Beberapa Fungsi Google Drive dan fungsinya

Beberapa Fungsi Google Drive dan fungsinya

Beberapa Fungsi Google Drive dan fungsinya

Beberapa Fungsi Google Drive dan fungsinya

 Beberapa Fungsi Google Drive dan fungsinya

Google Drive

Bagaimana cara orang menggunakan Google Drive? Mungkin ada banyak kegunaannya. Pertimbangkan contoh dibawah ini:

Seorang manajer perlu produk terburu untuk melanjutkan Pekerjaannya pada proposal yang sangat penting baginya, dia akan menggali sekitar tasnya untuk mencari USB drive  yang lama ia gunakan untuk mentransfer file. Atau lampiran untuk membuka di rumah. Sebaliknya, ia menyimpan dokumen Word dan Excel spreadsheet ke Google Drive di kantor. Malam itu,di PC rumahnya, ia membuka folder Google Drive-nya untuk mengakses file Excel. Semuanya diperbaru untuk menghemat ke Google Drive. Ketika ia kembali bekerja hari Senin berikutnya, data yang diperbarui dapat dilihat pada komputer mereka.

Penyelenggara reuni keluarga 34 sepupu  ingin survei tentang kehadiran, preferensi penginapan, dan persiapan makan malam seadanya. Ia meng-email setiap link ke Formulir Web yang dibuat di Drive. Jawaban secara otomatis dipindahkan ke Lembar, di mana ia bisa melihat respon dan hasil menghitung.

Seorang konsultan usaha kecil membantu pemilik Slappy di Kanada Diner (“Kami Masukan Kanada Kembali Dalam Bacon”) mempersiapkan slideshow untuk calon pewaralaba di Ohio. Konsultan dan Slappy berkolaborasi menggunakan Google Slides, yang memungkinkan mereka untuk bisa  mengakses jarak jauh maupun dekat dan menambahkan teks, gambar, dan elemen lainnya. Konsultan berbagi link ke slide dengan mitra konsultasi, jadi dia secara berkala dapat memeriksanya pada browser Web dan memeriksa masalah. Kemudian, Slappy memenuhi operator waralaba potensial di sebuah hotel di Cleveland, dan menggunakan Slides untuk menjalankannya melalui presentasi.

Fakultas sekolah dasar menggunakan Docs untuk berkolaborasi pada rencana materi pembelajaran. Setiap guru mengakses dokumen yang sama dari rumah atau ruang kelas mereka. Pembaruan akan segera tercermin, bahkan ketika dua guru secara bersamaan mengakses dokumen yang sama. Pokok mereka (dikenal sebagai “Skinner” di belakang punggungnya) terkesan dengan cepat beberapa fakultas melengkapi rencananya, dan seberapa baik kurikulum yang terintegrasi.

Di sekolah yang sama,  lima guru di kelas meminta siswanya untuk mengirimkan PR menggunakan Docs. Para guru menambahkan koreksi dan catatan, siswa yang dapat mengakses setiap saat melalui browser Web. sejauh ini lebih efisien dari pada email lampiran, siswa tidak perlu bantuan orang tua mereka untuk membeli program pengolah kata yang mahal.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Gubernur Lantik Kasubbag TU SMA/SMK

Gubernur Lantik Kasubbag TU SMA/SMK

Gubernur Lantik Kasubbag TU SMA SMK

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melantik sejumlah Kasubbag Tata Usaha

(TU) SMA/SMK, di Gedung Negara Pakuan Bandung, kemarin (15/01).

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 82.2/kep.48-bkd/2018 tentang pengangkatan dan peminda­han Pegawai Negeri Sipil da­lam dan dari jabatan struk­tural jabatan administrasi di lingkungan pemerintah Pro­vinsi Jawa Barat.

’’Pelantikan kali ini, adalah pelantikan yang melengkapi pelantikan sebelumnya, di­mana seluruh SMA/SMK di Jawa Barat kini sudah memi­liki pejabat-pejabat kasubbag tata usaha,’’ ungkap Aher.

Aher menuturkan, sejak ta­hun 2017, atau sejak alih kelola SMA/SMK dari kabu­paten/kota ke Provinsi

, di­angkatlah kasubbag TU/pe­jabat fungsional Eselon IV untuk SMA/SMK yang ber­tanggung jawab mengurus administrasi sekolah.

