Hijab Ini Masuk Daftar Aksesori Terpopuler di Dunia, Bareng Gucci dan Fendi

Hijab Ini Masuk Daftar Aksesori Terpopuler di Dunia, Bareng Gucci dan Fendi

Hijab Ini Masuk Daftar Aksesori Terpopuler di Dunia, Bareng Gucci dan Fendi

Hijab Ini Masuk Daftar Aksesori Terpopuler di Dunia, Bareng Gucci dan Fendi

Industri fashion hijab semakin menggaung di dunia

Banyak label ternama yang merilis produk hijab seperti Nike hingga Marc & Spencer. Animo masyarakat pun begitu besar, sehingga produk hijab buatan Nike hingga Dolce & Gabbana meraih banyak atensi.

Salah satu produk yang paling hits adalah Nike Pro Hijab, yaitu hijab instan untuk olahraga dari Nike. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Lyst, Nike Pro Hijab menduduki urutan ke tujuh sebagai aksesori wanita paling hits di dunia tahun awal tahun 2019.

Dalam daftar tersebut, ada sejumlah produk dari brand ternama dunia

Sebut saja sneakers dari Alexander McQueen yang menduduki posisi pertama hingga Prada Stud Embellished headband yang menduduki posisi kedua.

Lyst melakukan riset selama tiga bulan di awal tahun 2019 kepada lebih dari 12 ribu desainer dan toko online. Ia mengambil formula data dari penjualan hingga Google search.

Dilansir dari Lyst, masuknya produk hijab ke dalam daftar tersebut juga cukup mencengangkan. Naiknya popularitas Nike Pro Hijab juga dipengaruhi oleh munculnya larangan hijab olahraga dari Decathlone di Prancis.

Di website Lyst disebutkan bahwa pencarian Nike Hijab Pro melonjak 125% setelah Decathlone menarik penjualan produk hijab olahraganya. Pemberitaan tersebut membuat media sosial Nike semakin populer.

Nike Pro Hijab pertama kali

diluncurkan di tahun 2017. Kala itu, Nike mencuri perhatian karena menjadi brand olahraga dunia pertama yang merilis produk hijab.

Nike juga menggandeng beberapa atlet berhijab populer dunia seperti atlet anggar Ibtihaj Muhammad dan atlet ice skating, Zahra Lari. Penjualan Nike Pro Hijab juga sangat luas.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran penjualan karena didominasi oleh muslim. Di awal peluncurannya, produk Nike Pro Hijab habis dalam waktu yang singkat.


Sumber:

https://www.modelbajumuslimbatik.com/

E-Commerce Fashion Ini Bawa Puluhan Pedagang

E-Commerce Fashion Ini Bawa Puluhan Pedagang

E-Commerce Fashion Ini Bawa Puluhan Pedagang

Platform online fashion dan gaya hidup

Zilingo, ikut berpartisipasi dalam Indonesia International Apparel Fabrics, Nonwoven and Home Textile Exhibition (INATEX) ke-17. Salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara itu menampilkan berbagai macam produk dan aksesori dari Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia.

Pameran tiga hari ini menghadirkan lebih dari 600 produsen terkemuka di Tanah Air untuk kain dan tekstil nonwoven rumahan. Mengusung tema “Investasi untuk Menyambut Indonesia 4.0”, pameran diharapkan dapat mendorong persaingan di industri garmen dan tekstil.

 

Zilingo menghadirkan 20 pedagang terbaiknya di bidang kain

garmen, sepatu, dan tas dengan harapan dapat mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi para pedagang Indonesia saat mencari produk dan bahan baku. Di Zilingo, para retailer dapat mencari produk dan bahan terbaik hingga 20% lebih murah dibandingkan penyedia atau produsen mereka saat ini.

Selain harga yang kompetitif, pedagang dengan transaksi minimum Rp100 juta berhak mendapatkan cashback sebesar 1%, bahkan hingga maksimum Rp50 juta. “Sebagai perusahaan yang menempatkan pedagang di pusat bisnis kami, kami memahami bahwa kualitas, kepercayaan, harga, dan isu operasional menjadi pertimbangan utama pelanggan kami saat mencari kebutuhan mereka, khususnya dari merek lokal. Kami berharap dapat mengatasi masalah ini dengan menyatukan para produsen dan pemasok top Indonesia di INATEX dan kami berharap dapat mendorong nilai bisnis milik usaha fesyen lokal,” kata Ade Yuanda Saragih, VP dan Country Head, Zilingo.

 

Zilingo diberi kesempatan berbicara di salah satu sesi seminar

untuk membahas potensi industri fashion di pasar B2B online. Selain pameran dan seminar, Zilingo juga berpartisipasi sebagai salah satu pendukung utama Indo Project Runway yang kedua, lomba perancang mode yang merayakan kreativitas perancang busana muda Indonesia.

Para peserta terpilih ditantang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membuat koleksi siap pakai (ready-to-wear collection) berdasarkan tema yang diberikan. Tiga orang pemenang berhak untuk memenangkan hadiah uang tunai serta kesempatan untuk mendapatkan bahan baku yang mereka butuhkan untuk usaha mereka dari Zilingo Asia Mall.

“Sebagai salah satu pasar terbesar kami

Zilingo mengakui potensi yang dimiliki Indonesia di industri fashion, mulai dari kualitas pakaian dan tekstil hingga para talenta berbakat di belakangnya. Sebagai platform online, kami bangga mendukung Indo Project Runway untuk menemukan desainer terbaik berikutnya dari Indonesia,” harap Ade

Sebagai platform pertama dengan fokus di rantai pasokan, Zilingo lebih dari sekadar katalog dan platform penghubung seperti e-commerce pada umumnya. Zilingo menghadirkan sebuah toko serba ada bagi para retailer dan produsen untuk semua kebutuhan bisnis mereka. Mulai dari proses negosiasi harga yang kompetitif, proses pengadaan, merchandising, kualitas kontrol, layanan pelanggan, dan layanan kredit yang fleksibel.

