Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Galakkan Gerakan Kembali ke Surau

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Galakkan Gerakan Kembali ke Surau

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Galakkan Gerakan Kembali ke Surau

Kabupaten Solok Selatan terus melakukan upaya dalam peningkatan iman dan taqwa

pada berbagai kegiatan di bidang keagamaan bagi warga masyarakat di sana. Bahkan, Wakil Bupati (Wa­­­bup) Solok Se­latan (Sol­sel), Abdul Rahman mengatakan, pada 2017 me­lalui Anggaran Pen­dapatan Be­lanja Daerah (APBD) me­­ng­alokasikan hing­ga dua puluh lima persen untuk ke­giatan ke­aga­maan.

Hal itu disam­paikan saat kun­jungan ke Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari, Se­nin,(25/4/2016) dilansir dari solselkab.go.id.

“Sesuai visi dan misi kita saat pilkada lalu jika fokus untuk kegiatan keagaman

serta pem­bentukan karakter moral ke arah yang lebih baik,” jelas Wabup dua periode itu.

Ia menuturkan, bukan berarti dalam masa kepemimpinan periode pertama tidak ada program keagamaan. “Tapi saat ini akan kita fokuskan untuk kegiatan keagamaan guna melakukan gerakan kembali ke Surau karena merupakan salah satu budaya yang patut kita lestarikan,” tambahnya.

Menu­rutnya, dengan digalakkan kembali kegiatan kembali ke Surau akan berdampak terhadap kejayaan masyarakat Minang di masa lalu. Disebabkan, Surau dalam budaya Minang bukan saja tempat untuk beribadah tetapi juga tempat untuk menimba ilmu pengetahuan.

“Sejarah mencatat para pembesar Minang di masa lalu merupakan sosok yang giat

melaksanakan kegiatan di Surau. Seperti, Buya Hamka dan lainnya,” tandasnya.

Sementara Pengurus Masjid Nurul Iman, nagari RPC, Rahman menyebutkan kapa­sitas masjid tidak lagi mampu menampung kegiatan ibadah Salat Jum’at sehingga diperlukan pemugaran masjid kembali agar mampu menampung lebih banyak untuk kegiatan ibadah ataupun kegitan nagari.

“Semoga, sesuai program Bupati dan Wakil bupati pemugaran Masjid Nurul Iman di kenagarian RPC mampu terwujud sehingga kegiatan keagamaan serta ke­giatan lainnya bisa maksimal,” tutupnya.

 

Baca Juga :

 

 

Saat Shalat Subuh Impian Wako Padang Jamaah Ramai dan Berdesakan di Masjid

Saat Shalat Subuh Impian Wako Padang Jamaah Ramai dan Berdesakan di Masjid

Saat Shalat Subuh Impian Wako Padang Jamaah Ramai dan Berdesakan di Masjid

Walikota Padang menginginkan masjid dan mushalla ramai. Terutama pada saat shalat subuh.

Sehingga ramainya masjid dan mushalla seperti pelaksanaan shalat Jumat.

“Kita ingin masjid dan mushalla di Padang ketika subuh sama ramainya dengan shalat Jumat. Berdesakan yang ingin masuk,” kata Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo saat memberikan reward bagi “Pejuang Subuh” di Masjid Darussalam, Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (23/4/2016).

Keinginan yang disampaikan Walikota tersebut untuk memotivasi seluruh umat Muslim

yang ada di Padang agar tidak meninggalkan shalat subuh. Sebab, menurut Walikota, pada saat subuh itu malaikat datang menurunkan rezeki kepada seluruh umat.

“Ketika malaikat turun membawa rezeki, kita sedang berdoa,” sebut Walikota.

Mahyeldi menyebut bahwa program hafal Alquran dan “Pejuang Subuh” sudah berjalan dengan baik. Warga, terutama anak-anak hingga remaja dibimbing orangtua untuk belajar Alquran serta melaksanakan shalat subuh berjamaah berturut-turut di masjid maupun mushalla.

