Cara Ternak Jangkrik Bagi Pemula

Cara Ternak Jangkrik Bagi Pemula

Cara Ternak Jangkrik Bagi Pemula

Cara Ternak Jangkrik Bagi Pemula

1. Dimulai Dengan Menentukan Lokasi Kandang Jangkrik Yang tepat:

Untuk Beternak jangkrik memang sebaiknya memilih lokasi dan model kandang jangkrik yang sesuai dengan kriteria lingkungan hidup jangkrik, karena seperti yang kita ketahui Jangkrik bisa dibilang hewan musiman bukan berarti hanya ada pada musim tertentu namun ini lebih pada kehidupan/populasi normal hanya saat-saat musim tertentu. Misalnya saja jangkrik banyak hidup diarea persawahan dimana tanah kering dan udara panas tepatnya menjelang musim penghujan Populasi Jangkrik meningkat tajam namun juga tidak semua area disinggahi oleh populasi jangkrik ini. Misalnya saja dari sekitar 100 petak sawah hanya sekitar 12-15 petak saja yang banyak terdapat Jangkrik sedangkan lainya sangat jarang bahkan hampir tidak ada. Ini juga dapat menjadi pelajaran bahwa jangkrik memilih lokasi yang cocok untuk hidupnya, jika lokasi kurang sesuai maka akan ditinggalkan atau tidak dapat bertahan walaupun lokasi masih dalam satu area.
Hal ini juga berlaku pada kegiatan Budidaya Ternak Jangkrik, beda tempat beda juga hasilnya walaupun pada area yang sama. Jadi kita harus jeli sebagai Peternak Jangkrik harus paham betul mengenai lingkungan hidup yang baik bagi Jangkrik jika lokasi yang kita punya seperti ini maka seperti apa kita harus mengatur kandangnya! Intinya tetap pada pemilihan lokasi/mengatur lokasi yang kurang sesuai menjadi lokasi yang disukai oleh jangkrik. Jika Jangkrik adalah hewan musiman maka desain Kandang Jangkrik dibuat agar suhu lingkungan seperti pada musim Jangkrik di alam bebas. Sehingga kegiatan Budidaya dapat dijalankan sepanjang tahun dan sepanjang masa tanpa mengenal musim yang silih berganti. Ini adalah PR yang sulit untuk di adaptasi karena kita akan melawan kehendak alam, namun untuk keberhasilan Budidaya Jangkrik PDF semua dapat diatur! Jadi jangan takut menjadi Pembudidaya Jangkrik meskipun masih pemula.

Syarat Lingkungan Hidup Jangkrik Dan Pemilihan Lokasi Yang Tepat:

  1. Lokasi pemeliharaan sebaiknya harus tenang, sunyi dan teduh serta mendapat sirkulasi udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan.
  2. Carilah Lokasi jauh dari keramaian atau sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya, dan lain-lain.
  3. Lokasi sebaiknya juga jauh dari kegiatan manusia seperti lalu lalang orang lewat dan yang tidak berhubungan dengan kegiatan budidaya.
  4. Ruangan tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.
  5. Sebaiknya jauh dari pepohonan agar dapat menyerap panas matahari secara bebas.
  6. Jauh dari kandang ayam atau hewan lain yang mengganggu.
  7. Usahakan menghindari lokasi yang banyak predator seperti semut, cicak, tokek, dan tikus namun hal ini masih dapat diminimalisir.
Jika beberapa syarat lokasi seperti diatas sudah didapat maka anda kini sudah mulai satu langkah untuk menjalankan Bisnis Budidaya Jangkrik. Selanjutnya anda tinggal membuat kandang/rumah bagi si jangkrik nantinya. Berikut adalah Cara Membuat Kandang Jangkrik Lengkap.

