Manajemen Upah dalam Perspektif

Manajemen Upah dalam Perspektif

Manajemen Upah dalam Perspektif

Manajemen Upah dalam Perspektif

Manajemen Upah dalam Perspektif

Islam adalah Dien yang diturunkan oleh Allah untuk mengatur seluruh sendi kehidupan manusia, tidak hanya dalam hal ibadah secara vertikal namun juga hubungan antar manusia dan lingkungan secara horizontal yang dapat juga bernilai ibadah. Karena seluruh kegiatan manusia memiliki tuntunan dalam Islam, maka demikian pula halnya saat seseorang/lembaga ingin mempekerjakan orang lain pun sudah diatur dalam Islam tentang tatacara pengupahan dalam hubungan kerja tersebut.
Karena bekerja adalah bagian dari ibadah, maka pekerja diajarkan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan ihsan dan itqan. Sebaik yang dia bisa lakukan dan berupaya untuk dapat memberikan hasil yang terbaik pula. Dengan konsep ihsan, yang di dalamnya ada muraqabah (rasa senantiasa diawasi oleh Allah SWT) maka tidak akan ada lagi penyalahgunaan sumber daya maupun waktu yang akan dilakukan oleh pekerja meskipun pengawasan dari pemberi kerja tidak dilakukan dengan ketat. Dengan konsep ihsan dan itqan ini pula maka pekerja akan memberikan komitmen atas pekerjaan yang harus dia selesaikan, senantiasa memberikan dedikasi terbaik dan tulus dalam menjalankan pekerjaannya.
Setelah memberikan pedoman bagi para pekerja, Islam juga mengarahkan bagaimana pemberi kerja bisa berlaku baik kepada para pekerja yang berada dalam lingkungan mereka. Sistem pengupahan yang diberlakukan harus menjunjung tinggi prinsip Keadilan, serta Persamaan Hak Dasar dari setiap pekerja. Upah juga harus segera dibayarkan setelah pekerjaan selesai dilakukan dan tidak boleh ditunda-tunda tanpa alasan yang dibenarkan dalam syariat.
Sistem pengupahan juga tidak bisa hanya dibuat berdasarkan hubungan Supplydan Demand atas kebutuhan pekerja, namun wajib tetap memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti panganpakaiantempat tinggal dan transportasi. Selain kebutuhan dasar ini pemberi kerja juga perlu untuk memperhitungkan berbagai macam insentif atau tunjangan yang dapat dibayarkan kepada pekerja.
Islam juga mengatur bahwa pekerjaan dinegosiasikan sebelum dimulai pekerjaan sehingga jelas hak dan kewajiban pemberi kerja serta pekerja. Dengan pedoman-pedoman tersebut diharapkan hubungan industri pekerja-pemberi kerja dapat meningkatkan ukhuwwah Islamiyah.
diringkas dari : “Compensation Management from Islamic Perspective”, Mohammad Rahim Uddin

Jenjang Manajemen

Jenjang Manajemen

Jenjang Manajemen

Jenjang Manajemen

3 tingkatan manajemen, yaitu:

Manajemen puncak (Top Management)

Top management atau manajemen puncak adalah tingkatan manajemen yang tertinggi. Manajemen puncak umumnya terdiri dari direktur utama atau dewan direksi. Dewan direksi mempunyai tugas melaksanakan serta memutuskan berbagai hal yang sifatnya penting untuk kelangsungan suatu perusahaan. Manajemen puncak mempunyai tugas diantaranya menetapkan standar operasional serta kebijaksanaan untuk mengatur interaksi semua orang didalam suatu organisasi ataupun lingkungannya.

Manajemen menengah (Middle Management)

Middle management atau manajemen menengah umumnya memimpin dan bertanggungjawab atas suatu departemen atau divisi. Middle Management mempunyai tugas untuk mengembangkan berbagai rencana operasi serta melaksanakan tugas yang telah disepakati oleh manajemen puncak. Manajemen menengah mempunyai tanggung jawab penuh kepada manajemen puncak.

Manajemen pelaksana (Supervisory management)

Supervisory management atau manajemen pelaksana mempunyai fungsi sebagai pelaksana dalam menjalankan berbagia rencana yang telah dibuat oleh middle management atau manajemen menengah. Manajemen pelaksana mempunyai tugas untuk melaksanakan pengawasan terhadap pekerja-pekerja dan operasional perusahaan sehari hari. Manajemen pelaksana mempunyai tanggung jawab kepada manajemen menengah.