“Sekarang sudah bertambah banyak yang hafal Alquran. Kemarin saya bersama gubernur

telah mewisuda sebanyak enam ratusan lebih penghafal Alquran. Sebelumnya juga begitu, lebih 30 orang yang hafiz,” ungkap Walikota.

Di Masjid Darussalam, sebanyak 10 “Pejuang Subuh” menerima reward dari Walikota Padang. Penerima reward tersebut yakni Nuraini, Raditya, Devi Permatasari, Wahyu Darmawan, Brahma Suhendar, Rivaldi, Bagas, Adrian, Angelina, serta Icha.

Sedangkan “Pejuang Subuh” di Mushalla Nurusalam yang mendapat reward dari Walikota Padang yakni Tasya Wulandari, Ananda Aulia Putri, Faira Nadiva, Salsa Nabila, Luthfi Fajar Putra, Nabila Marsani, Jihan Ramadhani, Sefri Chandra Putra, M. Firdaus, Sovia Martina, Nurhalimah, Devri Fernando.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/Gon2S2gUTz01fN3

Program Makanan Tambahan Siswa Sasar 4000 Anak Sekolah Dasar di Kota Pariaman

Program Makanan Tambahan Siswa Sasar 4000 Anak Sekolah Dasar di Kota Pariaman

Program Makanan Tambahan Siswa Sasar 4000 Anak Sekolah Dasar di Kota Pariaman

Program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekalolah (PMT-AS) Tahun 2016 untuk 34 SD/MI se-Kota Pariaman

bisa mencapai 4000 anak. Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, secara resmi mencanangkan program yang bertuuan mewujudkan insani yang cerdas, berkualitas dan kompotetif, acara sosialisasi di SDN 05 Air Santok Kecamatan Pariaman Timur.

Acara yang dilaksanakan Senin (18/4/16), diharidiri Asisten I Tata Praja Kota Pariaman Khaidir, Ka Perindagkop Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit, Ka. BPM-Des Kota Pariaman Lanefi, Camat se-Kota Pariaman, Tim Penggerak PKK Kota Pariaman, Kepala Desa dan Pengurus PKK desa Se-Kota Pariaman dan Kepala Sekolah Dasar yang menerima Progam Pencanangan PMT-AS se-Kota Pariaman serta Ninik Mamak, alim Ulama dan Cadiak Pandai dan Masyarakat Air Santok.

Pada sambuatan walikota dalam hal ini diwakili Asisten I Tata Praja mengatakan “Merupakan Program Nasional yang bersifat lintas sektoral dan telah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dengan melibatkan banyak pihak termasuk orang tua murid dan masyarakat melalui forum koordinasi berjenjang.”

“Program PMT-AS bertujuan meningkatkan gizi anak SD/MI sesuai pedoman tambahan

suplemen makanan yang disajikan bersadarkan hasil alam setempat, penyajian makanan diserahkan kepada pengelola PKK di lingkungan penerima program ini” ujar Khaidir.

“Dan tak kalah pentingnya bagaimana PKK desa mampu membuat kemasan lebih menarik melalui inovasi-inovasi menu jajanan setempat sehingga menambah minat makan anak-anak kita untuk mengkonsumsi makanan tradisional” ungkapnya.

“Asupan gizi makanan tambahan anak-anak SD/MI minimal tercakup energy 300 kalori/5 gr protein agar dapat terwujudkan insani yang cerdas, berkualitas dan kompotetif di Kota Pariaman.” tambahnya

“Pemerintah desa selaku leading sektor program PMT-AS mampu mengkoordinir pelakasanaan prosesi

kegiatan ini nantinya, monitoring dan evaluasi asupan gisi dan faktor kesehatan akan dilakukan Pemko Pariaman secara kontinue dengan melibatkan Ahli Gizi Dinas Kesehatan sekaligus sebagai persiapan dalam menghadapi lomba PMT-AS Tingkat Provinsi Sumatera Barat.” paparnya