2. Selanjutnya Membuat Kandang Jangkrik/Rumah Tempat Memelihara Jangkrik

cara membuat kandang jangkrik benar baik dan bagus adalah dengan membangun sebuah gubuk yang luasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan lengkap dan sederhana, namun jika anda memiliki lokasi yang kosong misalnya saja teras rumah, dapur belakang yang agak luas ataupun kamar/ruangan kosong juga dapat anda jadikan tempat penangkaran jangkrik asalkan tidak lembab atau kemasukan air/kebanjiran saat hujan. Nah untuk kandang pembesaran jangkrikyang dibangun seperti gubuk sendiri dapat berupa konstruksi tembok semi batako dengan asbes atau hanya menggunakan bethek bambu/anyaman bambu yang diberi terpal plastik dibagian luarnya. Tujuanya adalah untuk menjaga suhu ruangan agar tetap hangat walaupun saat hujan. Meskipun tidak kokoh namun yang terpenting rapat dan terhindar dari angin masuk, karena angin dapat mempengaruhi kehidupan Jangkrik yang dipelihara. Jadi intinya kandang jangkrik yang baik berada didalam ruangan yang tertutup bebas dari hembusan angin luar. Namun jika tidak ada lokasi yang sesuai anda juga dapat membuat Kandang Jangkrik Sederhana yang penting suhu ruangan cocok untuk memelihara jangkrik. Jadi masalah Ukuran Kandang Jangkrik tidak menjadi masalah disini.

Spesifikasi Kandang Jangkrik Ideal/Gubuk :

  1. Lantai dasar cukup tanah biasa tidak harus dilapisi semen cor asalkan kering dan tidak terlalu lembab.
  2. Lantai diusahakan tinggi untuk menjaga kelembaban terutama disaat musim hujan.
  3. Tembok semi batako, yaitu 1,5 meter batako dan pada bagian atasnya asbes dan angin2.
  4. Atau tembok berupa asbes bagian atas bethek bambu untuk angin2.
  5. Tembok juga dapat berupa bethek bambu dan pada bagian luar diberi plastik terpal sebagai penutup untuk menjaga suhu lingkungan.
  6. Atap berupa asbes karena dengan asbes suhu lingkungan akan lebih stabil dan tetap hangat walaupun saat hujan.
  7. Tinggi atap miring 2,5m – 3,5/4m jangan terlalu tinggi agar ruangan tetap hangat tidak terlalu banyak angin yang masuk.
  8. Selanjutnya kandang dapat diatur sesuai rancangan masing2 peternak! namun usahakan kriteria seperti yang diatas untuk memedahkan dalam beradaptasi saat pergantian musim.

3. Mempersiapkan / Cara Membuat Kandang Jangkrik

Model Kandang Jangkrik / BOX terbuat dari triplek/plywood yang dirancang seperti peti namun diberi kaki-kaki untuk menghindari semut. Nantinya pada kaki-kaki tersebut diberi wadah berupa botol aqua yang dipotong dan diisi dengan oli bekas sebagai penghalang semut dan predator naik kekandang. Kenapa harus oli bekas? karena oli bekas dapat didapat secara gratis tanpa perlu biaya tambahan dan anda dapat mencarinya di bengkel motor/mobil terdekat dari kediaman anda. Oli bekas ini berfungsi sebagai pembunuh predator yang hendak masuk dan terjebur kedalamnya. Kalau pakai air tidak menjamin jika semut yang terperangkap mati didalamnya kadang berenang dan naik keatas kandang. Namun ada juga Kandang Jangkrik Dari Kardus dan cara ini mrupakan jenis Kandang Jangkrik Baru yang belum pernah saya coba, karena secara logika wadah Pakan Jangkrik yang terbuat dari kardus saja dapat dihabiskan tanpa sisa bersama makanan yang diatasnya.

