan akan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas jasa yang diberikan.
  2. Masyarakat tidak dapat diharapkan mampu menilai kualitas jasa yang diberikan oleh profesi
  3. Meningkatnya kompetisi di antara anggota profesi

Prinsip Etika Profesi

Prinsip Etika Profesi

Prinsip Etika Profesi

Prinsip Etika Profesi

Prinsip Etika Profesi

Keanggotaan dalam Ikatan Akuntan Indonesia bersifat sukarela, Dengan menjadi anggota, seorang akuntan mempunyai kewajiban untuk menjaga disiplin diri di atas dan melebihi yang disyaratkan oleh hukum clan peraturan.  Prinsip Etika Profesi dalam Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan pengakuan profesi akan tanggungjawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip ini memandu anggota dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya dan merupakan landasan dasar perilaku etika dan perilaku profesionalnya. Prinsip ini meminta komitmen untuk berperilaku terhormat, bahkan dengan pengorbanan keuntungan pribadi.  Prinsip-prinsip berikut adalah: Keuntungan dan Kekurangan Kultur Jaringan
Prinsip Pertama – Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan professional dalam semua kegiatan yang harus dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peranan tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sarna dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat, dan menjalankan tanggung-jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.
Prinsip Kedua – Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan  komitmen atas profesionalisme.
Prinsip Ketiga – Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
Prinsip Keempat – Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
Prinsip Kelima – Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan professional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa professional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi, dan teknik yang paling mutakhir.
Prinsip Keenam – Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa professional dan tidak boleh memakai atau menggungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban professional atau hukum untuk mengungkapkan.
Prinsip Ketujuh – Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
Prinsip Kedelapan – Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa professional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan hati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan objektivitas. Standar teknis dan standar profesional yang hams ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh lkatan Akuntan Indonesia, International Federation of Accountants, badan pengatur, dan peraturan perundang-undangan yang relevan.

Financial Accounting Standards Board (FASB)

Financial Accounting Standards Board (FASB)

Financial Accounting Standards Board (FASB)

Misi organisasi ini adalah membentuk dan memperbaiki standar-standar akuntansi serta pelaporan keuangan dalam rangka membimbing dan mendidik publik, yang meliputi emiten, auditor, serta pemakai informasi keuangan. Beberapa perbedaan signifikan antara FASB sendiri dengan pendahulunya, APB:
1. Ukuran yang lebih kecil
2. Keanggotaan Penuh-Waktu, Bergaji
3. Otonomi yang lebih besar,
4. Independensi yang Lebih Tinggi,
5. Representasi yang Lebih Luas.
FASB menggunakan standar akuntansi keuangan (finansial accounting standards) dalam ketetapannya. Jenis-jenis ketetapan utama yang dikeluarkan FASB adalah: Peranan Bryophytha : Ciri, Reproduksi, Klasifikasi
1. Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf
Standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh FASB dipandang sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Interprestasi (interpretation) yang dikeluarkan oleh FASB merupakan modifikasi atau perluasan dari standar-standar yang ada. Terakhir FASB menerbitkan posisi staf, yang memberikan pedoman interpretif dan juga perubahan kecil terhadap standar dan interpretasi.
2. Konsep Akuntansi Keuangan
Sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menyingkir dari pendekatan masalah permasalah, FASB pada bulan November 1978 menerbitkan serangkaian Statement of Financial Accounting Concepts sebagai bagian dari proyek kerangka kerja konseptualnya. SFAC menetapkan tujuan dan konsep fundamental yang akan digunakan FASB dalam mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan di masa depan.
3. Pernyataan EITF (Emerging Issues Task Force Statements)
Adapun tujuan dari gugus tugas ini adalah untuk menciptakan konsensus tentang bagaimana memperlakukan transaksi keuangan baru dan tidak biasa yang berpotensi menimbulkan praktek-praktek pelaporan keuangan yang berbeda.

