METRIK SIZE ORIENTED

METRIK SIZE ORIENTED

Table of Contents

METRIK SIZE ORIENTED

METRIK SIZE ORIENTED

Parameternya adalah ”ukuran” dari software yang dihasilkan. Dapat dilakukan jika ada record atau catatan dari organisasi. Perlu diperhatikan bahwa yang record yang diperlukan adalah keseluruhan aktivitas rekayasa perangkat lunak. Misalnya tabel dibawah ini adalah pengumpulan dari data-data record yang ada dari sebuah organisasi:

atoy1

Dimana LOC (line of code) menunjukkan jumlah baris kode yang dibuat pada masing-masing proyek, misalnya pada kolom pertama, proyek aplha dibuat dengan 12100 baris kode dalam 365 halaman, dikembangakan dengan usaha 24 orang per bulan dengan biaya $168000. Lalu ditemukan kesalahan sebanyak 134 pada proyek sebelum direlease, 29 cacat setelah direlease pada pelanggan, dan ada 3 orang yang bekerja pada pengembangan proyek perangkat lunak alpha.

Untuk pengembangan dari metrik ini, dapat dibuat metrik size oriented baru yang sederhana untuk tiap proyek, misal: kesalahan per baris kode (dihitung ribuan), cacat per baris kode (ribuan), dokumentasi per baris kode (ribuan), kesalahan per usaha, baris kode per usaha, biaya per halaman dokumentasi, dsb.

Metrik ini tidak dapat diterima secara universal karena adanya kontroversi pada penggunaan baris kode sebagai titik ukur. Sebagian yang setuju pada pengukuran LOC menganggap bahwa LOC adalah suatu bukti real dari apa yang dilakukan oleh perekayasa perangkat lunak (dalam konteks ini membuktikan berapa banyak baris program yang ditulis oleh seorang programmer – comment yang ada).

Sedangkan sebagian yang tidak setuju bahwa LOC dijadikan suatu tolak ukur kebanyakan disebabkan alasan ambiguitas dari cara menghitung LOC itu sendiri. Dalam masa-masa awal bahasa pemrograman Assembly, hal ini tidak menjadi suatu masalah karena dalam 1 baris aktual program merupakan 1 baris instruksi, tetapi dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi, dimana pada masing-masing bahasa, untuk menyelesaikan suatu masalah dengan algoritma yang sama pun LOC nya sudah berbeda-beda. Bahkan dalam satu bahasa pemrograman yang sama, untuk menyelesaikan masalah yang sama, LOC nya bisa berbeda jauh tergantung dari algoritma yang digunakan. Hal ini yang membuat banyak sekali kontroversi mengenai LOC sebagai tolak ukur dari sebuah software.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/

Wildah

    Comments are closed.