Cara Buat Kandang Jangkrik dimulai dengan mencari bahan baku berupa:

  1. Kayu reng/kayu untuk memasang genting yang diapasang diatas pasak. Kayu ini dipakai untuk rangka box/kandang pemeliharaan jangkrik.
  2. Triplex/plywood yang nanti dipakai untuk tembok atau dinding dan alas kandang/box
  3. Paku yang dipakai untuk merakit reng dan triplex menjadi box/kandang jangkrik.
  4. Semen putih/mill yang dipakai untuk melumuri dinding kandang.
  5. Lakban coklat yang dipakai untuk pembatas dibagian atas kandang agar jangkrik tidak dapat kabur.
  6. Waring/jaring ikan dipakai untuk penutup bagian atas supaya predator seperti ngengat dan tokek dan cecak tidak masuk kedalam kandang saat keadaan terbuka.
  7. Bambu yang digunakan untuk bahan pembuat tutup kandang yang dipadukan dengan terpal plastik.
  8. Terpal plastik untuk penutup kandang, Model Kandang Ternak Jangkrik ini yang menjadi standart di tempat kami.
Setelah semua bahan diatas sudah ada maka saatnya untuk membuat kandang/box untuk memelihara jangkrik.Disini kami tidak akan membahas bagaimana untuk membuat kandang secara mendetail karena kami anggap anda sudah bisa membuatya.

5. Media Untuk Tempat Hidup Dalam Kandang Jangkrik

Selain kandang untuk pemeliharaan berupa kotak yang terbuat dari tripleks perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk budidaya jangkrik adalah media tempat hidup jangkrik itu sendiri yaitu TRE bekas wadah telur ayam yang terbuat dari bahan semacam kertas karton. Tre berfungsi sebagai tempat merambat dan bersembunyi jangkrik layaknya hidup dialam bebas. Tre ditata didalam kotak pemeliharaan / BOX dengan cara ditumpuk antar kaki-kakinya agar terbentuk ruang antar tre yang nantinya menjadi ruang hidup jangkrik mulai dari menetas hingga panen.

Sumber:

https://rumahbudidaya.co.id/

Pemilihan dan Perhitungan Kebutuhan Benih Jagung

Benih Jagung

Pemilihan dan Perhitungan Kebutuhan Benih Jagung

Benih Jagung

Kebutuhan Benih Jagung

Benih dapat dibilang input terpenting dalam budidaya pertanian. Tanpa benih yang berkualitas tidak akan diperoleh hasil panen yang baik. Kualitas benih baru bisa diketahui ketika benih tersebut ditanam dan kemudian tumbuh (Anonim, 2007).


Petani sejak dahulu biasa memproduksi bibitnya sendiri. Dengan memakai indukan yang jelas diketahui sifat-sifatnya, petani memproduksi benih secara mandiri menggunakan teknologi dan metode tradisional yang mereka kembangkan sendiri (Anonim, 2007).
Dalam pertanian perlu adanya penggunaan bibit yang unggul agar hasil yang diperoleh juga tinggi. Benih unggul yang diperoleh dari varietas hasil pemuliaan tanaman disebut dengan benih penjenis, misalnya klon, galur-galur murni atau varietas hibrida. Benih yang telah diperoleh harus dijaga agar susunan genetisnya tidak berubah (Setyati, 1991).


Faktor lingkungan memegang peranan penting dalam perkecambahan, karena untuk mampu berkecambah benih memerlukan kondisi media tanam yang lembab. Kondisi ini akan merangsang munculnya akar utama yang akan diikuti oleh pergerakan lain sampai menjadi bibit. Dalam meningkatkan keberhasilan dan waktu berkecambah lebih cepat, penggunaan zat pengatur tumbuh dapat dilakukan. Secara umum beberapa kasus perkecambahan meningkat sampai 100% dan benih dapat berkecambah lebih cepat 4 – 5 hari dari normalnya (Anonim, 2008).

Daya berkecambahnya benih diartikan sebagai mekar dan berkembangnya bagian-bagian penting dari suatu embrio suatu benih yang menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh secara normal pada lingkungan yang sesuai. Dengan demikian pengujian daya kecambah benih ialah pengujian akan sejumlah benih, berupa persentase dari jumlah benih tersebut yang dapat atau mampu berkecambah pada jangka waktu yang telah ditentukan (William, 1991).