Kebutuhan untuk Membuat Standar

Kebutuhan untuk Membuat Standar

Kebutuhan untuk Membuat Standar

Kebutuhan untuk Membuat Standar

Kebutuhan untuk Membuat Standar

Kontroversi utama dalam penetapan standar akuntansi adalah “Peraturan siapa yang harus dipatuhi, dan apa peraturannya?” Jawaban atas pertanyaan ini tidaklah jelas karena pemakai laporan akuntansi keuangan memiliki kebutuhan yang beragam terhadap berbagai jenis informasi. Untuk memenuhi kebutuhan ini, dan untuk memenuhi tanggung jawab pelaporan fidusiari, disajikan laporan keuangan bertujuan-umum. Sebagai akibatnya, profesi akuntansi berupaya mengembangkan seperangkat standar yang dapat diterima umum dan dipraktekkan secara universal. Seperangkat standar dan prosedur umum ini dinamakan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (generally accepted accounting principles- GAAP).
Pihak-pihak yang Terlibat dalam Penetapan Standar
Empat organisasi yang berperan besar dalam pengembangan standar akuntansi keuangan (GAAP) di A.S. adalah sebagai berikut:
1. Securities and Exchange Commision (SEC)
Dibentuknya SEC untuk membantu mengembangkan dan menstandardisasi informasi keuangan yang disajikan kepada pemegang saham. SEC menjalankan Securities Exchange Act tahun 1934 dan beberapa undang-undang lainnya. SEC memiliki kekuasaan yang luas unutuk menentukan, dengan tingkat rincian yang diinginkannya, praktek dan standar akuntansi yang harus dipakai oleh perusahaan yang berada dibawah yuridiksinya. SEC mewajibkan perusahaan yang menyampaikan laporan registrasi untuk mematuhi GAAP.
 
2. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) yaitu organisasi profesi nasional dari Certified Public Accountant (CPA), memiliki peran penting dalam pengembangan GAAP. Berbagai komite dan dewan yang dibentuk sejak berdirinya AICPA telah memberi kontribusi terhadap upaya ini antara lain: Committee on Accounting Procedure, Accounting Principles Board dengan tujuan utamanya yaitu:
1. Mengajukan rekomendasi prinsip akuntansi secara tertulis,
2. Menentukan praktek akuntansi yang tepat,
3. Mempersempit area perbedaan serta ketidakkonsistenan dalam praktek.

Tujuan Pelaporan Keuangan

Tujuan Pelaporan Keuangan

Tujuan Pelaporan Keuangan

Tujuan Pelaporan Keuangan

Tujuan Pelaporan Keuangan

Dalam upaya membangun pondasi bagi akuntansi dan pelaporan keuangan, profesi akuntansi telah mengidentifikasi sekelompok tujuan pelaporan keuangan (objectives of financial reporting) oleh perusahaan bisnis. Pelaporan keuangan harus menyediakan informasi yang :

 

  1. Berguna bagi investor serta kreditor saat ini atau potensial dan para pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa secara rasional.
  2. Membantu investor serta kreditor saat ini atau potensial dan para pemakai lainnya dalam menilai jumlah, penetapan waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas prospektif dari deviden atau bunga dan hasil dari penjualan,  penebusan, atau jatuh tempo sekuritas atau pinjaman.
  3. Dengan jelas menggambarkan sumber daya ekonomi dari sebuah perusahaan, klaim terhadap sumber daya tersebut (kewajiban perusahaaan untuk mentransfer sumber daya ke entitas lainnya dan ekuitas pemilik), dan pengaruh dari transaksi, kejadian, serta situasi yang mengubah sumber daya perusahaan dan klaim pihak lain terhadap sumber daya tersebut.

 

Informasi yang didasarkan atas Akuntansi Akrual umumnya menyediakan indikasi yang lebih baik tentang kemampuan saat ini dan masa depan perusahaan untuk menghasilkan arus kas yang menguntungkan. Tujuan dari Akuntansi Dasar Akrual (accrual basis accounting) adalah untuk menjamin agar perusahaan mencatat kejadian-kejadian yang mengubah laporan keuangan sebuah entitas pada periode terjadinya, bukan pada periode ketika entitas mengeluarkan atau menerima kas. Penggunaan dasar akrual untuk menentukan laba bersih berarti mengakui pendapatan ketika dihasilkan, bukan ketika kas diterima, serta mengakui beban pada saat terjadi, bukan pada saat kas dibayarkan.