Secara detail beliau juga menjelaskan “Penyaluran Dana PMT-AS diberikan kepada siswa setingkat SD/MI dengan sasaran 4000 siswa, dimana asupan makanan tambahan tersebut dianggarkan masing-masing Rp 3.500,-/siswa dan dilaksanakan secara priodik sebanyak 62 kali.” tutupnya

Berdasarkan sumber data BPM-Des sebagai pelaksana program PMT-AS tahun 2016 terdiri dari 11 SD/MI di Kecamatan Pariaman Utara dengan jumlah sasaran 179 siswa, 7 SD/MI di Kecamatan Pariaman Tengah dengan sasaran 842 siswa, 7 SD/MI di Kecamatan Pariaman Selatan sebanyak 977 siswa dan di Kecamatan Pariaman timur paling besar 1002 siswa dari 9 SD/MI.

Diakhir acara rombangan disuguhkan berbagai jenis makanan hasil elaborasi PKK-Des dengan bahan hasil alam Kota Pariaman, kemudian masing-masing calon penerima penyaluran dana PMT-AS mempresentasikan makanan tambahan tersebut ke ketua rombongan dengan penuh semangat

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/O1LUuC66i1A7j6q

Beri Kuliah Umum di STMIK-AMIK Dumai, Gubri Bahas Soal Perusahaan

Beri Kuliah Umum di STMIK-AMIK Dumai, Gubri Bahas Soal Perusahaan

Beri Kuliah Umum di STMIK-AMIK Dumai, Gubri Bahas Soal Perusahaan

Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman mendapat kesempatan memberikan kuliah umum

di kampus STMIK-AMIK Dumai, akhir pekan ini, Ahad (26/3/2017). Saat berdialog dengan para mahasiswa, pria yang akrab disapa Andi Rachman itu menyoroti pentingnya kerjasama antara perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan yang ada.

Para mahasiswa sempat curhat kepada Gubri terkait banyaknya perusahaan di Riau khususnya Dumai yang mempekerjakan tenaga kerja dari luar Riau. Padahal di Riau juga tersedia banyak tenaga kerja.

Gubri menyebut bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebenarnya sudah pernah mengeluarkan Perda

yang meminta perusahaan-perusahaan yang ada di Riau untuk memprioritaskan dan mempekerjakan tenaga kerja asal Riau.

“Tapi kadang memang perusahaan perlu tenaga kerja yang punya keahlian khusus, sehingga mau tidak mau kalau tidak tersedia di Riau, perusahaan harus mengambil dari luar,” ucap Gubri.

Untuk itu ke depan, Gubri menyarankan agar dijalin kerjasama yang baik antara perguruan tinggi

dengan perusahaan-perusahaan yang ada. Selain untuk melakukan transfer of knowledge juga agar pihak perusahaan mengetahui dengan baik potensi-potensi yang ada di suatu perguruan tinggi. “Kan bisa saja ahli-ahli dari perusahaan itu diundang sebagai dosen tamu,” sarannya.

Pada kesempatan itu, Gubri juga mengajak para mahasiswa dan seluruh civitas akademika STMIK-AMIK Dumai untuk bersama-sama menyukseskan Visi Riau 2020. Azam Riau untuk menjadi pusat perekonomian dan budaya Melayu di Asia Tenggara harus terwujud.

“Sebagai generasi muda, jangan sampai kita lupa dengan budaya kita. Budaya Melayu sebagai soko guru di Bumi Lancang Kuning harus sama-sama kita jaga dan lestarikan,” tegas Gubri seraya meminta agar para mahasiswa membiasakan diri untuk berpantun sebagai salah satu tradisi dalam budaya Melayu. Apalagi pantun sudah diusulkan oleh Pemprov Riau ke Unesco sebagai warisan budaya tak benda.

Di akhir acara, Gubri sempat membagi-bagikan buku karangannya tentang pariwisata Riau berjudul “Riau The Homeland of Melayu, Apa dan Bagaimana Pariwisata Riau”

 

Baca Juga :

 

 

SMP Tuah Negeri Pekanbaru Buka Lowongan Pengajar

SMP Tuah Negeri Pekanbaru Buka Lowongan Pengajar

SMP Tuah Negeri Pekanbaru Buka Lowongan Pengajar

Mencari info lowongan kerja khususnya di Pekanbaru, kini ada kesempatan buat anda.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tuah Negeri Pekanbaru sedang membutuhkan tenaga kerja untuk ditempatkan pada posisi berikut.