Penanaman, Pemeliharaan dan Panen Jagung

Pertumbuhan jagung dapat dikelompokkan ke dalam tiga tahap yaitu (1) fase perkecambahan, saat proses imbibisi air yang ditandai dengan pembengkakan biji sampai dengan sebelum munculnya daun pertama; (2) fase pertumbuhan vegetatif, yaitu fase mulai munculnya daun pertama yang terbuka sempurna sampai tasseling dan sebelum keluarnya bunga betina (silking), fase ini diidentifiksi dengan jumlah daun yang terbentuk; dan (3) fase reproduktif, yaitu fase pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis (Subekti et al.,2008).


Keseragaman perkecambahan sangat penting untuk mendapatkan hasil yang tinggi. Perkecambahan tidak seragam jika daya tumbuh benih rendah. Tanaman yang terlambat tumbuh akan ternaungi dan gulma lebih bersaing dengan tanaman, akibatnya tanaman yang terlambat tumbuh tidak normal dan tongkolnya relatif lebih kecil dibanding tanaman yang tumbuh lebih awal dan seragam (Subekti et al.,2008).


Perkecambahan benih jagung terjadi ketika radikula muncul dari kulit biji. Benih jagung akan berkecambah jika kadar air benih pada saat di dalam tanah meningkat >30% (McWilliams et al., 1999).
Varietas-varietas unggul dari jagung yang banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia antara lain Lamuru, Sukmaraga, Bisma, Srikandi Kuning, dan Srikandi Putih. Varietas tersebut memiliki potensi hasil tinggi (7 – 8 l/Ha) hampir menyamai hasil varietas jagung hibrida. Varietas ini mempunyai keunggulan berbeda seperti toleran kekeringan, toleran lahan masam, punya kadar protein tinggi (Menteri Pertanian, 2006).


Dapat diharapkan bahwa usaha untuk memperpendek varietas- varietas jagung tropik yang tinggi dapat memperbaiki keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan bakal tongkol, mengurangi penimbunan gula labil dalam batang setelah antesis dan mengakibatkan lebih banyak biji (Goldsworthy, 1966).


Sinar matahari merupakan faktor penting untuk keperluan pertumbuhan tanaman jagung. Sebaiknya tanaman jagung mendapatkan sinar matahari yang langsung, karena bila tidak akan mengurangi hasil (Effendi, 1980).


Pengeringan dimaksudkan untuk mencapai kadar air biji 12-14% agar tahan disimpan lama, tidak mudah terserang hama dan terkontaminasi cendawan yang menghasilkan mikotoksin, mempertahankan volume dan bobot bahan sehingga memudahkan penyimpanan (Handerson and Perry, 1982).

Sumber : https://lahan.co.id/

Cara Menanam Durian yang Baik dan Benar

Cara Menanam Durian yang Baik dan Benar

Cara Menanam Durian yang Baik dan Benar

Cara Menanam Durian yang Baik dan Benar

Durian adalah tanaman buah berupa pohon

Sebutan durian berasal dari istilah melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran –an sehingga menjadi kata durian. Kata ini digunakan untuk menyebut buag yang kulitnya berduri tanam. Tanaman durian berasal dari hutan malaysia, sumatra dan kalimantan berupa tanaman liar.

Di Indonesia

tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa dan Sumatra. Sedangkan di kalimantan dan Irian Jaya umumnya hanya terdapat di hutan, di sepanjang aliran sungai. Di dunia, tanaman durian tersebar di seluruh Asia Tenggara, dari Sri Langka, India Selatan, hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk perkebunan yang dipelihara oleh negara Thailand.

Tanaman durian

Tanaman durian membutuhkan tanah yang subur dan kaya akan bahan organik. Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat dan debu sehingga mudah membentuk remah. Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol dan ondosol. Tanah yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas berbutir-butir, sedangkan bagian bawah menggumpal dan dapat mengikat air tinggi.

