Konsep Sistem Informasi Lanjut

Konsep Sistem Informasi Lanjut

Konsep Sistem Informasi Lanjut

Supply Chain Management
Supply Chain Management adalah manajemen terhadapaliran antar dan diantara tahapan supply chain untuk memaksimalkan profitabilitas keseluruhan supply chain.

Supply Chain
Supply Chain adalah sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir.
Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari penambang bahan mentah (di bagian hulu) sampai retailer / toko (pada bagian hilir).
Dalam sebuah SC terdapat tiga aliran:
• Aliran Fisik (material/produk, pengembalian),
• Aliran Pembayaran (Uang, Invoice, Pricing, credit terms flow), dan
• Aliran Informasi (Kapasitas, Jadwal Pengiriman, Order, data Penjualan).

Tugas 1 (01 Oktober 2009) :
Menggambarkan Supply Chain Biskuit Kaleng

Supply Chain Biskuit Kaleng
Supply Chain Biskuit Kaleng ini menunjukkan sebuah rangkaian yang terdiri dari komunitas-komunitas yang bekerja sama dan mendukung dalam pembuatan biskuit kaleng dan bagaimana menyalurkan produk biskuit kaleng tersebut hingga terdistribusi sampai pada konsumen akhir.

Dalam pembuatan biskuit kaleng, supply chain yang terlibat diantaranya :
• Konsumen/Pelanggan
• Pabrik Kemasan Kaleng
• Supplier Bahan Baku Biskuit

Sumber : https://jalantikus.app/

SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE

SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE

SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE

Film CPU Maingear X-Cube ini bercerita mengenai terobosan baru dalam pembuatan CPU. CPU Maingear X-Cube ini dibuat dengan bentuk ukuran lebih kecil (mini) berbeda dari bentuk ukuran CPU pada umumnya. Bentuknya seperti balok es dengan ukuran seperempat dari ukuran CPU biasa. Pada dasarnya CPU Maingear X-Cube terdiri dari komponen-komponen yang sama, akan tetapi mempunyai kemampuan yang lebih canggih. Misalnya saja hardisk yang digunakan memilki kapasitas sampai 1 tera kemudidn di dukung oleh tempat memori yang dibagi menjadi 4 bagian dimana tiap bagiannya dapa menyimpan sebanyak 8 GB, akan tetapi pada CPU ini hanya dipakai 2 GB. Prosesor yang dipakai yaitu Intel High Stand Quantum C.

CPU ini memiliki kelebihan-kelebihan yaitu bentuk yang lebih kecil dan menarik serta unik daripada CPU biasa dengan kemampuan kerja yang lebih cepat serta produktifitas yang banyak dan CPU ini tidak mudah panas karena dilengkapi aliran udara khusus.

· Alasan Perlunya Pengembangan Sistem
Dalam pengembangan sistem kita menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
Perlunya pengembangan Sistem pada CPU Maingear X-Cube yang akan dibuat :
1. Untuk mengoptimalkan kerja CPU.
2. Untuk meraih kesempatan dalam memperluas penjualan CPU yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
3. Untuk meningkatkan kembali minat para pengguna komputer terhadap CPU dibandingkan laptop yang sekarang sedang banyak diminati.

·Tahap Pengembangan Sistem
Tahapan utama siklus hidup pengembangan sistem terdiri dari :

1. Perencanaan Sistem
Perencanaan sistem menyangkut hal-hal yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem, serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan.
Dalam perancangan pengembangan design sistem CPU Maingear X-Cube ini tidak jauh berbeda dengan sistem CPU yang sebelumnya karena komponen-komponen yang digunakan di dalamnya sama dengan yang terdahulu, akan tetapi komponen tersebut dibuat dengan design yang ukurannya lebih kecil dan kapasitas memori yang lebih besar. Pada intinya CPU Maingear X-Cube ini merupakan CPU mini dengan cara kerja yang lebih cepat dibandingkan CPU sebelumnya.

2. Analisis Sistem
Dalam analisis sistem kita mendefinisikan masalah sistem yang ada untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan perbaikan.
Masalah yang sering timbul pada CPU yang terdahulu adalah pada kemampuan kerja yang kurang maksimal, memori yang terbatas serta design yang kurang atraktif. Sistem CPU Maingear X-Cube ini dibuat dengan kemampuan komponen yang lebih canggih agar dapat menghasilkan kinerja yang maksimal.