Sumber:

https://kelasips.com/

KLASIFIKASI KOMUNIKASI NON VERBAL

KLASIFIKASI KOMUNIKASI NON VERBAL

KLASIFIKASI KOMUNIKASI NON VERBAL

1. Body Behavior (Perilaku Badan)
General Appearance
Untuk memutuskan apakah akan memulai pembicaraan dengan orang lain, tidak jarang kita dipengaruhi oleh penampilan. Kadang-kadang kesimpulan tentang kecerdasan, status sosial, pekerjaan seseorang ditarik dari bagaimana ia menampilkan dirinya. Misalnya : cara berpakaian.

2. Body Movement (Gerakan badaniah) : Kinesics
Studi Kinesics mempelajari bagaimana isyarat-isyarat nonverbal baik yang sengaja maupun tidak, dapat mempengaruhi komunikasi. Misalnya : seseorang menunjukkan bahwa orang tersebut menyukai orang lain dengan menghadapkan badannya pada orang lain, bukan dengan mengelak. Juga mencondongkan badannya kepada orang lain menandakan sikap positif kepadanya atau bisa juga sikap agresif.
Setiap budaya memiliki bahasa tubuhnya sendiri. Anak-anak menyerap nuansa-nuansanya bersama-sama bahasa ucap. Seorang Perancis berbicara dengan cara bahasa Perancis. Seorang Amerika menggerakkan tubuhnya dengan cara bahasa Amerika. Beberapa perbedaan kebudayaan mungkin dengan mudah dapat dikenali namun ada juga yang sukar. Laki-laki dan wanita menggunakan bahasa tubuh dengan cara-cara yang khas maskulin dan khas feminim. Latar belakang etnis, kelas sosial, gaya pribadi dan lain-lain, ini semua akan mempengaruhi bahasa tubuh kita. Setiap budaya memiliki bahasa tubuhnya sendiri. Anak-anak menyerap nuansa-nuansanya bersama-sama bahasa ucap. Seorang Perancis berbicara dengan cara bahasa Perancis. Seorang Amerika menggerakkan tubuhnya dengan cara bahasa Amerika. Beberapa perbedaan kebudayaan mungkin dengan mudah dapat dikenali namun ada juga yang sukar. Laki-laki dan wanita menggunakan bahasa tubuh dengan cara-cara yang khas maskulin dan khas feminim. Latar belakang etnis, kelas sosial, gaya pribadi dan lain-lain, ini semua akan mempengaruhi bahasa tubuh kita.

3. Facial Expressions (Ekspresi Wajah)
Wajah seseorang bisa mengkomunikasi apa yang sebenarnya dirasakan atau dibutuhkan. Seseorang bisa mengkomunikasikan rasa cintanya, ketakutan, kegembiraan, kesedihan melalui wajahnya, apakah itu melalui mata, bibir, atau dahi. Wajah merupakan tempat utama dalam mengekspresikan emosi seseorang. Ini dapat terlihat dari jenis dan intensitas perubahan wajah seseorang. Mata seseorang terutama sangat efektif untuk mengindikasikan perhatian dan minat, mempengaruhi orang lain, mengatur interaksi dan membuat dominasi. Area wajah seseorang (mata, alis, muka, mulut dan pipi) mungkin lebih mampu mengkomunikasikan secara nonverbal daripada bagian badan lainnya. Seseorang bisa mengkomunikasikan rasa cintanya, ketakutan, kegembiraan, kesedihan melalui wajahnya, apakah itu melalui mata, bibir, atau dahi. Wajah merupakan tempat utama dalam mengekspresikan emosi seseorang. Ini dapat terlihat dari jenis dan intensitas perubahan wajah seseorang. Mata seseorang terutama sangat efektif untuk mengindikasikan perhatian dan minat, mempengaruhi orang lain, mengatur interaksi dan membuat dominasi. Area wajah seseorang (mata, alis, muka, mulut dan pipi) mungkin lebih mampu mengkomunikasikan secara nonverbal daripada bagian badan lainnya.