Tenaga Pengajar atau Guru

– Matematika Fisika

– IPA

– Indonesia PKN

– IPS

Persyaratan

– Pria/ Wanita

 

– Pendidikan lulusan Si dibidangnya.

 

Penempatan di Sekolah SMP Tuah Negeri Pekanbaru. Bagi yang berminat segera menghubungi kontak berikut, Miss Neneng (0823 8551 7775) SMP TUAH NEGERI PEKANBARU. Gg. Irian No.22, Kedungsari, Sukajadi, Kota Pekanbaru.

 

Bagi anda yang membutuhkan informasi tentang lowongan kerja terbaru, nantikan informasi

selanjutnya hanya di Bertuahpos.com yang akan memberitakan lowongan perkerjaan terbaru dan terupdate setiap harinya

 

Sumber :

https://www.tripadvisor.com/Profile/ojelmandiri

Ujian Berbasis Komputer Sulitkan Guru Tua di Rohil

Ujian Berbasis Komputer Sulitkan Guru Tua di Rohil

Ujian Berbasis Komputer Sulitkan Guru Tua di Rohil

Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang berbasis komputer dianggap

oleh sebagian guru-guru tua (senior) di Rokan Hilir, menyulitkan mereka.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu guru yang tidak ingin disebutkan namanya kepada kru bertuahpos.com.

“Ujian pakai komputer ini agak menyulitkan bagi kami apalagi guru

tua seperti kami. Kami guru tua ini belajar komputer merupakan sesuatu yang asing,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Kadisdikbud Rohil, H M.Rusli Syarif menganggap hal tersebut harus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru.

“Suka tidak suka itu harus dilakukan. Kalau tidak kita semakin ketinggalan

, itu dilakukan untuk kompetensi guru,” ujarnya, Sabtu (08/4/2017).

M. Rusli juga menambahkan bahwa dalam mengatasi mengenai kesulitan penggunaan komputer oleh guru tua, pihaknya terus melakukan pelatihan bagi semua guru.

“Untuk mengatasi masalah itu (kesulitan penggunaan komputer) kita sudah melakukan pelatihan bagi guru – guru,” tambahnya.(

 

Sumber :

http://ahmadali.wagomu.id/e107293.html

HUBUNGAN PENGORGANISASIAN

HUBUNGAN PENGORGANISASIAN

HUBUNGAN PENGORGANISASIAN

Adalah bahwa hasil dari pengorganisasian adalah organisasi yang merupakan sebagai alat, tempat / wadah manajer untuk melakukan kegiatan – kegiatan dalam mencapai tujuan bersama.

2 BAGIAN DASAR DALAM ORGANISASI :
1. Bagian – bagian / departeman / divisi
2. Hubungan – hubungan :
a. Hubungan garis
b. Hubungan fungsional
c. Hubungan staff
d. Hubungan koordinasi

BEBERAPA KONSEP PENGERTIAN PENGORGANISASIAN

1.GR.TERRY
Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan – hubungan kelakuan yang efektif antara orang – orang, sehingga mereka dapat bekerjasama secara efisien, dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas –tugas tertentu dalam kondisi likungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.

2.KOONTZ & DONNELL
Fungsi pengorganisasian manajer meliputi penentuan golongan kegiatan – kegiatan yang diperlukan untuk tujuan – tujuan perusahaan, pengelompokan kegiatan tersebut kedalam suatu bagian yang dipimpin oleh seorang manajer serta melimpahkan wewenang untuk melaksanakannya.

3.SP HASIBUAN
Pengorganisasian adalah suatu proses penentuan, pengelompokan dan pengaturan bermacam – macam aktifitas yang diperelukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang – orang pada setiap aktifitas, menyediakan alat – alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relatif didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktifitas tersebut.