3. Perancangan Sistem Secara Umum
Setelah analisis sistem selesai dilakukan, maka selanjutnya akan dilakukan perancangan untuk untuk menggambarkan bagaimana bentuk sistem secara umum yang akan dibuat.
Sistem CPU Maingear X-Cube ini akan dirancang dengan design bentuk dan tampilan yang lebih atraktif, interaktif dan menarik yaitu dengan bentuk ukuran yang lebih kecil (mini) dari pada CPU pada umumnya dan warna yang menarik. Sementara itu kinerja dari CPU akan dibuat lebih cepat dan menghasikan produktifitas yang tinggi dengan memori yang besar dan CPU tidak cepat panas karena ada saluran udara khusus.

4. Evaluasi dan Seleksi
Pada tahapan ini akan dilakukan proses seleksi terhadap komponen-komponen yang dipakai untuk membangun CPU Maingear X-Cube. Selain itu juga akan di evaluasi apakah tujuan yang ingin dicapai sudah sesuai alasan dari perkembangan sistem CPU ini.

5. Perancangan Sistem Secara Rinci
Pada tahap ini akan menjelaskan secara rinci mengenai komponen-komponen apa saja yang terdapat di dalam sistem sesuai dengan yang telah dideskripsikan pada perancangan secara umum.
Design Sistem CPU Maingear X-Cube menggunakan komponen-komponen sebagai berikut :
=> Prosesor Intel High Stand Quantum C.
=> Max memori terdiri dari 4 part tiap partnya dapat menampung 8 GB, tetapi pada CPU ini hanya menggunakan 2 GB.
=> Hardisk 1 tera.

6. Implementasi
Pada tahap implementasi ini kita akan mengujicobakan sistem yang telah dibuat untuk mengetahui kinerja dari sistem tersebut.
Setelah tahap perancangan selesai dibuat maka CPU Maingear X-Cube ini dapat diujicobakan dengan langsung mengoperasikannya. Cara mengoperasikannya sama saja dengan CPU-CPU pada umumnya. Kelebihan dari CPU Maingear X-Cube ini dapat dirasakan pada saat pengguna komputer menggunakan CPU tersebut.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Disdik Jabar Gelar Halalbihalal

Disdik Jabar Gelar Halalbihalal

Disdik Jabar Gelar Halalbihalal

Mochamad Iriawan selaku Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat

, memberikan sambutan sekaligus pengarahan pada acara Silaturahmi Idulfitri 1439 H Keluarga Besar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang di gelar di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Provinsi jawa Barat Jalan Dr. Rajiman No.6, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 21 Juni 2018.

Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan mengutarakan bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan dan tidak lepas dari tiga pilar yang saling berkaitan.

“Kita tidak terlepas dari tiga pilar, pertama pemerataan dan penguatan akses pendidikan.

Pendidikan adalah hal paling utama dalam kehidupan. Jika kita tidak memajukan pendidikan, maka Sumber Daya Manusia (SBM) kita akan menjadi SBM yang terbelakang, ini menjadi catatan atau pilar kita bagaimana masyarakat bisa maju. Hal kedua, adalah peningkatan mutu dan budaya saing mutu pendidikan, dan yang ketiga adalah penguatan tata kelola akutanbilitas dan citra sekolah,” ujar Mochamad Iriawan.

Netty Heryawan yang turut hadir dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini, memiliki pandangan yang sejalan dengan Mochamad Iriawan yang menyatakan bahwa pencapaian dan kebijakan pendidikan dari Gubernur terdahulu dapat dilanjutkan, sehingga dapat mewujudkan cita-cita yang sudah diimpikan pemimpin-pemimpin terdahulu.

“Solidaritas dan komitmen harus terus dibangun guna membangun dan memajukan proses pendidikan di Jawa Barat, karena inilah sejatinya yang akan terus menjadi referensi bagi peradaban bangsa kita untuk kedepannya,” ujar Netty***

 

Baca Juga :

 

 

Sosialisasi Masif, PPDB SMKN 1 Ciamis Kondusif

Sosialisasi Masif, PPDB SMKN 1 Ciamis Kondusif

Sosialisasi Masif, PPDB SMKN 1 Ciamis Kondusif

Kepala SMKN 1 Kabupaten Ciamis, Hj. Ika Karniati Sardi mengaku proses

penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK di Jawa Barat tahun 2018/2019 lebih nyaman. Khususnya dari sisi proses pelaksanaan, sehingga prosesnya berjalan kondusif.

