Tidak Bisa Berbuat Pada Guru Honorer

Tidak Bisa Berbuat Pada Guru Honorer

Tidak Bisa Berbuat Pada Guru Honorer

Tidak Bisa Berbuat Pada Guru Honorer

NGAMPRAH – Masih rendahnya bentuk penghargaan terhadap guru honorer patut menjadi

pertanyaan tersendiri. Sebab, meski mendapatkan gaji hanya Rp 300.000 per bulan kinerja para guru ini patut diapreasiasi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Kecamatan Cihampelas Budianto mengakui, guru honorer itu tidak kalah hebat dengan guru Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan, dengan penghasilan kecil mereka masih mau membaktikan dirinya dengan tulus kepada dunia pendidikan.

Budianto menyebutkan, Kecamatan Cihampelas memiliki 263 guru honorer yang tersebar di 43 SD negeri dan 2 swasta. Mereka, rata-rata sudah mengajar selama 4 tahun lebih. Bahkan, ada yang sudah sampai 12 tahun.

Gaji guru honorer hanya didapatkan dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

sebesar 15 persen atau sekitar Rp 300.000 per bulan. Jumlah ini, sangat kecil bila dibandingkan dengan gaji ASN yang mencapai Rp 7 juta per bulan.

Penghasilnya ini tidak sebanding dengan tugas dan kewajiban ketika memberikan pembelajaran kepada siswa. Sebab, guru honorer terjkadang memiliki jam mengajar lebih banyak.

’’Para guru honorer itu, harus menyiapkan rencana pengajaran, memenuhi jam pelajaran, hingga evaluasi pengajaran, jadi sama kan,’’ katanya.

Budianto memaparkan, guru ASN maupun honor harus mampu memenuhi 4 kriteria, y

akni aspek, kepribadian, profesional, dan sosial. Bahkan, dibutuhkan berbagai keterampilan penunjang lainnya.

Selain itu, ada penilaian para guru yang dilakukan oleh kepala sekolah setempat berupa penilaian kinerja berkelanjutan di setiap gugus yang nantinya dievaluasi oleh pemerintah pusat.

’’Kriterianya, nanti ada yang baik, sedang, ataupun kurang. Sejauh ini, penilaian kinerja para guru di Cihampelas sudah cukup baik,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan KBB Jalaludin mengakui, saat ini masih banyak kekurangan yang terjadi di lingkup sekolah dasar. Di antaranya, minimnya guru pegawai negeri sipil serta sebaran guru yang tidak merata di semua wilayah KBB.

Namun, kekurangan guru ASN di setiap sekolah masih bisa diatasi oleh keberadaan para guru honorer. Bahkan, kualitas guru honorer ini pun tidak kalah dibandingkan dengan mereka yang sudah ASN.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/

Wildah

    Comments are closed.