”Ini sebuah kehormatan dan penghargaan, oleh karena itu, yang ada di hadapan kita ada­lah kerja keras, bagaimana menata kelola administrasi sekolah, khususnya keuangan supaya teratur, rapih, sesuai dengan ilmu akuntansi, dan pendayagunaannya bisa di­pertanggung jawabkan, dan transparan,” kata Aher.

Aher selanjutnya mengim­bau para Kasubbag TU supaya memegang teguh tata kelo­la sesuai peraturan yang ada. Kemudian, dirinya pun men­ekankan agar para pejabat fungsional tersebut tak ter­pengaruh intervensi yang menyimpang dari pihak manapun.

’’Kalau ada orang yang men­ekan, tolak! Karna kedepan, ketika ada pemeriksaan, pe­nelaahan terkait

dengam baik buruknya pelayanan admi­nistrasi, tentu Kasubbag tata usaha sekolah yang jadi penanggung jawab utama, selain kepala sekolah yang memiliki tugas sebagai pe­mimpin sekolah,’’ katanya.

Aher menyebut, dihadirkan­nya Kasubbag TU di SMA/SMK di Jawa Barat, bukan untuk menyebabkan tumpang tindih wewenang dengan pimpinan sekolah, melainkan untuk bersinergi satu sama lain.

”Sekolah yang baik hadir dengan aktivitas belajar mengajar secara prima, pada saat yang sama hadir pula pengelolaan administrasi yang baik,” katanya.

-Faturohman, Kasubbag TU SMA 1 Sliyeg

-Jojo, Kasubbag TU SMA 1 Cikijing

– Maman Suparman, Kasub­bag TU SMA 1 Cigalontang

– Sri Marlina Nurdiani, Ka­subbag SMA TU SMA 8 Bogor

Pada kesempatan tersebut, di akhir kegiatan, Gubernur juga melakukan Penyerahan Kenai­kan Pangkat Luar Biasa bagi PNS Berprestasi di ajang ASEAN Civil Service Games (ACSG) pada tahun 2015 lalu. (yan)

 

Baca Juga :

 

 

Tidak Bisa Berbuat Pada Guru Honorer

Tidak Bisa Berbuat Pada Guru Honorer

Tidak Bisa Berbuat Pada Guru Honorer

NGAMPRAH – Masih rendahnya bentuk penghargaan terhadap guru honorer patut menjadi

pertanyaan tersendiri. Sebab, meski mendapatkan gaji hanya Rp 300.000 per bulan kinerja para guru ini patut diapreasiasi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Kecamatan Cihampelas Budianto mengakui, guru honorer itu tidak kalah hebat dengan guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan, dengan penghasilan kecil mereka masih mau membaktikan dirinya dengan tulus kepada dunia pendidikan.

Budianto menyebutkan, Kecamatan Cihampelas memiliki 263 guru honorer yang tersebar di 43 SD negeri dan 2 swasta. Mereka, rata-rata sudah mengajar selama 4 tahun lebih. Bahkan, ada yang sudah sampai 12 tahun.

Gaji guru honorer hanya didapatkan dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

sebesar 15 persen atau sekitar Rp 300.000 per bulan. Jumlah ini, sangat kecil bila dibandingkan dengan gaji ASN yang mencapai Rp 7 juta per bulan.

Penghasilnya ini tidak sebanding dengan tugas dan kewajiban ketika memberikan pembelajaran kepada siswa. Sebab, guru honorer terjkadang memiliki jam mengajar lebih banyak.

’’Para guru honorer itu, harus menyiapkan rencana pengajaran, memenuhi jam pelajaran, hingga evaluasi pengajaran, jadi sama kan,’’ katanya.

Budianto memaparkan, guru ASN maupun honor harus mampu memenuhi 4 kriteria, y

akni aspek, kepribadian, profesional, dan sosial. Bahkan, dibutuhkan berbagai keterampilan penunjang lainnya.

Selain itu, ada penilaian para guru yang dilakukan oleh kepala sekolah setempat berupa penilaian kinerja berkelanjutan di setiap gugus yang nantinya dievaluasi oleh pemerintah pusat.