Baca Juga 

Kain Tenun Ikat Lembata Memukau di Indonesia Fashion Week

Kain Tenun Ikat Lembata Memukau di Indonesia Fashion Week

Kain Tenun Ikat Lembata Memukau di Indonesia Fashion Week

Kain tenun ikat khas Lembata menarik perhatian dan minat penunjung Indonesia Fashion Week 2019

yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) sejak 27 hingga 31 Maret 2019. Bahkan pada Jumat (29/3/2019) sejumlah peragawati memamerkan pakaian dengan desain bahan dasar tenun ikat Lembata.

“Acaranya sangat luar biasa. Ini adalah ajang promosi, bagi kami di daerah sangat bangga dengan adanya kegiatan seperti ini, karena potensi kami soal budaya tenun yang selama sudah jadi budaya turun temurun, di acara ini bisa dikenal lebih luas,” kata Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata Maria N Sadipun kepada SINDONEWS.

 

Menurut dia, selama ini tenun ikat khas Lembat

hanya digunakan pada saat acara adat dan acara daerah tersendiri. Namun dengan ditampilkan di acara seperti ini jelas dunia lain bisa melihat. Sehingga tenun Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama tenun dari Kabupaten Lembata bisa dikenal di seluruh Indonesia.

“Saya berharap acara Indonesia Fashion Week (IFW) yang sudah 8 kali digelar bisa terus berlangsung. Ini merupakan keikutsertaan Kabupaten Lembata yang pertama kali di ajang IFW. Nanti ke depannya pada IFW berikutnya rencananya Lembata akan terus ikut serta,” kata Maria yang juga istri Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday.

 

Maria menjelaskan, Kabupaten Lembata terdiri dari 9 kecamatan

dan masing-masing kecamatan punya motif. Salah satu motif adalah Ile Ape dan ada juga motif Keda. Begitu juga di 9 Kecamatan di Lembata juga masing-masing punya motif, sangat kaya dengan budaya-budaya yang lain. Teristimewa Lembata itu adalah daerah pariwisata, dengan demikian kehadiran tenun ikat ini turut mendukung sektor pariwisata.

“Tenun ikat ini adalah hasil karya ibu-ibu di 9 kecamatan di Lembata, dengan sekitar 500 penenun khas ikat Lembata,” kata Maria.

Hal yang membedakan kain tenun ikat Lembata dengan kain tenun ikat lainnya adalah kekhasan warna warna alam. Jadi masih mempertahankan warna-warna alamiah yang dibuat dari bahan-bahan alamiah juga.

 

Dengan masuknya beberapa desainer nasional

satu di antaranya yaitu Leviko itu di Lembata sudah mulai mengembangkan kreasi-kreasi baru yang nanti warna-warnanya lebih cerah ngejreng. Meski begitu tetap mempertahankan motif kultur asli Lembata. Terobosan ini dilakukan demi memenuhi tuntutan pasar yang menginginkan warna cerah.

Lembata masih mempertahankan tenun tradisional dan cara memproduksipun masih tradisional dengan cara mengikat. Sentra produksi tenun ikat Lembata ada di desa-desa, karena kegiatan menenun ini menjadi penunjang ekonomi dari ibu-ibu di desa.

“Kami masih dalam ajang promosi dan masih mencari peluang-peluang. Begitu juga dari desainer baru pada tahap melatih desainer-desainer di kabupaten. Kalau semua sudah komplit dan bisa bekerja sama serta bisa terjual di luar NTT, maka ke depan pasar kain tenun ikat NTT jadi lebih bagus,” kata Maria.

Saat ini produksi kain tenun ikat Lembata ada yang masih berbentuk dasar erupa kain, ada juga yang sudah dibuatkan jadi baju, rok blues, dan gaun, serta dalam bentuk dasi. Kreasi produknya sudah mulai banyak varian namun promosinya yang belum maksimal.

“Nah dalam ajang Indonesia Fashion Week 2019 ini bisa mendongkrak promosi kain tenun ikat Lembata. Mungkin ke depannya ini bisa jadi arena promosi dan kami bisa rutin mengikuti event IFW ini. Lembata sudah memilik desainer putera daerah yang bagus, tapi tetap ada pendampingan dari Leviko,” kata dia.

Saat ini konsumen kain tenun ikat Lembata sudah menjangkau luas ke seluruh Indonesia. Mereka yang membeli biasanya adalah tamu-tamu yang datang dari seluruh penjuru nasional saat berkunjung ke Lembata, mereka membeli oleh-oleh kain tenun ikat Lembata.

Namun Lembata belum melakukan ekspor atau mengirim dalam jumlah besar produksi kain tenun ikatnya ke luar daerah. Harapan ke depan, Lembata ingin bisa mengekspor kain tenun ikatnya ke luar.

Secara produksi, saat ini para penenunnya siap untuk memproduksi dan nanti ke depan akan dilakukan inovasi desain sehingga para penenun bisa mengembangkan model-model baru. Sehingga bisa memenuhi keinginan pasar. Karena tenun ikat sudah didesain untuk menuju pangsa pasar.

“Jadi penekananya pada desain. Sehingga desainer-desainer dengan pendampingan dari desainer nasional, terlebih dari Leviko dari Ibu Laiskodat. Harapannya produk kain tenun ikat Lambata bisa lebih baik lagi,” pungkas Maria.