“Alhamdulilaah sistem PPDB tahun ini lebih kondusif. Menurut kami keberhasilan ini selain dari sistem yang sudah semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya juga karena sosialisasi yang masif,” kata Ika saat ditemui di kantornya, Jalan Jendral Sudirman Ciamis, Jumat 6 Juli 2018.

Dikatakan sosialisasi PPDB di sekolahnya sudah dilakukan  jauh-jauh hari.

Setelah seluruh guru diberi pemahaman tentang aturan dan proses PPDB, pihaknya langsung menyosialisasikan ke sejumlah pihak terkait, seperti ke SMP.

“Di kami semua guru harus paham aturan PPDB. Sehingga kalau masyarakat menanyakan PPDB SMKN 1 bisa langsung menjelaskan. Tidak melemlarkan ke panitia PPDB. Ini bentuk pelayanan kita kepada masyarakat,\” katanya.
Blusukan
Sementara itu, Ketua PPDB SMKN 1 Ciamis, Rusdiharto menambahkan pihaknya blusukan ke SMP-SMP untuk melakukan sosialisasi. Ada sekitar 100 lebih SMP/MTs dan sederajat yang ia dan tim datangi.

“Kami ingin PPDB ini berlangsung kondusif.

Semua masyarakat pahami akan PPDB ini, untuk meminimalisasi kesalahan dan penyimpangan. Makanya kami juga mendatangi SMP untuk sosialisasi,” ujarnya.

Alhasil, kata Rusdi PPDB di sekolahnya aman dna kondusif. Selain itu, proses PPDB di sekolahnya juga dibuat seefektif mungkin.

“Sebelum mendaftar kami melakukan dl sosialisasi dan penjelasan kepada siswa dan orangtuanya. Setelah itu, baru proses pendaftaran,” ujar Rusdi yang menerjunkan tim PPDB sebanyak 36 orang.

 

Sumber :

http://bit.do/dosenpendidikan

25.650 Guru Lolos Seleksi Akademik Peserta PPG dalam Jabatan

25.650 Guru Lolos Seleksi Akademik Peserta PPG dalam Jabatan

25.650 Guru Lolos Seleksi Akademik Peserta PPG dalam Jabatan

Sebanyak 25.650 dari 63.050 guru di Jawa Barat dinyatakan memenuhi syarat

sebagai peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan, melalui seleksi akademik dan administrasi tahun 2018. Tahun ini, jumlah sasaran PPG Dalam Jabatan sebanyak 20.000 orang.

Kepala Bidang Guru Dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Suhanggan menyampaikan, dengan diselenggarakan PPG Dalam Jabatan ini, tingkat kompetensi guru dalam tugas pendidik akan meningkat. Ia ditemui di Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jl. Dr. Rajiman No.6, Pasir Kaliki, Cicendo, Kota Bandung, awal pekan kemarin.

“Dalam hal ini Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui GTK melaksanakan seleksi bagi guru dalam jabatan untuk mengikuti PPG khususnya dalam jabatan,” himbaunya.

Asep mengungkapkan bahwa di tahun ini terdapat 133 tempat uji kompetensi pada 177

sekolah yang menyelenggarakan PPG dalam Jabatan. Sekolah yang dipakai meliputi jenjang Dikmen SMA, SMK dan Dikdas SMP.

Adapun prioritas yang ditetapkan berdasarkan kriteria pada PPG dalam Jabatan tahun ini, diantaranya guru dengan usia diatas 50 tahun per tanggal 31 Desember 2017; guru mengajar di daerah khusus atau daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T); guru Pendidikan Luar Biasa (Kode 800); guru produkif di SMK; dan guru lainnya berdasarkan ranking skor hasil seleksi akademik.

Selain kriteria di atas PPG dalam Jabatan pun mempertimbangkan beberapa hal,

diantaranya perguruan tinggi dengan Program Studi PPG dan bidang studinya yang ditetapkan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi; jumlah rombongan belajar per bidang studi pada perguruan tinggi penyelenggaran PPG Dalam Jabatan; dan jumlah mahasiswa per rombongan belajar maksimal 30 orang.