’’Kriterianya, nanti ada yang baik, sedang, ataupun kurang. Sejauh ini, penilaian kinerja para guru di Cihampelas sudah cukup baik,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan KBB Jalaludin mengakui, saat ini masih banyak kekurangan yang terjadi di lingkup sekolah dasar. Di antaranya, minimnya guru pegawai negeri sipil serta sebaran guru yang tidak merata di semua wilayah KBB.

Namun, kekurangan guru ASN di setiap sekolah masih bisa diatasi oleh keberadaan para guru honorer. Bahkan, kualitas guru honorer ini pun tidak kalah dibandingkan dengan mereka yang sudah ASN.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Siswa SMK BeNC Buktikan Keahlian

Siswa SMK BeNC Buktikan Keahlian

Siswa SMK BeNC Buktikan Keahlian

BANDUNG – KawaSSunda Band baru seumur jagung. Namun kemampuannya dalam bermusik patut diacungi jempol. Para personelnya merupakan siswa-siswi SMK Bumi Nurani Camp (BeNC). Pekan lalu, band asal pedesaan ini berhasil meraih juara 3 pada festival band se-Priangan Timur, mengungguli puluhan peserta lainnya yang berasal dari perkotaan.

Ya, KawaSSunda lahir dari rahim sekolah yang berada di pedesaan. Sekolah ini tepatnya

berada di Jalan Sukalena, Desa/Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis. Menjadi satu-satunya sekolah dengan bidang studi keahlian seni musik yang letaknya di desa. Tak lazim seperti kebanyakan sekolah seni di perkotaan atau kota besar di Jawa Barat.

“Hasil ini menunjukkan ba­hwa guru-guru di SMK BeNC sangat profesional dan juga didukung dengan keterse­diaan peralatan musik yang cukup. Baik modern maupun tradisional Sunda,” kata En­dang Cece, Ketua Yayasan Bumi Nurani, penyelengga­ran SMK BeNC.

Sekolah ini didirikan dua ta­hun silam. Tepatnya pada 20 Januari 2016. Keberhasilan siswa-siswi

dalam festival ini sekaligus menjadi kado terin­dah dalam perayaan ulang tahun sekolah. Apalagi, jika melihat dari peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut, mereka tergolong pesaing be­rat. Ada 24 grup band yang berasal dari Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar ikut dalam rangka Day of Speaking ke-5 ini.

Dari festival ini, juara 1 diraih oleh Nuansa Band dari SMAN 1 Ciamis. Juara 2 diraih Istana Band dari SMAN 1 Pamarican. Sedangkan juara 3 diraih Ka­waSSunda dari SMK BeNC Ciamis. Masing-masing pe­serta menyanyikan dua lagu. Lagu wajib dengan judul Bendera yang hits dinyanyikan Kotak Band. Sedangkan untuk lagu kedua, KawaSSunda me­milih Mojang Priangan.

“Tentu saja kesungguhan dan potensi anak-anak juga sangat mendukung,” tambah Anggit Fitrian

Munggaran, S.Pd, guru produktif sekaligus pelatih KawaSSunda.

Sejak mendapat undangan dari panitia festival, Endang, Anggit, dan guru di SMK BeNC mendorong siswa-siswinya giat berlatih. Hampir tiap hari mereka berlatih usai pu­lang sekolah. Tidak ada paksa­an untuk berlatih tiap hari. Namun, personel KawaSS­unda seperti merasa tertantang untuk unjuk gigi.

“Kami berlatih tiap hari se­pulang sekolah. Tidak disuruh. Ini kesadaran kami semua. Lagian, kalau pulang ke rumah juga tidak ada apa-apa,” kata Yusi Farida, salah satu siswa kelas X, vokalis KawaSSunda.

KawaSSunda Band terdiri dari 9 personel. Empat siswa dari kelas X, dan lima siswa berasal dari kelas XI. Sekolah ini baru memiliki dua tingka­tan. Dan jumlah personel band ini juga merupakan jumlah murid di sekolah tersebut. “Murid di sekolah kami ini baru 9 orang,” ujar Endang.