Penanaman durian perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran PH tanah, analisis tanah, penetapan waktu/jadwal tanam, pengairan, penetapan luas area penanaman, pengaturan volume produksi.

tumbuh 75-150 cm

Bibit yang akan ditanam sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh serta kuat. Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil, sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, lakukan penanaman dengan cara berikut : Polybag/pembungkus bibit dilepas, bibit dimasukan kedalam lubang tanah sampai batas leher, lubang ditutup dengan tanah galian, pada sisi tanaman diberi air agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai dengan arah air.

 

Sumber : https://lahan.co.id/

Cara Menghasilkan Bibit Stroberi Bebas Penyakit (Kultur Meristem)

Cara Menghasilkan Bibit Stroberi

Cara Menghasilkan Bibit Stroberi Bebas Penyakit (Kultur Meristem)

Cara Menghasilkan Bibit Stroberi

Bibit Stroberi

Tiagorebelodeandrade.Com – Kabartani – Kebanyakan sistem penyediaan bibit stroberi di Indonesia masih secara vegetatif yakni dengan stolon maupun anakan, cara ini masih berpotensi menularkan penyakit yang diakibatkan oleh virus ke generasi berikutnya.

Oleh karena itu, perlu adanya terobosan untuk menghasilkan bibit stroberi bebas penyakit. Bibit stroberi bebas penyakit merupakan kunci keberhasilan produksi stroberi. Kultur meristem merupakan teknik yang unik untuk membebaskan bibit stroberi dari virus, mikoplasma, bakteri dan jamur (Morel and Martin, 1955; Pierik, 1989).

Seperti halnya tanaman buah lainnya, stroberi juga rentan terinveksi virus. Penyakit yang diakibatkan oleh virus merupakan faktor utama yang menyebabkan penurunan hasil panen. Penyakit tersebut antara lain: Strawberry Mottle Virus (SMoV) yang menyebabkan penurunan produksi hingga 30% (Thompson and Jeikman,2003), Strawberry Mild Yellow Edge Virus (SMYEV), Strawberry Crinkle Virus (SCV) dan Strawberry Ven Binding Virus (SVBV) yang menyebabkan penurunan produksi hingga 80% (Horn and Carver, 1962; Mellor and Krezal, 1987).

Langkah-langkah pembuatan bibit stroberi

Langkah-langkah pembuatan bibit stroberi bebas penyakit :

1. Pemilihan eksplan

Eksplan yang digunakan adalah stolon yang sehat, tegar dan merupakan stolon pertama atau kedua. Pemilihan eksplan ini berpengaruh terhadap persentase hidup meristem.

2. Sterilisasi eksplan

Pertama-tama eksplan dicuci dengan sabun cair dan dibiarkan dalam air mengalir selama 1 jam. Kemudian eksplan disterilisasi dengan menggunakan sodium hipoklorit 5 % selama 15 menit dan 15 % selama 5 menit, dan dibilas dengan aquades steril 3 kali. Proses sterilisasi dilakukan dalam Laminar Air Flow.

3. Penanaman meristem

Meristem dipotong dengan menggunakan skapel di bawah mikroskop dengan perbesaran 40 kali. Meristem yang digunakan terdiri atas apical dome dan disertai 2-3 daun primordial. Meristem kemudian ditanam pada media MS + 0,8 % agar + 1 g/l arang aktif selama 1-2 bulan.

4. Perbanyakan secara in vitro

Meristem yang telah tumbuh kemudian dipindah ke media proliferasi (media MS + 0,8 % agar + 4,4 mM BA). Subkultur dilakukan setiap 45 hari. Tanaman yang telah besar dan berakar bisa langsung diaklimatisasi, sedangkan tanaman yang masih kecil harus tetap disubkultur.