Instagram Uji Coba Fitur Donasi di Stories

Instagram Uji Coba Fitur Donasi di Stories

Instagram Uji Coba Fitur Donasi di Stories

Sejak diluncurkan pada awal 2016 stories di Instagram terus memperkaya layanannya

, yang terbaru, Instagram dikabarkan tengan menguji fitur stiker baru bertuliskan donasi, setelah sebelumnya mengenalkan stiker untuk membuat polling.

Dilaporkan The Verge fitur ini mirip dengan fitur donasi milik Facebook.

Seperti diketahui, keduanya berada dalam satu naungan perusahaan yang sama. Facebook telah mengakuisisi Instagram pada April 2012

Nantinya stiker ini memungkinkan pengguna untuk memberikan sumbangan melalui Instagram untuk organisasi nirlaba yang telah dipilih untuk didukung oleh pengguna.

Dijelaskan Instagram, dengan mendekatkan orang-orang dengan hal-hal yang dibutuhkan,

menunjukkan dukungan dan membawa kesadaran kepada komunitas dengan tujuan yang berarti. Dan tujuan ini membawa ke komunitas dan pengguna lain.

Instagram pun mengonfirmasi dan sedang menguji fitur tersebut. Instagram mengharapkan stiker donasi ini diluncurkan secara resmi akhir tahun ini.

 

Baca Juga :

Ini Tanggapan Pengamat Soal Unicorn Alihkan Dana ke Luar Negeri

Ini Tanggapan Pengamat Soal Unicorn Alihkan Dana ke Luar Negeri

Ini Tanggapan Pengamat Soal Unicorn Alihkan Dana ke Luar Negeri

Dalam Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Calon Presiden nomor urut 2

, Prabowo Subianto menyatakan kekhawatiran ketika jumlah Unicorn atau startup dengan valuasi di atas USD 1 miliar makin banyak. Menurut Prabowo, uang yang ada di Indonesia akan dialihkan ke luar negeri. Sebab investor mereka mayoritas berasal dari luar negeri.

Terkait statement Prabowo tersebut, Redaksi Selular.ID meminta tanggapan dari sejumlah pengamat seperti Berly Martawardaya, Direktur Program INDEF dan Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute melalui pesan singkat. Setiap pengamat mengutarakan pendapat masing-masing.

Heru Sutadi sependapat dengan statement Prabowo.

“Saat ini mayoritas Unicorn, kebanyakan memiliki investor dari asing.

Karena membutuhkan modal yang cukup besar. Ini yang mungkin menjadi kekhawatiran Prabowo,” ujar Heru.

Disampaikan Heru, valuasi Unicorn di Indonesia rata-rata mencapai USD 1 miliar atau setara Rp 14 triliun.

“Investasi mereka yang besar saat ini, suatu saat akan dan harus diambil kembali, dengan nilai berlipat. Sebab logikanya, mana ada orang investasi mau rugi. Yang jelas uang investasi bisa kembali dengan keuntungan berlipat,” tegas Heru.

Selain itu, menurut Heru, yang menarik sekarang ini adalah maraknya platform e-commerce. Sejumlah platform e-commerce di Indonesia juga menjadi Unicorn seperti Bukalapak dan Tokopedia.

“Ternyata 90% hingga 93% produk yang dijual di sejumlah platform e-commerce i

tu di impor dari luar negeri. Nah, ini yg perlu diperbaiki ke depannya. Sebab jika tidak, indonesia dapat dikatakan hanya sebagai pasar atau perpanjangan tangan penguasa asing untuk memperluas pasar di Indonesia,” tandas Heru.

Agar ekonomi digital mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 7%, menurut Heru, ekonomi ini harus dibangun sebagai ekonomi kerakyatan.

“Yang penting bagaimana rakyat Indonesia dapat sebesar-besarnya memanfaatkan perkembangan ekonomi digital untuk kesejahteraan rakyat. Tentunya kedepannya masih banyak yang perlu dibenahi,” imbuh Heru.