 

Sumber :

https://egriechen.info/

Kajian Umum Agama Budha

Kajian Umum Agama Budha

Kajian Umum Agama Budha

Secara umum kajian tentang agama terbagi menjadi dua bagian, yaitu secara teologis dan secara sosiologis. Kajian agama dalam corak teologis berangkat dari adanya klaim tentang kebenaran mutlak suatu agama. Doktrin-doktrin agama yang diyakini dari Tuhan, kebenarannya juga diakui berada di luar jangkauan kemampuan berfikir manusia sehingga ia menjadi semata-mata ajaran yang harus diimani saja. Berbeda dengan dimensi teologis, dimensi dimensi sosiologis melihat agama sebagai salah satu

intitusi sosial, sebagai subsistem dari sistem sosial yang mempunyai fungsi sosial tertentu , semisal sebagai salah satu pranata sosial, intitusi sosial. Karena posisinya sebagai subsistem, maka eksistensi dan peran agama dalam suatu masyarakat tak ubahnya dengan posisi dan peran subsistem yang lain (seprti subsistem ekonomi, politik, kebudayaan, dan lain-lain) yang mendukung eksistensi dari suatu masyarakat. Dalam kajian sosiologis agama tidak dilihat tentang apa dan bagaimana isi ajaran dan doktrin keyakinanya tetapi dilihat bagaimana ajaran dan doktrin agama tersebut dilakukan dan diwujudkan dalam perilaku penganut agama tersebut. Agama Budha sebagai agama resmi dari lima agama resmi di Indonesia yang merupakan intitusi sosial, sangat menarik untuk di kaji secara sosiologis untuk mengetahui bagaimana ajaran Budha dapat diterapkan dengan perilaku penganut agama Budha dalam kehidupan sosial dalam masyarakat

Baca Juga :

Lompat Jauh

Lompat Jauh

Lompat Jauh

Berikut ini sedikit catatan teori olahraga yang saya miliki pada saat SMA.

Lompat jauh terdiri dari 3 jenis, yaitu :
1. Gaya jongkok (gaya yang paling mudah)
2. Gaya tegak/lenting
3. Gaya berjalan di udara

Teknik dasar
1. Awalan
Digunakan oleh para pemula.
Fungsi : lompatannya dapat jauh
Cek mark sekitar 30-40 meter dan merupakan awalan yan baik. Jarak tersebut tidak terlalu dekat atau tidak terlalu jauh. Manusia pada jarak 30-40 meter dalam berlari dapat mencapai kecepatan maksimal. Pada papan tumpunya diberi plastilin, untuk melihat apakah kaki atlet tersebut dish atau tidak. Jika lari kita mencapai kecepatan maksimal, otomatis badan akan terlempar jauh ke depan.

2. Tolakan
Pada tolakan, kaki yang dijadikan tumpuan adalah kaki yang paling kuat. Pada orang normal, kaki kiri lebih panjang daripada kaki kanan (3-4 mm), dan tangan kanan lebih panjang dari tangan kiri.

3. Melayang
Gaya yang dipakai oleh seorang atlet, dapat dilihat saat melayang. Gaya berjalan di udara sulit untuk dilakukan dalam 2,5 langkah. Gaya berjalan di udara dapat dilakukan setelah atlet dapat melompat sepanjang 4 m. Tujuan gaya adalah menciptakan atau menambah prestasi seorang atlet.

4. Mendarat
Mendarat yang baik adalah mendarat pada ujung kaki diikuti badannya. Mendarat harus dilakukan dengan dua kaki untuk menghindari cedera badan dan berhubungan dengan keselamatan atlet. Kalau tidak, kaki tidak akan kuat menyangga badan kita dan tekanan kecepatan lari.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Atletik

Atletik

Atletik

nduk organisasi atletik berupa PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). PASI berdiri pada 3 September 1950 di Semarang. Atletik merupakan semua cabang olahraga yang tidak meninggalkan unsur jalan, lari, lompat, dan lempar.

1. Jalan (20.000 m – 50.000 m)
Ciri-ciri : walaupun cepat, telapak kkai menempel di tanah, pundaknya tidak boleh diangkat, dan lutut tidak boleh ditekuk.