5. Aklimatisasi

Tanaman yang telah besar dan mempunyai akar yang cukup banyak diaklimatisasi pada media pasir yang telah disterilkan. Pada awal proses aklimatisasi, tanaman disungkup terlebih dahulu selama 2 minggu. Setelah tanaman dapat beradapatasi dengan lingkungan dan tumbuh dengan baik, tanaman dipindah ke polybag agar pertumbuhannya lebih optimal.

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/cara-menanam-buah-naga/

Cara Budidaya Ciplukan Jumbo Yang Sangat Menguntungkan

Cara Budidaya Ciplukan Jumbo Yang Sangat Menguntungkan

Cara Budidaya Ciplukan Jumbo Yang Sangat Menguntungkan

Cara Budidaya Ciplukan Jumbo Yang Sangat Menguntungkan

KABARTANI – Cara Budidaya Ciplukan Jumbo. Keberhasilan budidaya Ciplukan Jumbo Jumbo dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah persyaratan untuk tumbuh, penyiapan bibit, penanaman dan perawatan.

Syarat Tumbuh

Tanaman Ciplukan Jumbo cocok hidup di tanah yang subur, gembur, tidak tergenang air, dan memiliki pH mendekati netral. Tanaman Ciplukan Jumbo mampu hidup pada tanah yang kurus, agak padat, dan kurang terawat bersama tanaman liar yang lain. Kondisi lapisan olah tanah bagian atas sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman Ciplukan Jumbo. Tanaman Ciplukan Jumbo banyak ditemukan pada musim hujan. Oleh karena itu, tanaman Ciplukan Jumbo cocok dibudidayakan di daerah yang agak basah dan di tempat yang terbuka. Ciplukan Jumbo dapat hidup di dataran rendah hingga dataran dengan ketinggian sekitar 1.500 m dpl.

Penyiapan Bibit

Pembudidayaan tanaman Ciplukan Jumbo yang dilakukan dengan memanfaatkan bibit hasil perbanyakan generatif, memerlukan tahap-tahap kegiatan sebagai berikut.

  • Penyiapan Benih

Benih disiapkan dari buah Ciplukan Jumbo yang tua dan matang dari tanaman Ciplukan Jumbo yang berumur lebih dari 2,5 bulan. Buah yang telah tua dan matang, bila dipijit dengan jari akan mengeluarkan daging buah yang lunak beserta bijinya. Biji ini digunakan sebagai benih yang siap disemai.

  • Penyiapan Media Semai

Penyemaian dilakukan untuk mengecambahkan biji-biji Ciplukan Jumbo sehingga tumbuh menjadi tanaman mini yang telah siap untuk dipindahkan ke lapangan. Tanah yang akan digunakan sebagai media persemaian harus berfisik halus dan gembur serta memiliki unsur hara yang cukup. Kondisi tanah tersebut memberikan kemudahan bagi biji untuk berkecambah dan mengeluarkan akar yang mampu dengan mudah menembus partikel-partikel tanah. Apabila kebutuhan bibit hanya sedikit, cukup digunakan tempat persemaian berupa bak semai, namun bila perlu bibit dalam jumlah banyak, maka perlu disiapkan persemaian dalam bentuk bedengan

  • Penyemaian Benih

Pemeliharaan benih Ciplukan Jumbo pada bak semai relatif lebih mudah dilakukan dibanding pemeliharaan benih pada bedengan. Penyemaian biji di bedengan perlu ditutup dengan sungkup plastik untuk menekan penguapan air dari media semai, menghindari terpaan panas atau air hujan, serta mencegah serangan hama dan penyakit

  • Bibit Hasil Persemaian Benih

Perkecambahan biji akan terjadi beberapa bulan setelah penyemaian dilakukan. Setelah biji berkecambah Ciplukan Jumbo akan menjadi tanaman mini. Lamanya waktu dormansi biji Ciplukan Jumbo dipengaruhi oleh kulit biji yang keras dan media penyemaian. Bibit yang berumur 1-1,5 bulan telah siap untuk ditanam di lahan. Tanaman yang diperoleh dari perbanyakan generatif memiliki ciri-ciri akar berwarna putih, berbatang lunak, serta berdaun kecil dan besar dengan jumlah kurang dari 10 lembar.