ASPEK PENTING YANG DAPAT DIRUMUSKAN DARI KONSEP TERSEBUT :
1.

Adanya kelompok orang yang bekerjasama.
2. Adanya tujuan tertentu yang akan dicapai.
3. adanya pekerjaan yang akan dikerjakan.
4. Adanya penetapan dan pengelompokan pekerjaan.
5. Adanya wewenang dan tanggungjawab.
6. adanya pendelegasian wewenang.
7. Adanya hubungan kerjasama satu sama lain.
8. Adanya penempatan orang – orang yang akan melakukan pekerjaan.
9. Adanya tata tertib yang harus ditaati.

UNSUR – UNSUR PENGORGANISASIAN.
1. Sebagai wadah / tempat untuk bekerjasama.
2. Proses kerjasamauntuk mencapai tujuan.
3. Tugas dan kedudukan masing – masing sangat jelas.
4. adanya tujuan tertentu.

PROSES PENGORGANISASIAN
1. Penentuan sasaran yang ingin dicapai.
2. penentuan jenis kegiatan – kegiatan.
3. Pengelompokan kegiatan – kegiatan.
4. Pendelegasian wewenang.
5. Menentukan jumlah personal pada setiap departemen.
6. Uraian tugas ( job discreption )
7. Menentukan tipe organisasi ( garis, fungsional )
8. Membuat bagan organisasi.

Baca Juga : 

PENGORGANISASIAN

PENGORGANISASIAN

PENGORGANISASIAN

Adalah merupakan fungsi dari manajemen, yang merupakan proses dalam mengatur manusia, tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

FUNGSINYA PENGORGANISASIAN :
1. Mengatur orang – orang.
2. Mengatur kegiatan dalam perusahaan
3. Mengadakan pembagian kerja. ( uraian tugas )
4. Menempatkan orang – orang dalam departemen.
5. Menetapkan batasan – batasan wewenang

TINDAKAN PIMPINANAN :
1. Merencanakan struktur organisasi.
2. Mengadakan departementasi kegiatan dalam perusahan.
3. Mengadakan pendelegasian wewenang agar dapat melaksanakan tugas yang dibebankan.

ORGANISASI :
•Merupakan hal yang statis yang menggambarkan pola – pola, skema, bagan yang menunjukan garis – garis perintah, dan hubungan yang ada.
•Suatu system kerjasama yang terkoordinasi antara manusia dalam mencapai tujuan bersama.
•Struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja dari orang – orang dalam mencapai tujuan bersama.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Jenis – jenis Kerjasama Tim

Jenis – jenis Kerjasama Tim

Jenis – jenis Kerjasama Tim

Jenis –jenis kerjasama tim terdiri dari 6 (enam) bagian, antara lain: (Daft,

2003:171)

1.) Tim Formal
Tim formal adalah sebuah tim yang dibentuk oleh organisasi sebagai bagian dari struktur organisasi formal.

2.) Tim Vertikal
Tim vertikal adalah sebuah tim formal yang terdiri dari seorang manajer dan beberapa orang bawahannya dalam rantai komando organisasi formal

3.) Tim Horizontal
Tim horizontal adalah sebuah tim formal yang terdiri dari beberapa karyawan dari tingkat hirarki yang hampir sama tapi berasal dari area keahlian yang berbeda.

4.) Tim dengan Tugas Khusus
Tim dengan tugas khusus adalah sebuah tim yang dibentuk diluar organisasi formal untuk menangani sebuah proyek dengan kepentingan atau kreativitas khusus.

5.) Tim Mandiri
Tim Mandiri adalah sebuah tim yang terdiri dari 5 hingga 20 orang pekerja dengan beragam keterampilan yang menjalani rotasi pekerjaan untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa secara lengkap, dan pelaksanaannya diawasi oleh seorang annggota terpilih.