Pengumuman penetapan calon peserta PPG Dalam Jabatan dan penempatan ke perguruan tinggi dilakukan dalam dua tahap. Tahap 1 telah dilaksanakan pada 18 Mei 2018 dan tahap 2 akan dilaksanakan pada 25 Juni 2018. Guru yang sudah ditetapkan sebagai mahasiswa PPG Dalam Jabatan tahap 1 menunggu informasi lebih lanjut dari perguruan tinggi penyelenggara terkait cara dan jadwal pelaksanaan daring. Pemberitahuan dari perguruan tinggi dijadwalkan tanggal 31 Mei – 8 Juni 2018.***

 

Sumber :

https://cloudsoftwareprogram.org/sejarah-peradaban-yunani-kuno/

GSMS 2018 akan Dimulai

GSMS 2018 akan Dimulai

GSMS 2018 akan Dimulai

Kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) akan segera dimulai.

Direktur Kesenian, Restu Gunawan mengatakan, pendaftaran seniman untuk kegiatan GSMS dilakukan secara daring. Pendaftaran telah berlangsung dari tanggal 28 Mei hingga 27 Juni 2018.

“Dari 1.894 seniman yang mendaftar, diseleksi menjadi 1.320 seniman yang dibutuhkan,” kata Restu saat menyampaikan laporan dalam Lokakarya (Workshop) Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2018, di Jakarta.

Dikutip dalam kemdikbud.go.id GSMS merupakan kegiatan pembelajaran

kesenian oleh para seniman yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah atau kegiatan ekstrakurikuler di satuan pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK). Deni Hadiansyah, sastrawan asal Bandung yang tergabung dalam tim perumus GSMS, mengatakan, tim perumus bekerja sama dengan dinas pendidikan untuk memilih seniman yang layak sesuai kriteria juknis.

“Tim yang terjun ke sekolah harus terbukti menguasai seni dan berasal dari maestro lokal dan internasional,” kata Deni.

Secara umum, GSMS digagas sebagai upaya pemerintah untuk melibatkan

warga sekolah dan masyarakat agar dapat menyaring budaya asing yang mengikis moral generasi muda dengan memicu dan memacu kapasitas seni budaya di Indonesia terutama bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki guru kesenian di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem budaya, melibatkan 28 provinsi, 28 kabupaten/kota dan lebih dari 1.000 seniman.

Program ini rencananya akan dimulai awal bulan Agustus 2018 yang berlangsung selama tujuh kali pertemuan dan mengacu pada metode pembelajaran yang telah disepakati antara sekolah dan dinas pendidikan. Setiap pertemuan akan diikuti oleh sekitar 20-40 siswa dengan durasi dua jam.

Di akhir proses pembelajaran, diharapkan anak-anak akan terlibat dalam kegiatan bulan pendidikan di sekolah terutama sekolah yang sudah mendapat fasilitas alat kesenian dan program dari seniman mengajar.

“Semoga tahun depan anggarannya bisa meningkat dan dinas pendidikan mulai bisa mengadopsi program ini untuk dikembangkan di daerahnya,” ucap Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengharapkan. ***

 

Baca Juga :

 

 

O2SN Tingkat Kota untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

O2SN Tingkat Kota untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

O2SN Tingkat Kota untuk Anak-anak Berkebutuhan Khusus

Kepala Sekolah SLB-B Sukapura, Anna Bhudiarti menemani para siswanya

dalam perlombaan melempar bola di tingkat gugus. Permainan ini akan menentukan perwakilan siswa untuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kota yang akan diselenggarakan Jumat, 27 Juli 2018. Ia merupakan Ketua Gusus 13 yang membimbing siswanya yang merupakan anak down syndrome (DS) di Lapangan SLB BC YPLAB Wartawan, Jalan Rajamantri Kulon Blok A No.1, Turangga, Lengkong, Kota Bandung, Rabu, 25 Juli 2018.

Anna menjelaskan bahwa anak down syndrome ini sering disebut

juga dengan anak kembar sedunia. Karakteristiknya memiliki mata seperti kacang almond atau disebut juga almond shaped eyes, jari-jari tangan pendek, dan rambut tipis. Pada perkemangan kognitifnya, mereka memiliki profil yang cukup bervariasi mulai dari ringan hingga sedang. Sedangkan pada kemampuan motorik, mereka mengalami tahapan tumbuh kembang yang lebih lambat karena keterbatasan kerja otot .

Pada perlombaan kali ini, para siswa akan bermain dengan melempar bola.

Anna menjelaskan bahwa permainan ini diberikan karena dapat melatih kemampuan membidik dan melatih  keseimbangan. Anak-anak dibimbing agar melempar bola sejauh-jauhnya, sehingga dapat diukur sejauh mana bola tersebut terjatuh. Selain itu, permainan bola ini dapat meningkatkan konsentrasi mereka.