Sementara Berly Martawardaya, Direktur Program INDEF mengatakan bahwa Unicorn semuanya rugi. Diprediksikan Berly kerugian masih dialami Unicorn dalam 2 sampai 4 tahun kedepan.

“Jadi, tidak ada keuntungan yang bisa dibawa oleh pihak asing dari sejumlah Unicorn di Indonesia,” ucap Berly.

Senada dengan Heru, Berly juga mengatakan bahwa untuk Unicorn e-commerce ada indikasi kuat bahwa kemudahan beli barang online lebih banyak tingkatkan pembelian barang impor dibanding produk dalam negri.

“Untuk Unicorn travel indikasinya bahwa terjadi peningkatan pembelian tiket pesawat dan hotel diluar negeri seiring dengan yang terjadi di dalam negeri. Tapi tidak akurat untuk Unicorn transportasi online. Karena dana investor luar negeri masuk untuk Gojek yang beroperasi di Indonesia dan beberapa negara ASEAN,” tutup Berly.

 

Sumber :

https://poptype.co/tuponur/review-titanium-backup-pro

 

97% Populasi di Indonesia Bisa Nikmati Layanan 4G LTE

97% Populasi di Indonesia Bisa Nikmati Layanan 4G LTE

97% Populasi di Indonesia Bisa Nikmati Layanan 4G LTE

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyelesaikan

pembangunan Palapa Ring Paket Barat dan Tengah. Dalam waktu dekat Palapa Ring Paket Timur juga akan diselesaikan dan dikomersialisasikan oleh pemerintah.

Diharapkan dengan selesai seluruh paket Palapa Ring ini, dapat mempercepat konektivitas broadband di seluruh Indonesia. Khususnya di daerah terdepan terluar dan terpencil yang selama ini belum menikmati layanan broadband.

Merza Fachys, Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengatakan selesainya Palapa Ring Pekat Barat dan Tengah, yang nanti disusul dengan Paket Timur, tentu akan membantu operator telekomunikasi untuk membangun di daerah-daetah yang selama ini enggan digarap oleh operator.

Operator enggan membangun jaringan di daerah 3T dikarenakan mahalnya

pembangunan backbone fiber optic. Padahal backbone fiber optic adalah syarat mutlak untuk mendukung layanan broadband 4G LTE.

“Dengan selesai pembangunan Palapa Ring kami operator yang tergabung dalam ATSI dapat dengan mudah dan cepat melakukan pembangunan di daerah yang selama ini belum terjangkau broadband. Contohnya saja Smartfren yang selama ini belum menjangkau daerah Natuna karena mahalnya membangun infrastruktur backbone. Kini dengan adanya Palapa Ring, bulan Maret nanti Smartfren akan komersialisasi di sana,” kata Merza.

Lebih lanjut disampaikan Merza, dengan adanya Palapa Ring investasi operator

untuk membangun backbone yang selama ini mahal dalam memakan waktu sangat lama, bisa kami dapatkan solusinya.

Saat ini Smartfren sudah menggelar layanan broadband di lebih dari 200 kota kabupaten di Indonesia. Telkomsel sudah mencapai 514 kabupaten kota atau setara dengan 97% dari total populasi. Sementara XL telah melayani 400 Kota kabupaten dengan internet kecepatan tingginya.

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5e18c47b09b5ca4409299731/

 

Pengertian paragraf alinea

Pengertian paragraf alinea

Pengertian paragraf alinea

Pengertian paragraf alinea

Pengertian paragraf alinea

Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.

Fungsi Paragraf :

Dalam sebuah karangan yang utuh, fungsi utama paragraf yaitu :

  • a. untuk menandai pembukaan atau awal ide/gagasan baru,
  • b. sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelumnya, atau
  • c. sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terlebih dahulu.

Unsur-Unsur Paragraf/alinea: Kelebihan dan Kekurangan Desentralisasi Beserta Dampak
Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :

1. Kalimat Pokok
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.

Ciri-Ciri Kalimat Pokok:

  1. Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut.
  2. Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri.
  3. Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.
  4. Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi.

2. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

Ciri-Ciri Kalimat Penjelas:

  1. Merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
  2. Arti kalimat baru jelas setelah dihungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea.
  3. Pembentukkan sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa penghubung atau kata transisi.
  4. Isinya berupa rincian,keterangan,contoh,dan data lain yang bersifat mendukung kalimat topik.

Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik
A. Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan tulisan.
B. Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.

Baca Juga :

Tema,Topik,Judul Dalam Bahasa Indonesia

Tema,Topik,Judul Dalam Bahasa Indonesia

Tema,Topik,Judul Dalam Bahasa Indonesia

Pengertian:

  • merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan.
  • Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Dalam karang mengarang, tema adalah pokok pikiran yang mendasari karangan yang akan disusun. Dalam tulis menulis, tema adalah pokok bahasan yang akan disusun menjadi tulisan. Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu. Menentukan tema berarti menentukan apa masalah sebenarmya yang akan ditulis atau diuraikan oleh penulis.

Syarat Tema yang Baik :
1. Tema menarik perhatian penulis.

Dapat membuat seorang penulis berusaha terus-menerus untuk membuat tulisan atau karangan yang berkaitan dengan tema tersebut.

2. Tema dikenal/diketahui dengan baik.

Maksudnya pengetahuan umum yang berhubungan dengan tema tersebut sudah dimilki oleh penulis supaya lebih mudah dalam penulisan tulisan/karangan.

3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.

Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.

4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.

Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya.

tema dapat dikesan melalui:

1. Perwatakan watak-watak dalam sesebuah cerita.

2. Peristiwa,kisah,suasana dan unsur lain seperti nilai-nilai kemanusian dan kemasyarakatan yang terdapat dalam cerita.

3. Persoalan-persoalan yang disungguhkan dan kemudian mendapatkan pokok persoalannya secara keseluruhan.

4. Plot cerita.

Topik

Pengertian Topik:

  • Topik adalah berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat, dalam tulis menulis bebarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatuartikel.

Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan mempergunakan cara sebagai berikut:
1.Tetapkanlah topik yang akan digarap dalam kedudukan sentral.
2.Mengajukan pertanyaan, apakah topik yang berada dalam kedudukan sentral itu masih dapat dirinci lebih lanjut? Bila dapat, tempatkanlah rincian itu sekitar lingkaran topik pertama tadi.
3.Tetapkanlah dari rincian tadi mana yang akan dipilih.
4.Mengajukan pertanyaan apakah sektor tadi masih dapat dirinci lebih lanjut atau tidak.

Topik karangan merupakan jawaban atas pertanyaan
“Masalah apa yang akan ditulis? dan hendak menulis tentang apa?”

Ciri topik → permasalahannya yang bersifat umum dan belum terurai

Judul

Pengertian  Judul :

  • Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi).
  • Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.
  • Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan.
  • Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.

Syarat-syarat pembuatan judul :

1. Harus relevan, yaitu harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut.

2. Harus provokatif, yaitu harus menarik dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan keinginan tahu dari tiap pembaca terhadap isi buku atau karangan.

3. Harus singkat, yaitu tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangklaian kata yang singkat. Usahakan judul tidak lebih dari lima kata.

Judul terbagi menjadi dua,yaitu :

1.Judul langsung :

Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan

bagian utama nampak jelas.

2.Judul tak langsung :

Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap

menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

Fungsi Judul

1. Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis

2. Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk

membacanya atau untuk mempelajari isinya.

3. Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang

lingkupnya.

4. Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud,dan tujunnya.

Perbedaan Topik dan Judul Dalam Membuat Kerangka Karangan

1.      Tema → tithenai (Yunani) : menempatkan/meletakkan, suatu amanat utama yang disampaikan penulis melalui karangannya
Topik→ topoi (Yunani) : tempat, pokok pembicaraan

2.      Topik : Umum, Belum menggambarkan sudut pandang penulis.

Judul:Spesifik dan mengandung permasalahan yang lebih jelas dan terarah. Pembuatan judul berawal dari topik.

Sumber : https://synthesisters.com/