6.) Tim Pemecahan Masalah
Tim pemecahan masalah adalah biasanya terdiri dari 5 hingga 12 karyawan yang dibayar perjam dari departemen yang sama, dimana mereka bertemu untuk mendiskusikan cara memperbaiki kualitas, efisiensi, dan lingkungan kerja.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Pungutan Uang Seragam Sekolah Diluar Kewenangan

Pungutan Uang Seragam Sekolah Diluar Kewenangan

Pungutan Uang Seragam Sekolah Diluar Kewenangan

Pungutan terhadap siswa yang masuk ke SMKN 1 Soreang oleh koperasi sekolah

, diakui kepala sekolah yang bersangkutan adalah tindakan yang salah. Karena pungutan itu dianggap tidak sesuai dengan perintah dari pihak sekolah dan seolah tindakan koperasi sendiri.
Seiring dengan hal tersebut, pihanyaknya menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua. ’’Itu memang salah, saya juga sempat kaget mengapa koperasi sekolah melakukan hal itu. Padahal kalau mau melaksanakan pengukuran pakaian untuk siswa, ukur saja dan tidak perlu dilakukan pungutan untuk seragam sekolah,’’ ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Soreang Ayi Rahmat kepada Soreang Ekspres (Grup Bandung Ekspres) kemarin (8/7).

Diakuinya, sejak ada laporan dari pihak koperasi tentang adanya wartawan memotret

petugas koperasi, dia pun langsung menegurnya. Dia mengatakan, kejadian tersebut jangan sampai terulang karena sekolah akan ditegur instansi berwenang.
’’Kami juga langsung menegur koperasi yang melakukan pungutan itu. Sekali lagi ini kan tidak boleh terjadi karena skeolah baru merapatkan keputusan soal uang pangkal itu hari Rabu. Maka dari itu sekali lagi kami mohon maaf kepada orang tua siswa,’’ ucapnya.
Jumlah siswa yang saat itu dipungut oleh pihak koperasi nyaris seluruhnya menyetorkannya. Namun dari jumlah setoran sebesar Rp 1.375 ribu itu, pembayaran yang dilakukan orang tua siswa bervariasi. ’’Saya saja ketika ada pungutan untuk biaya seragam sekolah dan sejumlah atributnya hanya bayar Rp 800 ribu. Tidak tahu orang tua siswa yang lainnya, apakah memang bayar semua atau bagaimana,’’ terang Budi salah satu orang tua siswa.

Hal senada diakui Ani Kusmawan, yang saat pungutan pakaian untuk seragan memberikannya

sesuai dengan tagihan dari kopearsi. ’’Saya bayar Rp 1.375 ribu karena saya fikir sekalipun belum ada keputusan tapi pasti harus bayar seluruhnya. Makanya saya bayarkan lunas saja,’’ ujarnya
Dalam rapat orang tua siswa yang dipimpin Asep Rumana, ditegaskan dari uang pangkal yang diajukan kepada orang tua siswa muncul anggaran sebesar Rp 6.550 ribu. Karena uang pangkal itu dirasakan memberatkan, akhirnya diturunkan menjadi Rp 6.250 ribu. ’’Kami telah merapatkannya dengan para orang tua siswa yang dihadiri juga oleh kepala sekolah, bahwa uang pembangunan yang dibebankan kepada siswa menjadi Rp 6.250 ribu dari tawaran sebelumnya Rp 6.550 ribu.,’’ terang Asep dihadapan para orang tua siswa.
Uang pembangunan sebesar itu hanya bisa dilakukan pembayarannya secara langsung 60 persennya di muka. Dan sisanya ditunggu sampai dengan Desember mendatang.
Sebelumnya, diberitakan bahwa siswa SMK Negeri 1 Soreang tahun ajaran 2015-2016 ditarik uang pembelian seragam sekolah sebesar Rp 1.375.000. Hal itu dilakukan koperasi sekolah tanpa ada kordinasi dengan kepala sekolah. Sehingga perbuatan koperasi itu dinilai menyalahi aturan, karena belum adanya keputusan komite dan sekolah terkait biaya yang dibebankan kepada siswa tahun ajaran baru itu

 

Baca Juga :