“Permainan ini pertama kali berasal dari Inggris, khusus diberikan untuk anak-anak down  syndrome. Saat diberikan ternyata mereka juga mampu membidik sesuai arahan,” ujar Anna.

Walaupun terkadang Anna mendapatkan cibiran dari orang-orang akan usahanya dalam membimbing anak-anak berkebutuhan khusus, ia tidak pernah patah semangat. Ia mengembangkan sekolahnya dengan apa yang ia cita-citakan, yaitu memberikan harapan bagi para siswanya.***

 

Sumber :

https://cloudsoftwareprogram.org/doa-selamat-dunia-akhirat/

Festival Literasi Budaya, Berbudaya Literasi, Berliterasi Budaya.

Festival Literasi Budaya, Berbudaya Literasi, Berliterasi Budaya.

Festival Literasi Budaya, Berbudaya Literasi, Berliterasi Budaya.

Ikatan Duta Bahasa Jawa Barat bekerjasama dengan Sekolah Kuntum Cemerlang

mengadakan acara Festival Literasi Budaya, Berbudaya Literasi, Berliterasi Budaya. Acara ini menampilkan beberapa budaya sunda, mural bahasa, MELINDA (Meedia Literasi Sunda), papan petunjuk dwibahasa, aksara sunda, dan menulis cerita rakyat. Diikuti oleh seluruh siswa Sekolah Kuntum Cemerlang, mulai dari playgroup sampai SMA berkumpul di Aula Sekolah Kuntum Cemerlang, Jalan Cipaku Indah XI No. 2, Ledeng, Cidadap, Kota Bandung, Senin, 23 Juli 2018.

Kepala Sekolah Kuntum Cemerlang, Jerimias Risjoko membuka acara tersebut dengan memotong tumpeng sebagai dukungan kuliner tradisional. Ia menyampaikan acara festival ini mengarahkan anak-anak dalam mengenal berbagai budaya, terutama budaya Sunda. Kami coba gali sedikit demi sedikit mengenai muatan lokal. Anak-anak diarahkan untuk mengenal budaya sunda, karena dengan upaya tersebut dapat lebih mudah mengenal bahasa, makanan tradisional, dan lain sebagainya.

“Harapannya anak-anak dapat lebih mengenal budaya Sunda, bukan hanya makanannya,

bukan hanya bahasanya saja, tetapi lebih menyeluruh pada budayanya,” ujar Jerimias.

Duta Bahasa Jawa Barat sekaligus Kesiswaan SMP Kuntum Cemerlang, Vicky Taniady menjelaskan bahwa bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Duta Bahasa menyelenggarakan acara mengenai melestarikan bahasa melalui budaya.  Bekerjasama dengan pihak sekolah, acara ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak tentang bahasa melalui budayanya. Pada saat ini ternyata banyak kosakata Bahasa Sunda yang mulai dilupakan oleh remaja. Seperti, anak-anak memilih kata ‘ricecooker’ dibandingkan dengan istilah-istilah bahasa daerah seperti nyangu, nyesepan, hihid dan lain sebagainya.

“Literasi merupakan hal yang wajb karena menjadi kecakapan abad 21.

Oleh karena itu kita mengajak anak-anak untuk melestarikan bahasa tersebut melalui budaya,” ujar Vicky.

Vicky menambahkan bahwa antusias anak-anak pada Festival Literasi Budaya ini sangat luar biasa. Khususnya pada bidang kuliner, mereka akhirnya bekerjasama dengan orang tua untuk membuat makanan tradisional. Hal tersebut menjadi menarik karena mereka dapat bekerjasama untuk menentukan komposisi sampai memasaknya. Akhirnya dari sana dapat terjalin literasi yang kita harapkan, bagaimana sekolah dan orang tua dapat berkoordinasi untuk mendukung literasi tersebut.