4. Eye Contact (Kontak Mata) and Gaze (Gerakan mata)
Komunikasi seseorang dapat menggunakan tatapan matanya. Apakah ia marah, cinta, atau sedih dapat diketahui dari tatapan matanya. Seringkali tatapan mata tidak dapat membohongi. Orang dengan dapat mudah menangkap suasana hati lawan bicaranya dengan melihat tatapan matanya. Kontak mata sebagai simbol komunikasi nonverbal mempengaruhi perilaku, kepercayaan dalam berkomunikasi

Empat fungsi utama gerakan mata menurut Mark Knapp :

  1. Untuk memperoleh umpan balik dari seorang lawan bicaranya.
  2. Untuk menyatakan terbukanya saluran komunikasi dengan tiba nya waktu untuk bicara.
  3. Sebagai signal untuk menyalurkan hubungan, dimana kontak mata akan meningkatkan frekuensi bagi orang yang saling memerlukan.
  4. Sebagai pengganti jarak fisik

Baca Juga : 

KOMUNIKASI NON VERBAL DAN KEBUDAYAAN

KOMUNIKASI NON VERBAL DAN KEBUDAYAAN

KOMUNIKASI NON VERBAL DAN KEBUDAYAAN

KOMUNIKASI NON VERBAL DAN KEBUDAYAAN

KOMUNIKASI NON VERBAL DAN KEBUDAYAAN

Hubungan antara komunikasi nonverbal dan kebudayaan sangat erat karena keduanya dipelajari, diwariskan dan melibatkan pengertian-pengertian yang harus dimiliki bersama. Dilihat dari segi ini, dapat dimengerti mengapa komunikasi nonverbal dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Banyak perilaku nonverbal dipelajari secara kultural. Sebagaimana aspek verbal, komunikasi nonverbal juga tergantung atau ditentukan oleh kebudayaan, yaitu :
Kebudayaan menentukan perilaku-perilaku nonverbal yang mewakili atau melambangkan pemikiran, perasaan, keadaan tertentu dari komunikator.
Kebudayaan menentukan kapan waktu yang tepat atau layak untuk mengkomunikasikan pemikiran, perasaan, keadaan internal. Jadi walaupun perilaku-perilaku yang memperlihatkan emosi ini banyak yang bersifat universal, tetapi ada perbedaan-perbedaan kebudayaan dalam menentukan kapan, oleh siapa dan dimana emosi-emosi itu dapat diperlihatkan.

Pengenalan dan pemahaman tentang pengaruh kebudayaan pada interaksi nonverbal merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam Komunikasi Antar Budaya, karena:
Dengan mengerti pola-pola dasar pengetahuan nonverbal dalam suatu kebudayaan, kita dapat mengetahui sikap-sikap dasar dari kebudayaan tersebut. Misalnya dengan memperhatikan tindak tanduk para pegawai pria Jepang dalam membuat pertemuan-pertemuan di restoran pada malam hari, seseorang dapat mempelajari sedikit tentang sikap mereka terhadap pekerjaan dan wanita.

Pola-pola perilaku nonverbal dapat memberikan informasi tentang sistem nilai suatu kebudayaan. Misalnya : tentang konsep waktu kebudayaan dengan orientasi pada “doing” (aktif melakukan sesuatu) seperti Amerika Serikat akan cenderung untuk menganggap situasi tanpa kata-kata sebagai membuang-buang waktu. Bagi kebudayaan dengan orientasi pada “being” (keberadaan), suasana hening dalam pembicaraan mempunyai nilai positif, karena penting untuk pemahaman diri dan kesadaran akan keadaan.
Pengetahuan tentang perilaku nonverbal dapat membantu untuk menekan rasa etnosentrisme. Misalnya : seseorang mungkin akan lebih memahami penggunaan jarak ruang oleh orang lain, jika orang tersebut sadar akan karakteristik-karakteristik kebudayaan yang mendasarinya, yang mencerminkan sesuatu tentang si pengguna dan kebudayaannya.

Sumber : https://anchorstates.net/

KETERBATASAN KOMUNIKASI NON VERBAL

KETERBATASAN KOMUNIKASI NON VERBAL

KETERBATASAN KOMUNIKASI NON VERBAL

1. Sifat AMBIGUITAS
Ada banyak kemungkinan penafsiran terhadap setiap perilaku nonverbal. Seseorang tidak bisa memastikan bahwa orang lain mengerti makna dari perilaku nonverbal yang disampaikannya. Hal ini bukan hanya disebabkan karena adanya perbedaan budaya tetapi karena komunikasi nonverbal itu sendiri juga kontekstual. Keambiguitasan ini terlihat dalam contoh sebagai berikut :
Misalnya seseorang menyentuh paha samping anda di lift. Hal ini bisa berarti suatu ketidaksengajaan atau bisa juga berarti suatu tindakan pelecehan seksual. Dalam setiap melakukan komunikasi nonverbal, seseorang harus memperhatikan sifat ambiguitasnya dalam berinteraksi.
Contoh : Kalau ada orang yang sakit parah dan dia tiba-tiba mengeluarkan air mata maka bisa saja terjadi diartikan ambigu yaitu di satu sisi dia sedih atau terharu.

