Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 jalur perpindahan sekolah menengah kejuruan

(SMK) membuka kuota calon peserta didik sebanyak 5%. Proses seleksi pada jalur perpindahan melalui tahapan verifikasi dengan memenuhi berkas persyaratan PPDB dan mengikuti uji kompetensi (tes minat dan bakat).

Sekretaris PPDB Jawa Barat, Edi Purwanto mengatakan, persyaratan umum yang harus diikuti calon peserta didik wajib dilengkapi seperti pada jalur zonasi dan prestasi. Setelah melewati tahap verifikasi persyaratan, siswa akan meneruskan ke tahap selanjutnya, yaitu uji kompetensi sesuai program atau kompetensi keahlian yang dipilih bagi sekolah yang menerapkan tes bakat minat.

“Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB 2019, apabila calon peserta didik yang dinyatakan

lolos tes bakat minat, bisa mengikuti proses seleksi setelahnya. Sedangkan bagi siswa yang tak lolos, dapat mengubah keahlian lain yang tidak mempersyaratkan tes minat bakat khusus di SMK tersebut,” ujar Edi saat dihubungi, Senin (13/5/2019).

Edi menambahkan, pemeringkatan dilakukan berdasarkan jarak domisili siswa dengan sekolah hingga batas kuota yang ditetapkan. Calon peserta didik dinyatakan lolos seleksi apabila hasil pemeringkatan berdasarkan lolos uji kompetesi atau tes minat dan bakat.

Kemudian, lanjutnya, apabila calon peserta didik tidak lolos karena melampaui daya tampung

, akan dilimpahkan dan diikutsertakan dalam seleksi tahap berikutnya di pilihan ke-2 dan 3  untuk peringkat program keahlian.

“Apabila penyeleksian melalui perpindahan masih belum memenuhi daya tampung, kekurangan daya tampung akan diisi dengan urutan jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), prestasi UN, dan jalur prestasi non-UN,” jelasnya.

Adapun jumlah pendaftar yang melebihi daya tampung, tambahnya, akan diseleksi berdasarkan urutan prioritas. Yaitu, calon peserta didik yang berdomisili pada wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang sama dengan SMK yang bersangkutan, calon peserta didik yang mendaftar lebih awal, dan usia yang paling tua calon peserta didik.***

 

Baca Juga :

 

 

Wildah

    Comments are closed.