2. Lari
Dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu lari jarak pendek (lari gawang), lari jarak menengah, dan lari jarak jauh (maraton).

a. Lari jarak pendek (sprint)
Menempuh jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Yang paling baik bagi atlet lari jarak pendek adalah postur tubuh baik dan teknik lari yang benar. Lari 100 meter dapat dicapai dalam 10 detik. Atlet lari jarak pendek berlatih selama 2 tahun.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Disdik Support Sekolah Agar Terakreditasi

Disdik Support Sekolah Agar Terakreditasi

Disdik Support Sekolah Agar Terakreditasi

Berbeda dengan sekolah tingkat SMP yang menempati peringkat pertama se-Kabupaten

/Kota di Jawa Barat dengan nilai rapor mutu pendidikan 5,49, namun, nilai rapor mutu dan delapan Standar Pendidikan untuk tingkat SD Cimahi masih jauh berada di peringkat tengah.

Hal itu diungkapkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Hendra Gunawan saat ditemui di Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Jati Serut, Kota Cimahi, belum lama ini.

Menurut Hendra, saat ini di Cimahi ada sebanyak 125 sekolah tingkat SD yang terdiri dari 102 sekolah negeri dan 23 swasta. Namun dari jumlah tersebut masih banyak sekolah yang belum memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP).

”Ada delapan kriteria yang harus dipenuhi untuk memenuhi SNP yaitu standar isi,

standar kompetensi lulusan, standar proses pendidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, standar penilaian pendidikan dan standar tenaga pendidik,” ujarnya.

Hendra mengatakan, pentingnya sekolah untuk memenuhi delapan SNP karena saat ini arahan sekolah terakreditasi atau tidak mengacu pada delapan SNP tersebut dan nilai rapor mutu sekolah.

”Maka sesuia dengan arahan walikota, kami segera menganalisa semua sekolah yang ada. Apakah sudah sesuia dengan delapan SNP atau belum,” katanya.

Hendra menjelaskan, berbeda dengan dulu yang penilaian akreditasi berdasar tingkatan A,B dan C,

namun untuk saat ini menurut Badan Akreditasi Nasional sekolah hanya menyandang predikat terakreditasi atau tidak. Setelah ditentukan terakreditasi atau tidak, maka untuk sekolah yang tidak terakreditasi, selain tidak akan lagi mendapat dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) kepala sekolahnya pun tidak dapat menandatangani ijazah.

”Itu sudah jadi konsekuesninya. Jadi kasihan kan sekolah yang tidak masuk SNP. Dan nanti yang menjadi korban tentu masyarakat atau siswa,” jelasanya.

Untuk itulah, Hendra mengaku, akan segera mendata sekolah yang harus disuport agar semua SD di Cimahi bisa memenuhi delapan SNP. Sehingga ke depan setiap sekolah harus mempunyai kapling ruangan, kapling untuk olahraga dan yang lainnya yang disyaratkan di delapan SNP.

”Di Cimahi masih banyak yang lahannya berebutan. Jadi satu lahan dipakai beberapa sekolah, seperti di Pasirkaliki, Citeureup, Komplek Cempaka disana kan ada lima sampai enam sekolah tapi satu lahan olahraga. Dan itu akan mengurangi nilai SNP,” terangnya.

 

Baca Juga :

 

 

Awas Pengaruh Negatif Gadget

Awas Pengaruh Negatif Gadget

Awas Pengaruh Negatif Gadget

Pengaruh negatif gawai terhadap anak dibawah umur harus menjadi perhatian penting

para orang tua. Sebab, jika prilaku ini dibiarkan maka resikonya mempengaruhi kematangan emosianal anak itu sendiri.

Psikolog sekaligus Pendidik Anak Usia Dini Yolanda van Pamelen mengatakan, para orang tua harus memiliki trik jitu agar teknologi bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak. Sebab, yang terjadi saat ini malah menjauhkan manusia dengan manusia dalam bersosialisasi.

Dia menilai, kebablasan mengakses gadget dapat mempengaruhi emosional. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab si anak kesulitan belajar dan sukar menemukan jati dirinya yang didapat digali lewat bersosialisasi.