2. Keterikatannya dalam suatu budaya tertentu
Perilaku-perilaku yang memiliki makna khusus dalam satu budaya, akan mengekspresikan pesan-pesan yang berbeda dalam ikatan budaya yang lain. Misalnya, dalam budaya Jawa, menatap mata orang yang lebih tua ketika sedang berbicara, dianggap tidak sopan. Padahal dalam budaya Barat, bila tidak menatap lawan bicara, maka dianggap tidak menghargai/tidak sopan.

3. Perbedaan pengertian/pemahaman
Misalnya orang Batak sedang makan bersama kumpulan orang Jawa. Orang Batak terbiasa mengakhiri makannya dengan bersendawa kencang untuk menunjukkan bahwa dia puas dengan makanan yang dihidangkan oleh orang Jawa tersebut. Bagi orang Jawa, perilaku tersebut malah dianggap kurang sopan dan tidak menghargai mereka. Hal ini tentunya akan membuat orang Batak tersebut merasa bersalah atas perilakunya, yang ternyata memiliki perbedaan pengertian atau pemahaman bagi orang Jawa.

4. Komunikasi nonverbal tidak dapat dilakukan di ruangan yang terisolasi
Bila seseorang terisolasi, maka orang lain tidak dapat menerima pesan nonverbal yang disampaikannya.
Maksud disini ruangan yang terisolasi adalah bahwa ruangan tersebut tertutup rapat sama sekali, tidak bisa melakukan kontak face to face sama sekali, yang bisa dilakukan hanya kontak dengan menggunakan media misalnya kentungan, ketok-ketok, hp, dll.

Sumber : https://abovethefraymag.com/

Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Selain pengertian umum demokrasi diatas, terdapat juga beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian demokrasi. Pengertian demokrasi menurut para ahli adalah sebagai berikut…

Abraham Lincoln

Menurutnya, pengertian demokrasi adalah sistem pemerintah yang diselenggaran dari rakyat, oleh rakyat dan untu rakyat.

Charles Costello

Menurut Charles Costello, pengertian demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi dengan hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara

Hans Kelsen

Pengertian demokrasi menurut Hans Kelsen adalah pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat. Yang melaksanakan kekuasaan negara ialah wakil-wakil rakyat yang terpilih. Dimana rakyat telah yakin, bahwa segala kehendak dan kepentingannya akan diperhatikan di dalam melaksanakan kekuasaan negara.

Merriem

Menurut Merriem, demokrasi didefinisikan sebagai pemerintahan oleh rakyat, khususnya, oleh mayoritas; pemerintahan di mana kekuasan tertinggi tetap pada rakyat dan dilakukan oleh mereka baik secara langsung atau tidak langsung melalui sebuah sistem perwakilan yang biasanya dilakukan dengan cara mengadakan pemilu bebas yang diadakan secara periodik; rakyat umum khususnya untuk mengangkat sumber otoritas politik; tiadanya distingsi kelas atau privelese berdasarkan keturunan atau kesewenang-wenangan.

Sidney Hook

Menurutnya, pengertian demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimana keputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidak didasarkan dari kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas dari rakyat dewasa.

John L. Esposito

kekuasaan dari dan untuk rakyat. Oleh karenanya, semuanya berhak untuk berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, tentu saja lembaga resmi pemerintah terdapat pemisahan yang jelas antara unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

C.F. Strong

Demokrasi menurut definisi C.F. Strong adalah suatu sistem pemerintahan dimana mayoritas anggota dewan dari masyarakat ikut serta dalam politik atas dasar sistem perwakilan yang menjamin pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya pada mayoritas tersebut.

Hannry B. Mayo

Menurut Hannry B. Mayo, pengertian demokrasi adalah kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan-pemilihan yang didasarkan dari prinsip kesamaan politik dan diselenggaran dalam suasana di mana terjadi kebebasan politik.

