Serunya 8 Jurnalis Cilik SD Marsudirini Liputan di Arpusda Solo

Serunya 8 Jurnalis Cilik SD Marsudirini Liputan di Arpusda Solo

Serunya 8 Jurnalis Cilik SD Marsudirini Liputan di Arpusda Solo

Serunya 8 Jurnalis Cilik SD Marsudirini Liputan di Arpusda Solo

Tak ada istilah libur untuk jurnalis. Ungkapan itu rupanya pas untuk menggambarkan betapa

semangatnya delapan jurnalis cilik dari SD Marsudirini Surakarta ini.

Biarpun hari Senin (25/3/2019) adalah hari libur buat para siswa, namun mereka rela berkumpul siang hari di sekolah. Rasanya tak sabar untuk segera melakukan wawancara dengan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Surakarta, Dra Sis Ismiyati, MM.

Didampingi dua guru pendamping, Y Suratno dan Tarsisius Caturnus Setu, tepat pukul 14.00 WIB anak-anak itu diterima oleh Kepala Arpusda di ruangannya.

Dalam kata sambutannya, Y Suratno mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka belajar di luar kelas. Selain untuk menambah wawasan, kegiatan tersebut juga penting untuk melatih mental dan sikap anak secara sosial.

“Ini adalah tim jurnalis untuk bulletin sekolah. Dan untuk pertama kalinya,

kami memberanikan diri sowan untuk melakukan wawancara. Mohon anak-anak diberi arahan,” ujarnya.
Baca Juga : KKN Unisri Kecamatan Jatiyoso Gelar Expo Jajan Kuliner Tradisional

Dra Sis Ismiyati menyambut baik kunjungan tersebut. Meski di tengah kesibukan, Sis Ismiyati merasa gembira karena, di tengah era milenial yang rentan godaan ini, masih ada gerakan literasi di kalangan siswa SD Marsudirini.

“Sekarang penggunaan gadget semakin tidak terkontrol. Tapi saya salut, SD Marsudirini

masih mengutamakan buku sebagai yang utama. Kunjungan adik-adik ke sini adalah wujud dari kecintaan terhadap buku,” ujar Sis Ismiyati dalam kata pembukaannya.

Melihat beberapa siswa hendak bertanya, Sis Ismiyati pun memberikan kesempatan kepada para jurnalis itu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Para siswa yang terdiri dari kelas 4 dan 5 itu pun, satu per satu mulai mengajukan pertanyaan. Ada yang bertanya seputar jumlah koleksi buku, peran perpustakaan, mobil perpustakaan keliling, jumlah koleksi cerita anak, cara menjadi anggota di Arpusda Solo hingga pesan apa yang disampaikan terkait hari Pendidikan Nasional.
Baca Juga : Serunya Siswa SD Marsudirini Solo Dalam Aneka Lomba HUT RI

Sis Ismiyati pun menjawab satu persatu pertanyaan para jurnalis cilik tersebut dengan sabar dan semangat. Dan pada intinya, dia berpesan, meski gadget itu juga penting, namun anak-anak tidak boleh meninggalkan budaya membaca buku.

“Mengapa, karena membaca buku itu memperluas wawasan. Juga terbukti, anak yang hobi membaca buku lebih baik cara bicaranya, keterampilan menulisnya, diksinya. Kalau kalian suka membaca, apalagi menulis, kelak jika menjadi PNS juga PNS yang sukses, jadi wartawan juga wartawan yang sukses, begitu juga pengusaha yang sukses. Semuanya itu dapat diraih dengan membaca buku,” ujarnya.

Setelah sesi wawancara selesai, para jurnalis cilik itu mendapatkan bonus menonton film 6 dimensi. Mereka pun sangat gembira. Mereka bahkan mendapat kesempatan nonton dua kali dengan masing-masing berdurasi tujuh menit.
Baca Juga : Perlu Tidak Rangking bagi Anak? Simak Kata Pakar Ini

Yang dimaksud film 6 dimensi ternyata bukan sebuah rangkaian alur cerita. Ini lebih mirip permaian rel coster. Pada penonton duduk di kursi yang diikat dengan sabuk pengaman.

Sementara di layar depan menampilkan sebuah jalur rel yang meliuk-liuk hingga jauh. Saat pertunjukan dimulai, film berputar dengan sangat cepat, sehingga penonton seolah merasa di atas sebuah kereta yang meluncur sangat cepat. Meluncur di sela-sela gedung pencakar langit, menaiki pegunungan hingga terlontar ke udara. Kursi penonton yang bergoyang selaras dengan tikungan rel yang ada di layar, membuat anak-anak seolah hendak jatuh dan menjerit-jerit ngeri. suhamdani

 

Sumber :

https://www.asus.com/zentalk/home.php?mod=space&uid=1619771&do=profilegg.gg/sejarah-bpupki

Wildah

    Comments are closed.