Kelanjutan dari acara ini, Vicky mengatakan bahwa Ikatan Duta Bahasa akan mengajukan program ini untuk acara pemilihan Duta Bahasa Nasional di Jakarta. Program tersebut akan di promosikan disana, sekaligus bertemu dengan teman-teman duta bahasa dari berbagai provinsi lainnya. Mereka akan melaporkan bagaimana literasi dan perkembangan bahasa daerah di Jawa Barat.***

 

Sumber :

https://earlraytomblin.com/doa-sebelum-tidur/

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Jalur Perpindahan PPDB 2019 Buka Kuota Sebanyak 5%

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 jalur perpindahan sekolah menengah kejuruan

(SMK) membuka kuota calon peserta didik sebanyak 5%. Proses seleksi pada jalur perpindahan melalui tahapan verifikasi dengan memenuhi berkas persyaratan PPDB dan mengikuti uji kompetensi (tes minat dan bakat).

Sekretaris PPDB Jawa Barat, Edi Purwanto mengatakan, persyaratan umum yang harus diikuti calon peserta didik wajib dilengkapi seperti pada jalur zonasi dan prestasi. Setelah melewati tahap verifikasi persyaratan, siswa akan meneruskan ke tahap selanjutnya, yaitu uji kompetensi sesuai program atau kompetensi keahlian yang dipilih bagi sekolah yang menerapkan tes bakat minat.

“Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB 2019, apabila calon peserta didik yang dinyatakan

lolos tes bakat minat, bisa mengikuti proses seleksi setelahnya. Sedangkan bagi siswa yang tak lolos, dapat mengubah keahlian lain yang tidak mempersyaratkan tes minat bakat khusus di SMK tersebut,” ujar Edi saat dihubungi, Senin (13/5/2019).

Edi menambahkan, pemeringkatan dilakukan berdasarkan jarak domisili siswa dengan sekolah hingga batas kuota yang ditetapkan. Calon peserta didik dinyatakan lolos seleksi apabila hasil pemeringkatan berdasarkan lolos uji kompetesi atau tes minat dan bakat.

Kemudian, lanjutnya, apabila calon peserta didik tidak lolos karena melampaui daya tampung

, akan dilimpahkan dan diikutsertakan dalam seleksi tahap berikutnya di pilihan ke-2 dan 3  untuk peringkat program keahlian.

“Apabila penyeleksian melalui perpindahan masih belum memenuhi daya tampung, kekurangan daya tampung akan diisi dengan urutan jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), prestasi UN, dan jalur prestasi non-UN,” jelasnya.

Adapun jumlah pendaftar yang melebihi daya tampung, tambahnya, akan diseleksi berdasarkan urutan prioritas. Yaitu, calon peserta didik yang berdomisili pada wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang sama dengan SMK yang bersangkutan, calon peserta didik yang mendaftar lebih awal, dan usia yang paling tua calon peserta didik.***

 

Baca Juga :

 

 

Disdukcapil Jabar Kawal Pendaftaran Jalur Zonasi PPDB 2019

Disdukcapil Jabar Kawal Pendaftaran Jalur Zonasi PPDB 2019

Disdukcapil Jabar Kawal Pendaftaran Jalur Zonasi PPDB 2019

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jawa Barat,

Heri Suherman menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, khususnya mengenai penggunaan Kartu Keluarga (KK) atau keterangan domisili sebagai salah satu syarat PPDB jalur zonasi. Ia menegaskan, sesuai petunjuk teknis (juknis) PPDB tahun ini, KK atau keterangan domisili yang berlaku adalah yang diterbitkan minimal 6 bulan sebelum pendaftaran PPDB.

“Jika belum enam bulan atau pindah baru-baru ini, tidak bisa diterima. Sistem akan menolak,” ucapnya pada acara “Jabar Punya Informasi” (JAPRI) di Gedung Sate, Jln. Diponegoro No. 27 Kota Bandung, Rabu (8/5/2019).

Heri menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan tim khusus untuk memeriksa kejanggalan

di lapangan terkait perpindahan KK. Dari beberapa kasus yang ditemukan, di antaranya ada satu alamat rumah dihuni beberapa KK di Jalan Belitung, Kota Bandung. Kemudian, ada juga kasus pemilik rumah tidak mengetahui ada KK lain yang menggunakan alamatnya.

“Secara normatif boleh, selama pemilik rumah mengizinkan. Namun, khusus untuk PPDB kita akan tertibkan dengan melibatkan RW setempat guna memeriksa kebenarannya di lapangan,” ujarnya.

Heri mengimbau orang tua calon peserta didik agar tidak memperkenankan anak pindah

tempat tinggal sendiri untuk menyiasati jarak ke sekolah. “Jika pindah, anak harus bersama orang tuanya,” imbaunya.

Heri menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh Disdkucpail kabupaten/kota untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan KK atau keterangan domisili.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/