“Karena anak lebih suka gadget daripada mereka harus melakukan seperti baca buku

atau bermain dengan temannya,” ujar Yolanda dalam kegiatan Parent Workshop and Fun Activities For Children dengan tema ‘Guiding Children With Learning Difficulties’ di Kota Bandung, Kemarin (24/3).

Menurut Yolanda, gadget ibarat dua sisi mata pisau. Sisi negatifnya, membuat anak tumbuh dengan tidak memiliki rasa empati dan malas mencerna pelajaran. Di sisi lain, seorang anak pun akan tertinggal bilamana tidak menguasai teknologi dan informasi.

“Kesulitan belajar ada hubungannya dengan gadget, tapi kalau kita pintar mengatasinya punya trik

pasti otomatis anak bisa lebih dimaksimalkan dengan cara gadget itu,” katanya.

Yolanda sampaikan, triknya adalah orang tua harus memiliki ketegasan dalam membuat peraturan. Misalnya, memberlakukan aturan kapan harus mengakses gadget, bermain dan belajar.

Namun permasalahan pun terkadang hadir dari si orang tua sendiri yang tak konsisten menerapkan aturan. Atau, tetap mengakses gadget di depan sang anak.

“Kalau saya sih saranin dalam satu hari sepuluh menit itu sudah cukup. Lebih bagus sih hari Sabtu atau Minggu saja anak boleh pegang gadget,” ucapnya.

Yolanda kembali sampaikan, orang yang kecanduan pada gadget biasanya memiliki masalah dalam bersosialiasi. Sehingga, cenderung sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak punya rasa empati kepada orang lainnya. Juga, tidak mengetahui caranya mengungkapkan apa yang dipikirkan dengan tepat.

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/user/viewPublicProfile/101457

Pengumuman Hasil SNMPTN Dipercepat

Pengumuman Hasil SNMPTN Dipercepat

Pengumuman Hasil SNMPTN Dipercepat

Panitia Lembaga Tes Masuk Per­guruan Tinggi ( LTMPT) mempercepat jadwal

pen­gumuman hasil seleksi jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN) 2019.

Dilansir dari laman resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat yang dirilis dari Kompas.com, Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo melalui pengumuman resmi yang diterima, men­gungkapkan, pengumu­man seleksi jalur SNMPTN 2019 yang semula akan diumumkan pada Sabtu, 23 maret 2019 dipercepat menjadi Jumat, 22 Maret 2019 mulai 16.00 WIB. Sebab, selain karena pro­ses seleksi yang sudah rampung lebih awal, hal itu juga dilakukan seka­ligus untuk memberi ke­sempatan bagi siswa yang tidak lulus seleksi agar dapat mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer di gelombang pertama.

”Mengingat proses se­leksi jalur SNMPTN sudah dapat diselesaikan dengan lebih cepat

dan agar bisa memberi kesempataan bagi siswa yang tidak lo­los SNMPTN untuk mendaftar UTBK Gelom­bang I,” jelas Budi.

Sementara itu, Ketua LTMPT Ravik Karsidi menginformasikan jum­lah siswa eligibel (layak) untuk mendaftar di SNMPTN tahun ini seba­nyak 613.860 siswa dan jumlah sekolah yang siswanya eligibel bisa mendaftar di SNMPTN 2019 sebanyak 14.744 se­kolah.

”Pemeringkatan dan eligibilitas siswa dilaku­kan untuk setiap sekolah per jurusan

yang didaf­tarkan di PDSS 2019 dan didasarkan pada isian data nilai oleh sekolah yang sudah diverifikasi oleh siswa, untuk mata pelajaran tercantum di laman www.snmptn.ac.id,” singkatnya.(dsdkjbr/ziz)

Lebih jauh, Ketua LTMPT menjelaskan pemering­katan siswa dilakukan oleh sistem berdasarkan nilai mata pelajaran sebagai berikut:

Jurusan IPA: Matema­tika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.
Jurusan IPS: Matema­tika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.
Jurusan Bahasa: Ma­tematika, Bahasa Indo­nesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antro­pologi, dan salah satu Bahasa Asing.
SMK: Matematika, Bahasa Indonesia, Ba­hasa Inggris, dan Kom­petensi Keahlian (Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan). (ziz)

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/comment/view/401/0/83420