Perawatan yang perlu dilakukan pada tanaman persemaian meliputi penyiraman,  penyiangan gulma, dan pengendalian hama penyakit.

Penanaman

Penanaman Ciplukan Jumbo dapat dilakukan di dalam pot maupun di lahan tanam.

Penanaman Ciplukan Jumbo di dalam Pot

Penanaman Ciplukan Jumbo dapat dilakukan di dalam pot melalui tahap-tahap berikut.

Penyiapan Pot

Pot yang ideal digunakan pada tanaman Ciplukan Jumbo adalah pot yang memiliki sifat porous, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Tetapi, jika digunakan pot yang bersifat lebih kedap dan tidak porous maka diperlukan upaya perawatan tanaman yang lebih intensif.

Penyiapan Media Tanam

Sebelum penanaman dilakukan, pada dasar pot sebaiknya diberi pecahan genteng, bata, atau sabut kelapa/aren. Perlakuan ini bertujuan untuk mempertahankan agar udara dapat leluasa keluar masuk dan kelebihan air siraman dapat merembes melalui lubang yang terdapat di dasar pot. Kemudian tanah gembur yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan pupuk NPK, dimasukkan ke dalam pot hingga ± 5 cm di bawah permukaan pot. Hal ini bertujuan agar air siraman tidak mengalir keluar pot bersama tanah. Karena Physalis minima L. dapat tumbuh lebih besar dibanding Physalis angulata L. dan mampu hidup menahun, maka memerlukan media tanam dan unsur hara yang lebih banyak.

Penanaman

Bibit Ciplukan Jumbo yang tumbuh di persemaian memiliki akar relatif sedikit, batang masih lunak, dan jumlah daun ± 8 lembar. Bibit ini memiliki kelemahan yaitu akar dan batangnya mudah rusak, dan setelah dicabut daunnya cepat layu. Oleh karena itu, bibit Ciplukan Jumbo tersebut perlu dipindahkan hati-hati, dan setelah dicabut harus segera ditanam kembali.

Penanaman bibit Ciplukan Jumbo dilakukan dengan membenamkan perakaran dan sebagian batangnya ke dalam tanah. Pangkal batang sedikit ditekan agar akar melekat erat dengan tanah di dalam pot. Pangkal batang tanaman tersebut kemudian ditutup dengan sedikit tanah, agar tanaman dapat berdiri dengan baik. Pot kemudian diberi peneduh, atau dipindahkan ke tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Selanjutnya bibit hasil perundukan yang telah ditanam, perlu ditanam dengan baik.

Perawatan

Perawatan tanaman Ciplukan Jumbo yang ditanam di pot meliputi cara-cara sebagai berikut.

  1. Penyiraman tanaman dianjurkan dilakukan pada sore hari, dengan volume air siraman yang cukup.
  2. Pemupukan tanaman awal dilakukan dengan kompos yang dicampurkan dengan tanah media. Pemupukan susulan dilakukan dengan pupuk Nitrogen yang dilarutkan dalam air penyiraman.
  3. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan tanaman yang lainnya. Pengendalian hama secara mekanis dilakukan dengan mematikan hama dan memusnahkan kelompok telur dari hama tanaman tersebut, serta memusnahkan tanaman yang terserang penyakit.