Samuel Huntington

Menurutnya, demokrasi adalah para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sebuah sistem dipilih melalui suatu pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala dan didalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hamir seluruh penduduk dewasa dapat diberikan suara


Sumber:

https://pendidikanmu.com/

BJ Habibie: Dewan Riset Nasional Itu Penting bagi Indonesia

BJ Habibie: Dewan Riset Nasional Itu Penting bagi Indonesia

BJ Habibie Dewan Riset Nasional Itu Penting bagi Indonesia

– B.J Habibie mendukung negara kita menjadi bangsa yang menjunjung tinggi

inovasi dan riset. Terkait dengan keberadaan dewan riset nasional, Presiden RI ke-3 ini menyatakan bahwa DRN menjadi hal yang penting bagi Bangsa Indonesia.

“Dewan Riset Nasional (DRN) itu penting bagi Bangsa Indonesia,” demikian yang ditegaskan Presiden RI ke 3 B.J. Habibie saat menjadi pembicara kunci di sidang paripurna DRN, di Hotel Royal Heritage Surakarta.

Pria yang memiliki nama lengkap Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie

ini memberikan imbauan untuk riset di Indonesia. “Dimulai pada akhir, dan berakhir pada awal,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, B.J. Habibie juga mendapatkan penghargaan dari DRN dan Lembaga Eijkman sebagai Bapak Pendiri Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Menristekdikti Mohamad Nasir juga hadir sebagai pembicara kunci dan membuka

secara langsung Seminar Nasional dengan tema Sinergi Pendidikan Tinggi, Riset dan Bisnis Melalui Inovasi untuk Daya Saing Bangsa.

Menteri Nasir berharap, sidang paripurna DRN menghasilkan rumusan-rumusan riset Indonesia. “Dengan adanya sidang paripurna DRN, dapat menghasilkan rumusan-rumusan riset Indonesia supaya menjadi Inovasi, mari kita gelorakan inovasi,” ajak Menristekdikti pada peserta seminar.

 

Baca Juga :

Kompetisi Sains Madrasah 2016 Resmi Dibuka di Pontianak

Kompetisi Sains Madrasah 2016 Resmi Dibuka di Pontianak

Kompetisi Sains Madrasah 2016 Resmi Dibuka di Pontianak

Perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 resmi dibuka Menteri Agama Lukman

Hakim Saifuddin di Gedung Serba Guna Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kalimantan Barat, (23/8). Perhelatan ini akan berlangsung hingga 27 Agustus 2016.

Di hadapan sekitar 865 peserta dan pendamping KSM dari seluruh Indonesia, Menag menyambut baik KSM dan mendukung secara penuh kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan setiap tahun. Dia juga menyambut baik keterlibatan siswa sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada event KSM mulai tahun 2016 ini. Ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah siap bersaing dan berkompetisi secara fair dalam setiap lomba dan kompetisi.

“Saya harus katakan bahwa saya bangga melihat kemajuan yang telah dicapai lembaga pendidikan

madrasah saat ini. Siswa-siswi madrasah telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional,” ujar Menag, dilansir laman NU Online.

KSM tahun 2016 ini dijadikan sebagai ajang pembuktian prestasi para siswa madrasah dari seluruh Indonesia di bidang sains dan agama. Dalam KSM kali ini, selain kompetisi sains dan Agama Islam, ada beberapa kegiatan antara lain Surya Game Online dan matematika gasing berbasis sains hasil kerja sama dengan Surya University, workshop motivasi pengembangan diri dan rembuk nasional bidang kesiswaan madrasah se-Indonesia.

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika Agama Islam, IPA

dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam. (Andi)

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

Pemerhati UGM: Full Day School untuk Pembentukan Karakter

Pemerhati UGM: Full Day School untuk Pembentukan Karakter

Pemerhati UGM Full Day School untuk Pembentukan Karakter

Gagasan full day school yang pernah dilontarkan Mendikbud Muhadjir Effendy

terus menuai pro dan kontra. Sejumlah pihak menentang keras ide tersebut. Namun, ada kalangan yang menilai hal tersebut layak diterapkan karena untuk meminimalkan terpaan negatif yang berasal dari lingkungan luar sekolah.

Pemerhati kebijakan publik UGM, Muhadjir Darwin termasuk yang mendukung gagasan tersebut. Ia menilai positif wacana tersebut karena dapat diterapkan untuk pendidikan karakter anak. Terlebih, melihat kondisi bangsa saat ini yang menunjukkan adanya degradasi dan krisis moral di kalangan generasi muda.

