PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

Table of Contents

PENALARAN DEDUKTIF

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran adalah bentuk tertinggi dari pemikiiran dan sebab itu lebih rumit dibanding pengertian dan proposisi. Secara sederhana penalaran dapat di definisikan sebagai proses  pengambilan kesimpulan berdasarkan proposisi-proposi yang mendahu luinya.  Penalaran merupakan kegiatan, proses atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar yang disebut premis. Jika suatu pernyataan atau proposisi dilambangkan dengan kalimat yang memiliki nilai benar saja atau salah saja, maka istilah sahih atau tidak sahih berkait dengan penalaran/reasoning ataupun argumen. Contoh suatu pernyataan adalah: “Surabaya ibukota propinsi Jawa Timur”. Istilah penalaran atau reasoning dijelaskan Copi (1978) sebagai berikut: “Reasoning is a special kind of thinking in which inference takes place, in which conclusions are drawn from premises” (p.5). Dengan demikian jelaslah bahwa penalaran merupakan kegiatan, proses atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau membuat suatu pernyataan baru berdasar pada beberapa pernyataan yang diketahui benar ataupun yang dianggap benar. Pernyataan yang diketahui atau dianggap benar yang menjadi dasar penarikan suatu kesimpulan inilah yang disebut dengan antesedens atau premis. Sedang hasilnya, suatu pernyataan baru yang merupakan kesimpulan disebut dengan konsekuens atau konklusi.

Penalaran biasanya dibedakan dua macam penalaran:

 yakni penalaran deduktif dan penalaran induktif. Pada Penalaran deduktif,konklusi lebih sempit dari premis. Pada penalaran induktif, konklusi lebih luas dari premis. Penalaran induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan atau proses berfikir yang menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang bersifat khusus yang  sudah diketahui menuju kesimpulan yang bersifat umum (general). Penalaran deduktif adalah proses penalaran atau proses berfikir dari hal-hal yang bersifat umum (general) yang kemudian dibuktikan kebenarannya dengan menggunakan fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang bersifat khusus.

Contoh Penalaran deduktif.

Semua manusia akan mati (premis mayor)

Baambang adalah manusia(premis minor)

Jadi:Bambang akan mati (konklusi)

Karenanya, Jacobs (1982:32) menyatakan: “Deductive reasoning is a method of drawing conclusions from facts that we accept as true by using logic ”. Artinya, penalaran deduktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan dari pernyataan atau fakta-fakta yang dianggap benar dengan menggunakan logika. Suatu hal yang sudah jelas benar pun harus ditunjukkan atau dibuktikan kebenarannya dengan langkahlangkah yang benar secara deduktif.

Baca Juga :

Wildah

    Comments are closed.