Penanaman Ciplukan Jumbo di Lahan

Hingga saat ini, belum ditemukan usaha budidaya tanaman Ciplukan Jumbo dengan tujuan komersial. Meskipun sebenarnya, tanaman Ciplukan Jumbo berpotensi besar untuk dikembangkan dengan tujuan komersial. Karena menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia, tanaman Ciplukan Jumbo termasuk jenis tanaman yang dianjurkan ditaman pada TOGA

Penyiapan Lahan

Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki fisik tanah dan kehidupan biologi di dalam tanah. Tanah olah yang berfisik remah, menjamin kecukupan oksigen, mampu mengikat air di antara partikel-partikel tanah, menguntungkan bagi aktivitas mikroorganisme tanah, membantu proses pelapukan bahan organis menjadi hara yang bermanfaat bagi tanaman, dan dapat mematahkan siklus hidup gulma. Proses pengolahan tanah perlu disertai pemberian kompos, yang bertujuan untuk menambah hara dalam tanah.

Penanaman

Penanaman Ciplukan Jumbo paling baik dilakukan pada awal musim hujan. Dikarenakan pada awal musim tersebut, kelembapan tanah cukup ideal bagi pertumbuhan perakaran tanaman, dan curah hujan mampu menjamin kecukupan air bagi tanaman muda.

Pada dasarnya, teknik penanaman Ciplukan Jumbo di lahan tanam adalah sama dengan penanaman Ciplukan Jumbo di dalam pot. Jarak tanam diatur berdasarkan pola tata tanam, luas lahan, dan kebutuhan bibit per luas lahan.

Pada TOGA, Ciplukan Jumbo dianjurkan untuk ditanam secara tumpang sari. Jarak tanam bagi Physalis angulata L. yang dibudidayakan secara monokultur adalah 40 cm × 50 cm. Namun, apabila budidaya tanaman ditujukan untuk memperoleh brangkas tanaman, maka jarak tanam dapat diatur lebih rapat. Physalis angulata L., dapat ditumpangsarikan dengan tanaman sayuran/obat-obatan yang banyak ditanam di bedengan. Adapun Physalis minimaL., dianjurkan untuk ditanam di tepi pagar atau di bagian pinggir petakan, karena hidup menahun dan dapat tumbuh menjadi besar.

Perawatan

Perawatan tanaman Ciplukan Jumbo di lahan tanam sama dengan perawatan tanaman Ciplukan Jumbo di pot. Penyuluhan tanaman harus segera dilakukan untuk menggati bibit tanaman yang mati. Penyiraman tanaman Ciplukan Jumbo tidak perlu berlebihan, mengingat kebutuhannya terhadap air tidak beda jauh dengan palawija, yaitu relatif sedikit. Memperhatikan sifat dan fisik tanaman Ciplukan Jumbo, maka pemupukan dapat dilakukan sebanyak  dari dosis pupuk yang digunakan pada tanaman tomat.

Perkiraan Dosis Pemupukan Ciplukan Jumbo, Atas Dasar Rekomendasi Pupuk Tanaman Tomat.

Jenis PupukKebutuhan Pupuk (kg/ha)
TomatCiplukan Jumbo
Urea100-20025-50
ZA0-1000-25
SP-3610025
KC10-1000-25

Prinsip pemberian pupuk buatan pada tanaman Ciplukan Jumbo adalah sebagai berikut.

  1. Seluruh dosis pupuk Fosfor dan Kalium, diberikan pada lubang-lubang pertanaman, sedalam penanaman bibit.
  2. Pupuk susulan I, berupa  dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 14 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.
  3. Pupuk susulan II, berupa   dosis dari pupuk Nitrogen, yang diberikan 35 hari setelah tanam. Pupuk ditaburkan pada alur yang dibuat di sekeliling tanaman, dengan jarak sekitar 10 cm dari lubang tanam.
  4. Apabila budidaya Ciplukan Jumbo ditujukan untuk dipungut brangkasnya, maka dosis pupuk Nitrogen dapat ditingkatkan, sedangkan dosis pupuk Fosfat dan Kalium dikurangi.
  5. Penggunaan pupuk pada tanaman Ciplukan Jumbo yang ditanam dengan sistem tumpang sari, disesuaikan dengan dosis pupuk yang digunakan bagi tanaman utamanya.

 

Sumber : https://dcc.ac.id/blog/cara-menanam-bibit-buah-naga/