“Gagasan full day school ini layak diterapkan untuk meminimalkan terpaan negatif

yang berasal dari lingkungan luar sekolah. Anak-anak kegiatannya menjadi lebih terarah saat di sekolah, mendapat pendidikan serta penguatan karakter,” paparnya.
Muhadjir menjelaskan bahwa program full day school ini sudah banyak diterapkan di banyak negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China. Hasilnya pun menunjukkan hal positif bagi perkembangan karakter anak. Dia mencontohkan anak-anak di China bersekolah sampai sore dan menginap di asrama. Mereka baru akan pulang seminggu sekali. “Banyak muncul atlet-atlet bagus dari China, salah satunya karena dengan pendidikan full day scholl bisa mendeteksi bakat-bakat alami anak melalui jalur pendidikan,” tutur dosen FISIPOL UGM ini.
Di Indonesia, program full day school ini telah diterapkan di sejumlah sekolah swasta. Hal ini telah berlangsung dalam beberapa dasawarsa terakhir. “Program full day school ini bagus, tetapi dalam penerapannya harus dilakukan secara matang,” tandasnya. Program full day school ini dikatakan Muhadjir, nantinya dapat diujicobakan di beberapa sekolah negeri terutama di wilayah perkotaan yang memiliki kelengkapan sarana prasarana memadai. Selain itu, dengan program ini dapat membantu kesulitan orang tua di perkotaan yang umumnya bekerja seharian.

“Orang tua memiliki kesibukan pekerjaan sampai sore.

Dengan full day school anak selepas sekolah pukul 1 akan mengikuti ekstrakurikuler dan pulang bersamaan dengan orang tua, tidak langsung pulang tanpa pengawasan dari keluarga maupun sekolah,” paparnya.
Dalam pelaksanaannya, kembali ditegaskan Muhadjir, sekolah diharapkan tidak memberikan tambahan pelajaran bagi anak. Namun, full day school dijalankan sesuai dengan arahan Mendikbud yaitu pemberian jam tambahan untuk kegiatan ekstrakulikuler. Misalnya, keterampilan, budi pekerti, olahraga, seni budaya dan lainnya. “Dengan begitu, hak-hak anak tidak akan berkurang. Mereka dapat bermain dan berkreativitas dalam kegiatan ekstrakurikuler ini,” terangnya. (UGM/IK-SS)

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiiran dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proposisi. Secara sederhana penalaran dapat di definisikan sebagai proses  pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposi yang mendahu luinya.  Penalaran merupakan kegiatan, proses atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar yang disebut premis. Jika suatu pernyataan atau proposisi dilambangkan dengan kalimat yang memiliki nilai benar saja atau salah saja, maka istilah sahih atau tidak sahih berkait dengan penalaran/reasoning ataupun argumen. Contoh suatu pernyataan adalah: “Surabaya ibukota propinsi Jawa Timur”. Istilah penalaran atau reasoning dijelaskan Copi (1978) sebagai berikut: “Reasoning is a special kind of thinking in which inference takes place, in which conclusions are drawn from premises” (p.5). Dengan demikian jelaslah bahwa penalaran merupakan kegiatan, proses atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar. Pernyataan yang diketahui atau dianggap benar yang menjadi dasar penarikan suatu kesimpulan inilah yang disebut dengan antesedens atau premis. Sedang hasilnya, suatu pernyataan baru yang merupakan kesimpulan disebut dengan konsekuens atau konklusi.

Penalaran biasanya dibedakan dua macam penalaran:

 yakni penalaran deduktif dan penalaran induktif. Pada Penalaran deduktif,konklusi lebih sempit dari premis. Pada penalaran induktif, konklusi lebih luas dari premis. Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan atau proses berfikir yang menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang bersifat khusus yang  sudah diketahui menuju kesimpulan yang bersifat umum (general). Penalaran deduktif adalah proses penalaran atau proses berfikir dari hal-hal yang bersifat umum (general) yang kemudian dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang bersifat khusus.

Contoh Penalaran deduktif.

Semua manusia akan mati (premis mayor)

Baambang adalah manusia(premis minor)

Jadi:Bambang akan mati (konklusi)

Karenanya, Jacobs (1982:32) menyatakan: “Deductive reasoning is a method of drawing conclusions from facts that we accept as true by using logic ”. Artinya, penalaran deduktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan dari pernyataan atau fakta-fakta yang dianggap benar dengan menggunakan logika. Suatu hal yang sudah jelas benar pun harus ditunjukkan atau dibuktikan kebenarannya dengan langkahlangkah yang benar secara deduktif.

Baca Juga :